Kesehatan Seksual

5 Cedera yang Bisa Terjadi saat Berhubungan Seks, Pernah Mengalaminya?

March 22, 2022 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Seks seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan bersama pasangan. Namun, apa jadinya jika tiba-tiba terjadi cedera saat kamu sedang bercinta? Ya, cedera bisa saja terjadi hanya karena kesalahan kecil ketika sedang memadu kasih.

Lantas, apa saja cedera yang biasa terjadi dalam hubungan seks? Yuk, cari tahu informasi selengkapnya di bawah ini!

Beragam cedera yang bisa terjadi saat seks

Ada banyak cedera dan kondisi tak terduga yang dapat terjadi saat kamu dan pasangan melakukan hubungan seks. Mulai dari yang bisa sembuh sendiri hingga yang membutuhkan bantuan medis. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Penis patah

Cedera pertama yang dapat terjadi pada saat melakukan hubungan seksual adalah penis patah. Penyebabnya bisa karena ada tekukan pada penis akibat dorongan keras ke panggul pasangan. Dalam dunia medis, keadaan ini disebut dengan fraktur penis.

Fraktur penis biasanya ditandai dengan suara, bengkak, dan nyeri tak tertahankan. Sebaiknya, segera cari pertolongan medis jika kamu atau pasangan mengalami kondisi tersebut.

Baca juga: Aktivitas Seks yang Agresif Bisa Bikin Penis Patah? Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Cedera punggung

Penetrasi dalam seks adalah aktivitas yang membutuhkan banyak energi, karena ada banyak gerakan yang terjadi.

Gerakan cepat bisa membuat punggungmu mengalami cedera. Apalagi jika mencoba gaya ‘mengangkat’ pasangan. Punggung akan terasa sakit, termasuk jika digunakan untuk gerakan membungkuk.

Jaringan robek

Bagi sebagian orang, melakukan hubungan seks agresif mungkin bisa memacu adrenalin. Tapi, ada bahaya yang perlu kamu tahu dari gaya tersebut. Jaringan di vagina atau anus bisa robek akibat gesekan yang terlalu kuat dan kasar. Bahkan, hal itu bisa membuat terjadinya perdarahan.

Tak hanya penis, benda asing seperti sex toys yang dimainkan dengan kasar juga berpotensi menyebabkan kondisi serupa. Krim pereda nyeri mungkin bisa bantu meredakannya. Namun, ada baiknya kamu tidak memasukkan benda apa pun ke dalam vagina atau anus sampai area tersebut sembuh.

Jangan lupa gunakan pelumas setiap berhubungan seks untuk mencegah atau meminimalkan risiko terjadinya robeknya jaringan.

Serangan jantung

Serangan jantung bisa saja terjadi ketika kamu sedang berhubungan seks. Dikutip dari Hopkins Medicine, sebenarnya, selama kamu sehat secara fisik, risiko untuk mengalami heart attack saat berhubungan seks relatif kecil.

Namun, bagi orang yang punya riwayat gangguan kardiovaskular, seks adalah aktivitas yang perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Sebab, menurut American Heart Association, orang yang punya riwayat gangguan kardiovaskular memiliki sirkulasi darah tidak teratur.

Seperti diketahui, agar penis bisa ereksi, dibutuhkan pasokan darah yang banyak. Ini akan memaksa jantung bekerja lebih keras. Jika sudah mengalami gejala seperti nyeri dada, pusing, dan sesak napas, segera istirahat dan hentikan aktivitas seksual.

Baca juga: Amankah Penderita Penyakit Jantung Melakukan Hubungan Seksual? Ini Jawabannya!

Cedera otot

Gerakan berulang saat melakukan penetrasi seks bisa menyebabkan cedera otot, lho. Awalnya, otot akan sedikit menegang, lalu tertarik hingga kamu merasa kesakitan.

Memutar tubuh terlalu keras juga bisa menarik otot di sekitar perut dan punggung. Belum lagi, ketika orgasme, paha akan ikut menegang.

Gangguan pada otot merupakan salah satu cedera yang membutuhkan masa pemulihan tidak sebentar. Kamu mungkin perlu istirahat satu atau dua hari sampai rasa sakit benar-benar hilang.

Nah, itulah lima cedera yang bisa terjadi saat berhubungan seks. Untuk meminimalkan risikonya, lakukan seks dengan cara yang aman dan nyaman, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini.

Reference
    register-docotr