Diabetes

Tak Hanya Sekadar Bumbu Masak, Ini Manfaat Kayu Manis untuk Diabetes

November 1, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kayu manis seringkali digunakan sebagai bumbu masak untuk menambah rasa pada sajian. Namun di balik itu, kayu manis juga memiliki banyak manfaat. Bahkan, rempah yang satu ini digadang-gadang bermanfaat bagi penderita diabetes. Lantas, benarkah demikian?

Diabetes adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Apabila tidak terkontrol dengan baik, diabetes bisa menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, atau bahkan kerusakan saraf.

Pada dasarnya, ada beberapa pengobatan pada diabetes, ini termasuk suntik insulin atau obat-obatan tertentu. Di samping perawatan medis, masyarakat juga tertarik dengan pengobatan alami untuk diabetes, salah satunya adalah menggunakan kayu manis.

Baca juga: Yuk, Ketahui Manfaat Kayu Manis untuk Masalah Kesehatanmu!

Kayu manis untuk penderita diabetes

Kayu manis adalah rempah aromatik yang berasal dari kulit beberapa spesies pohon Cinnamomum. Kayu manis sendiri memiliki dua jenis, yakni ceylon dan cassia.

Kayu manis memiliki manfaat bagi kesehatan, termasuk kemampuannya untuk menurunkan kadar gula darah serta membantu mengelola gejala diabetes.

Hasil dari studi yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care pada tahun 2003 menunjukkan bahwa kayu manis cassia dapat membantu untuk menurunkan glukosa darah serta kadar kolesterol pada penderita diabetes tipe 2.

Studi lain yang dilaporkan pada Juli 2000 dalam Agricultural Research Magazine menemukan bahwa hanya dengan mengonsumsi 1 gram kayu manis per hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin serta mengelola diabetes tipe 2.

Penelitian lain

Tidak sampai di situ saja, manfaat kayu manis lainnya juga telah dibuktikan dalam penelitian lain yang telah dilakukan.

Analisis yang diterbitkan pada tahun 2007 dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa 6 gram kayu manis secara signifikan dapat mengurangi hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) setelah makan tanpa memengaruhi rasa kenyang.

Pada analisis lain tahun 2011 di Journal of Medicinal Food juga menunjukkan potensi kayu manis untuk menurunkan gula darah. Dalam analisis ini, peneliti membandingkan hasil dari 8 penelitian sebelumnya dan menemukan penurunan kadar gula darah rata-rata sebesar 3-5 persen.

Kenali manfaat kayu manis lebih dalam

Beberapa studi telah menunjukkan manfaat kayu manis bagi penderita diabetes. Nah, berikut ini adalah manfaat kayu manis lainnya yang perlu kamu ketahui.

1. Dapat membantu menurunkan komplikasi dari diabetes

Salah satu komplikasi dari diabetes adalah penyakit jantung. Kayu manis dapat membantu menurunkan komplikasi ini dengan cara mengurangi risiko dari penyakit jantung.

Sebuah tinjauan terhadap penderita diabetes tipe 2 menemukan bahwa mengonsumsi kayu manis dikaitkan dengan penurunan rata-rata kolesterol LDL sebesar 9,4 mg/ dL dan penurunan trigliserida sebesar 29,6 mg/ dL.

2. Membantu menurunkan glukosa darah setelah makan

Bergantung pada porsi makanan dan berapa banyak karbohidrat yang terkandung di dalamnya, kadar gula darah dapat meningkat setelah makan.

Perlu kamu ketahui, peningkatan gula darah dapat menyebabkan kerusakan sel-sel dalam tubuh akibat tingkat stres oksidatif dan peradangan yang meningkat. Nah, kayu manis dapat membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan.

3. Membantu meningkatkan sensitivitas insulin

Pada penderita diabetes, kadar gula darah tinggi dapat disebabkan oleh pankreas yang tidak dapat memproduksi cukup insulin atau sel-sel tidak merepons insulin dengan baik.

Kayu manis dapat membantu menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga insulin dapat lebih efisien dalam memindahkan glukosa ke dalam sel.

Satu studi yang dilakukan terhadap 7 orang pria menemukan bahwa kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin dengan segera setelah dikonsumsi, efek ini dapat berlangsung setidaknya selama 12 jam.

Baca juga: 8 Jenis Makanan untuk Penderita Diabetes yang Wajib Kamu Ketahui

Sebelum konsumsi perhatikan terlebih dahulu hal ini

Kayu manis memang bermanfaat bagi penderita diabetes. Namun, seseorang yang memiliki penyakit hati perlu untuk menghindari kayu manis, terlebih lagi dalam jumlah yang banyak.

Seperti yang sudah diketahui bahwa kayu manis terdiri dari dua jenis, salah satunya adalah cassia. Cassia mengandung zat yang disebut dengan coumarin. Sebagian orang sensitif dengan zat ini, jika mereka mengonsumsinya dalam jumlah besar ini dapat mengembangkan penyakit hati.

Perlu diingat bahwa, akan lebih baik jika sebelum mengonsumsi kayu manis, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter, ya. Hal ini berguna untuk menghindari efek samping yang mungkin saja dapat ditimbulkan.

Punya pertanyaan lain seputar manfaat kayu manis untuk diabetes? Silakan chat kami melalui Aplikasi Grab Health. Dokter terpercaya kami siap membantumu dengan layanan 24/7.

Reference

Healthline (2017). Diakses pada 23 November 2020. How Cinnamon Lowers Blood Sugar and Fights Diabetes 

Diabetes.co.uk (2019). Diakses pada 23 November 2020. Cinnamon and Diabetes 

Medical News Today (2019). Diakses pada 23 November 2020. Cinnamon, blood sugar, and diabetes 

Khan, Alam, Mahpara Safdar (2003). Cinnamon improves glucose and lipids of people with type 2 diabetes. NIH (diakses pada 23 November 2020)

Agresearchmag.ars.usda.gov (2000). Diakses pada 23 November 2020. Cinnamon Extracts Boost Insulin Sensitivity 

Hlebowicz, Joanna, Gassan Darwiche (2007). Effect of cinnamon on postprandial blood glucose, gastric emptying, and satiety in healthy subjects. The American Journal of Clinical Nutrition (diakses pada 23 November 2020)

Davis, Paul A, Wallace Yokoyama (2011). Cinnamon intake lowers fasting blood glucose: meta-analysis. NIH (diakses pada 23 November 2020)

Allen, Robert W, Emmanuelle Schwartzman (2013). Cinnamon Use in Type 2 Diabetes: An Updated Systematic Review and Meta-Analysis. NCBI (diakses pada 23 November 2020)

Solomon, T P J, A K Blannin (2007). Effects of short-term cinnamon ingestion on in vivo glucose tolerance. NIH (diakses pada 23 November 2020)

    register-docotr