Diabetes

Kenapa Penyakit Diabetes Bisa Berefek ke Kesehatan Mata?

February 17, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi pada berbagai organ lain dalam tubuh, termasuk mata. Sering dianggap ringan, komplikasi ini juga dapat menimbulkan berbagai gangguan dan bisa menurunkan kualitas hidup. 

Menurut data Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017, Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetes sebanyak 10,3 juta jiwa. Artinya, komplikasi akibat diabetes juga mengintai banyak orang.

Lalu sebenarnya bagaimana diabetes bisa mempengaruhi kesehatan mata? Simak penjelasannya di bawah ini.

Pengaruh diabetes pada mata

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney,  ketika kadar gula darah tidak stabil, kesehatan mata akan terganggu. Dalam jangka pendek, gula darah tinggi tidak akan langsung membuat kamu kehilangan penglihatan.

Namun, kadar gula darah atau glukosa yang tinggi dapat mengubah kadar cairan atau menyebabkan pembengkakan pada jaringan mata yang bertugas untuk menjaga fokus pandangan. Sehingga menyebabkan penglihatan kabur.

Jenis penglihatan kabur ini bersifat sementara dan bisa hilang ketika kadar glukosa kembali mendekati normal.

Sementara, bila kamu memiliki kadar glukosa dalam jangka waktu yang lama, pembuluh darah kecil di belakang mata dapat rusak. Pembuluh darah yang rusak dapat mengeluarkan cairan dan menyebabkan pembengkakan. 

Namun, pembuluh yang rusak ini kemudian bisa menyebabkan jaringan parut atau menyebabkan tekanan tinggi yang berbahaya di dalam mata. Masalah pembuluh darah pun biasanya menyebabkan penyakit mata diabetes yang paling serius.

Baca juga: 4 Manfaat Yoga untuk Penyandang Diabetes: Cegah Komplikasi hingga Atasi Masalah Stres

Penyakit mata akibat diabetes

Setidaknya, ada empat penyakit mata yang sering terjadi pada penderita diabetes, berikut penjelasannya: 

Retinopati diabetik

Retinopati diabetik adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada jaringan di belakang mata (retina).  Padahal tugas retina adalah untuk menerima cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal yang diterjemahkan oleh otak.

Sehingga ketika ada kerusakan pembuluh darah, seperti melemah, membengkak, atau bocor ke retina, pandangan bisa terganggu. Tahap ini disebut retinopati diabetik nonproliferatif.

Jika semakin parah, beberapa pembuluh darah menutup, yang menyebabkan pembuluh darah baru tumbuh, atau berkembang biak, di permukaan retina.

Tahap ini disebut retinopati diabetik proliferatif. Pembuluh darah baru yang abnormal ini dapat menyebabkan masalah penglihatan yang serius.

Edema makula diabetik

Makula adalah bagian retina yang kamu butuhkan untuk membaca, mengemudi, dan melihat wajah. Diabetes dapat menyebabkan pembengkakan di makula, yang disebut edema makula diabetik.

Seiring waktu, penyakit ini dapat menghancurkan penglihatan tajam sehingga menyebabkan hilangnya penglihatan sebagian atau bahkan kebutaan. Edema makula biasanya berkembang pada orang yang sudah memiliki tanda retinopati diabetik lainnya.

Glaukoma

Glaukoma adalah sekelompok penyakit mata yang dapat merusak saraf optik, yakni kumpulan saraf yang menghubungkan mata ke otak. Penyakit diabetes meningkatkan risiko terkena glaukoma, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan jika tidak ditangani secara dini.

Katarak

Orang dengan diabetes juga cenderung mengembangkan kondisi lensa mata yang keruh, atau biasa disebut sebagai katarak. Penderita diabetes bisa mengembangkan katarak pada usia lebih dini dibandingkan orang tanpa diabetes.

Para peneliti memperkirakan bahwa kadar glukosa yang tinggi menyebabkan gangguan ini. 

Siapa yang berisiko mengalami gangguan mata? 

Semua pemilik penyakit diabetes memiliki risiko terkena gangguan mata. Risiko ini akan semakin besar bila kamu memiliki glukosa darah tinggi yang tidak diobati dan tekanan darah tinggi yang tidak diobati.

Kamu yang memiliki kolesterol, darah tinggi, dan kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit mata diabetes.

Sementara itu, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney, orang Afrika-Amerika, Indian Amerika, dan penduduk Asli Alaska, Hispanik/ Latin, Kepulauan Pasifik lebih berisiko mengalami kebutaan akibat diabetes.

Di samping itu, orang dewasa yang lebih tua juga punya risiko lebih besar mengalami kehilangan penglihatan akibat penyakit mata dari diabetes.

Baca juga: Cara Mencegah Nefropati Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Merusak Ginjal

Gejala gangguan kesehatan mata akibat diabetes

Pada masa awal penyakit mata akibat diabetes, kamu bisa tidak akan merasakan perubahan dalam penglihatan. Padahal kerusakan mulai tumbuh di dalam mata, terutama bila kamu mengalami retinopati diabetik. 

  • Penglihatan kabur atau bergelombang
  • Penglihatan sering berubah dari hari ke hari
  • Area gelap atau kehilangan penglihatan
  • Penglihatan warna yang buruk
  • Bintik-bintik atau string gelap (juga disebut floaters)
  • Kilatan cahaya

Bila kamu memiliki penyakit diabetes dan merasakan perubahan mendadak pada penglihatan, segeralah berkonsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan penglihatan dan kesehatan matamu. Penanganan dini dapat membantu mencegah kondisi yang lebih buruk.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr