Menyusui

Wajib Diketahui Nih, Moms! Inilah Penyebab Rasa ASI Dapat Berubah

August 8, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Pastinya bagi para ibu menyusui pernah mendapati bayinya tiba-tiba tidak mau minum ASI. Bisa jadi karena ASI berubah rasa. Inilah beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, simak ulasannya yuk!

Baca Juga: Pompa ASI Manual vs Elektrik, Mana Lebih Banyak Hasilnya dan Cepat? Simak Yuk Moms

Penyebab rasa ASI dapat berubah

Pada dasarnya rasa ASI adalah manis karena berasal dari laktosa atau gula alami yang diproduksi dalam tubuh Ibu menyusui. Dilansir Very Well Family, rasa ASI dapat berubah bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

Hormon

Perubahan kadar hormon dalam tubuh dapat memengaruhi rasa ASI yang Moms hasilkan. Pergeseran kadar hormon dalam tubuh kamu dari hamil, melahirkan, menstruasi lagi, hingga kehamilan kedua bisa memengaruhi rasa ASI.  

Olahraga terlalu berat

Penumpukan asam laktat dalam tubuh bersamaan dengan rasa asin keringat pada payudara akibat olahraga dapat mengubah rasa ASI Moms. Nah, untuk meminimalisir efeknya Moms jangan terlalu berolahraga yang terlalu berat.

Selain itu, Moms juga sebaiknya membersihkan payudara yang berkeringat terlebih dahulu sebelum menyusui atau memerah ASI.

Obat-obatan

Ternyata obat-obatan yang dikonsumsi dapat mengubah rasa ASI lho Moms. Jika Moms sedang mengonsumsi obat-obatan dan sang buah hati juga tidak mau menyusu, itu bisa saja karena rasa ASI terpengaruh obat yang Moms konsumsi. 

Sebaiknya Moms konsultasikan kondisi ini dengan dokter apabila Moms menduga ini adalah penyebab bayi tidak mau minum ASI.

Merokok

Jika Moms merokok, ini dapat membuat ASI menimbulkan bau dan aroma asap. Jika Moms merokok, minumlah air putih terlebih dulu setidaknya dua jam sebelum menyusui untuk meninimalisir aroma asap.

Alkohol

Usahakan Moms tidak mengonsumsi alkohol hal ini dikarenakan alkohol dapat memengaruhi rasa ASI. Selain itu, diperlukan waktu sekitar 2 jam untuk menghilangkan efek alkohol pada tubuh dan ASI.

ASI beku

Pastinya seringkali Moms menyimpan ASI di freezer dan ASI menjadi beku. Ternyata ASI beku kadang bisa menimbulkan bau dan rasa sabun saat dicairkan. Meski tidak berbahaya untuk diberikan kepada si kecil, tetapi kebanyakan tidak menyukai rasanya karena berbeda dari ASI normal.

Mastitis

Mastitis merupakan infeksi pada payudara yang dapat menyebabkan ASI memiliki rasa yang lebih kuat dan asin. Pada dasarnya jika Moms mengalami mastitis, tidak masalah untuk terus menyusui, tetapi bayi bisa saja menolak untuk menyusu. 

Tidak hanya itu saja, pengobatan mastitis juga biasanya mengharuskan Moms minum antibiotik yang bisa berefek terhadap rasa ASI.

Produk perawatan tubuh

Produk-produk perawatan tubuh yang Moms gunakan, seperti lotion, parfum, atau sabun mandi, yang diaplikasikan di sekitar payudara dapat mengubah rasa ASI lho Moms.

 Sebaiknya, Jika Moms menggunakan produk tubuh apa pun di area dekat atau pas di payudara. pastikan untuk mencuci payudara Moms dengan baik sebelum menyusui si kecil.

Jadi, sudah tahu kan Moms apa yang menjadi penyebab rasa ASI bisa berubah? Jangan sampai sang buah hati tidak mau mengonsumsi ASI ya.

Hal ini dikarenakan ASI memiliki banyak manfaat baik untuk tumbuh dan kembang sang buah hati. Tidak hanya untuk buah hati saja, tetapi juga baik untuk tubuh Moms. 

Usahakan untuk memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati hingga berusia 6 bulan. Selama periode tersebut, diusahakan untuk hanya memberi sang buah hati ASI, tanpa tambahan asupan apa pun. Hal ini karena ada banyak manfaat ASI yang bisa didapatkan oleh bayi.

Nah, setelah memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan Moms baru bisa memberikan MPASI untuk memenuhi tumbuh kembang anak seperti kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. 

Namun, pemberian ASI tetap bisa dilanjutkan hingga usianya 2 tahun ya Moms agar tumbuh dan kembang anak semakin lengkap dan terpenuhi.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
Berita Terkait
register-docotr