Stres Atau Depresi, Apa Bedanya?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Dalam hidup, seseorang pasti pernah mengalami peristiwa atau kondisi yang kurang menyenangkan dan bisa menyebabkan stres hingga depresi. Kedua gejala psikologis negatif ini sekilas terlihat sama. Namun, rupanya stres berbeda dengan depresi. 

Begitu pula dengan penanganannya. Depresi perlu penanganan lebih lanjut, tapi stres biasanya menghilang seiring terselesaikannya masalah yang dihadapi. 

Perbedaan Stres dengan Depresi

Stres adalah gejala yang terjadi akibat adanya rasa kewalahan dari tekanan hidup yang muncul. Biasanya, saat stres terjadi, tubuh akan membaca adanya serangan sehingga mulai memproduksi berbagai hormon sebagai mekanisme perlindungan diri. 

Sedangkan depresi adalah penyakit mental yang bisa menyebabkan dampak yang buruk pada suasana hati, stamina, pola makan dan tidur, hingga tingkat konsentrasi penderita. 

Perlu digarisbawahi, depresi itu bukan perasaan sedih karena tertimpa masalah atau stres akibat tekanan tertentu. Melainkan rasa kesedihan yang dirasakan secara terus menerus tanpa perlu ada peristiwa tertentu sebagai pemicunya.

Depresi bisa menyerang siapa saja, tidak harus tertimpa masalah terlebih dahulu. Faktor psikologis, kondisi hormon, dan penyakit lainnya bisa memicu terkena depresi. 

Bahkan depresi bisa diturunkan dari genetik orang tua ke anak. Itu artinya, jika ada anggota keluarga pernah mengalami depresi, kemungkinan kamu juga mengalaminya. 

Berbeda dengan depresi yang cenderung menetap lama pada diri seseorang sekalipun ia sedang liburan atau memiliki segala yang dibutuhkan. Stres akan menghilang seiring dengan selesainya masalah yang dihadapi, bisa pula diobati dengan liburan. 

Baik depresi maupun stres bisa diobati, terutama dengan perawatan yang benar. Hanya sebelum mengatasi, harus dipahami cirinya. Apakah kamu hanya sekadar stres atau justru depresi. 

Perbedaan Ciri-ciri Stres dengan Depresi

Stres merupakan bagian dari respons yang timbul saat mengalami masalah. Sementara depresi adalah penyakit mental. Meski terkesan mirip, keduanya memiliki ciri-ciri yang berbeda.

Berikut ciri-ciri yang bisa muncul pada gejala stres:

  • Adanya gangguan pola tidur atau sulit tidur.
  • Adanya gangguan pada daya ingat dan kemampuan untuk berkonsentrasi.
  • Adanya perubahan pada pola makan atau gangguan pada pola makan.
  • Menjadi lebih mudah marah dan tersinggung.
  • Mudah untuk merasa gugup dan gelisah.
  • Merasa kewalahan dengan berbagai kewajiban yang sedang dijalani.
  • Adanya ketakutan untuk tidak bisa menyelesaikan kewajiban dengan baik.

Berbeda dengan gejala stres, gejala depresi lebih rumit dan muncul secara bertahap dalam waktu yang lama. Berikut beberapa gejala yang bisa muncul saat depresi:

  • Menarik diri dari pergaulan atau keluarga.
  • Merasa sedih dan kehilangan motivasi.
  • Kesulitan untuk mengambil keputusan.
  • Adanya perubahan pada pola makan dan pola tidur.
  • Sulit untuk berkonsentrasi.
  • Merasa bersalah dan gagal.
  • Mudah marah dan tersinggung.
  • Kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Hilangnya ketertarikan pada hal-hal yang biasanya disukai.
  • Munculnya pikiran untuk bunuh diri

Walaupun berbeda stres dan depresi bisa jadi sangat berbahaya jika tidak mendapatkan penanganan yang serius. Jika mengalami gejala atau ciri-ciri ini segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional seperti psikolog atau psikiater.

MHA. Diakses 10 Oktober 2019. Stressed or Depressed? Know the Difference

AIS (2019). Diakses 10 Oktober 2019. Stress: Causes and Ways to Reduce It

WebMD (2018). Diakses 10 Oktober 2019. Help Your Depression Treatment Work

 

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin