Menyusui

Wajib Tahu! Ini Dampak Psikologis Bagi Ibu dan Anak saat Menyusui

September 9, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tanpa disadari sejak masih dalam kandungan, sebenarny antara ibu dan bayinya sudah memiliki ikatan batin yang tak dimiliki oleh siapapun. Hal itu semakin berkembang ketika buah hati masuk dalam masa menyusui. Berikut ini dampak psikologis positif saat ibu sedang menyusui. 

Dampak psikologis menyusui 

Dilansir dari Encyclopedia on Early Childhood Development, menyusui adalah metode pemberian makan bayi yang direkomendasikan di seluruh dunia.

Meskipun manfaat nutrisi dan imunologis dari menyusui terdokumentasi dengan baik, 1 hasil studi yang konsisten mengenai manfaat psikososial lebih sulit dipahami. 

Jalur menyusui yang mempengaruhi perkembangan psikososial dan emosional sulit diuraikan dan tidak selalu searah. Variabel perancu, seperti pendidikan ibu, terkait erat dengan praktik menyusui, namun juga merupakan faktor penentu perkembangan psikososial pada anak.

Baca juga:

1. Membuat anak lebih pintar 

Menyusui dapat membantu bayi mencapai kepintaran yang maksimal. Dilansir dari Healthline, ada perbedaan dalam perkembangan otak antara bayi yang diberi ASI dan bayi yang diberi susu formula.

Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh keintiman fisik, sentuhan, dan kontak mata yang terkait dengan menyusui serta kandungan gizinya.

Bayi yang mendapatkan ASI dan menyusui langsung dari ibunya memiliki skor kecerdasan yang lebih tinggi dan cenderung tidak mengalami masalah perilaku, tidak mengalami kesulitan belajar seiring bertambahnya usia.

Bayi yang menyusui terbukti memiliki efek positif yang signifikan pada perkembangan otak bayi dalam jangka panjang.

2. Mengurangi risiko depresi

Ibu yang menyusui memiliki risiko depresi yang lebih rendah. Depresi pasca persalinan adalah jenis depresi yang dapat berkembang tidak lama setelah melahirkan.

Wanita yang menyusui tampaknya lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi pasca melahirkan, dibandingkan dengan ibu yang menyapih lebih awal atau tidak menyusui.

Namun, mereka yang mengalami depresi postpartum lebih awal setelah melahirkan juga lebih mungkin mengalami kesulitan menyusui dan melakukannya untuk durasi yang lebih singkat. Jika Anda mengalami gejala depresi setelah persalanin, sebaiknya segera beri tahu dokter. 

3. Membuat ibu lebih percaya diri

Dilansir dari The Conversation, tidak selalu merusak kesehatan mental sang ibu saat sedang menyusui loh. Faktanya, pengalaman menyusui yang baik dapat memberikan hal yang luar biasa bagi kesejahteraan wanita. 

Selain mengurangi risiko kanker reproduksi, penyakit jantung dan diabetes, menyusui dapat membantu ibu merasa berdaya, percaya diri, dan juga menyembuhkan trauma setelah melahirkan. 

Hormon menyusui bahkan dianggap membantu mengurangi dampak stres dan kurang tidur pada tubuh. Tidak heran jika banyak penelitian menemukan bahwa ketika proses menyusui berjalan dengan baik, risiko wanita mengalami depresi pasca melahirkan menjadi lebih rendah.

Perlu kamu ketahui bahwa lebih dari dua pertiga ibu yang berhenti menyusui dalam beberapa minggu pertama melakukannya karena mereka membutuhkan lebih banyak dukungan, mengalami nyeri, atau kesulitan untuk menyusui bayinya. 

Namun, kurangnya investasi dalam layanan kesehatan berarti bahwa para ibu sering kali dipaksa untuk melakukannya sendiri. 

4. Membuat ibu dan bayinya bahagia

Tak banyak diketahui, bahwa ketika seorang ibu menyusui anaknya hal itu bisa merangsang otak ibu dan bayi untuk melepaskan oksitosin.

Oksitosin adalah hormon yang bertanggung jawab membuat mereka bahagia dan merasa aman.

Itu juga bisa menenangkan ibu dan menstabilkan tingkat stres dan kecemasannya ke tingkat yang sehat.

5. Meningkatkan IQ dan memori bayi

Jangan disepelekan loh, ketika buah hati mengonsumsi ASI hal itu dapat membantu menjadikan anak-anak lebih cerdas.

Dalam 28 hari pertama setelah kelahiran, anak makin banyak menyusui, hal itu memiliki dampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan otak, dan dapat meningkatkan kemampuan kognitif mereka dan meningkatkan kecerdasan mereka.

6. Melindungi dari penyakit

Beberapa peenyakit dan infeksi bayi seperti infeksi telinga, pernapasan dan pencernaan, memiliki kemungkinan lebih rendah untuk muncul pada anak-anak yang diberi ASI.

ASI memiliki sifat pelindung yang mempersiapkan dan melindungi anak, hingga masa kanak-kanak, dari beberapa jenis infeksi.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Theconversation.com (2018) diakses pada 7 September 2020. Breastfeeding is good for mothers’ mental health – but those who struggle need support
  2. Healthychildren.org (2016) diakses pada 7 September 2020. Benefits of Breastfeeding for Mom
  3. Ncbi.nlm.nih.gov (2018) diakses pada 7 September 2020. Psychological effects of breastfeeding on children and mothers
  4. Healthline.com (2020) diakses pada 7 September 2020. 11 Benefits of Breastfeeding for Both Mom and Baby
    register-docotr