Kamus Obat

Fungsi Obat Tetes Telinga dan Kandungannya yang Harus Kamu Tahu

June 2, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Obat tetes telinga adalah obat yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi gangguan pada telinga. Gangguan tersebut biasanya berupa infeksi telinga ringan.

Infeksi telinga terjadi saat bakteri atau virus memengaruhi telinga tengah, yaitu bagian telinga yang berada tepat di belakang gendang telinga.

Saat salah satu tabung eustachius membengkak atau tersumbat, saat itulah cairan menumpuk di telinga tengah.

Tabung eustachius sendiri adalah tabung kecil yang mengalir dari setiap telinga yang langsung ke belakang tenggorokan. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, infeksi telinga bisa berkembang menjadi kronis bahkan akut.

Baca Juga: Manfaat Senam Zumba: dari Bikin Awet Muda hingga Bisa Turunkan Berat Badan

Penyebab infeksi telinga

Beberapa penyebab umum tersumbatnya tabung eustachius adalah:

  • Alergi
  • Masuk angin
  • Infeksi sinus
  • Kelebihan lendir
  • Merokok
  • Perubahan tekanan udara

Gejala infeksi telinga

Obat tetes untuk mengatasi gangguan telinga biasanya digunakan apabila beberapa gejala infeksi mulai muncul. Beberapa gejala umum infeksi telinga yang biasa terjadi, adalah:

  • Sakit ringan atau rasa tidak nyaman di dalam telinga
  • Terjadi tekanan di dalam telinga yang bertahan lama
  • Telinga mengeluarkan nanah
  • Telinga terasa gatal
  • Telinga lebih kering dari biasanya
  • Telinga berdenging

Gejala infeksi telinga bisa terjadi pada satu atau kedua telinga. Apabila terjadi pada kedua telinga atau infeksi ganda, biasanya rasa nyeri akan lebih parah.

Kandungan obat tetes telinga yang direkomendasikan BPOM

obat tetes telinga
Pengobatan gangguan pendengaran. Foto:Shutterstock

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan rekomendasi kandungan yang harus ada dalam sebuah cairan pembersih telinga. Rekomendasi ini dapat digunakan untuk mengatasi gangguan telinga ringan.

Beberapa di antaranya adalah obat yang mengandung bahan aktif hidrogen peroksida (H2O2 3%), natrium dokusat atau fenol gliserin. Obat ini dapat dibeli di apotek dengan beberapa pilihan merek dagang.

Berikut beberapa kandungan yang harus ada dalam obat tetes telinga untuk mengatasi gangguan pendengaran.

Hidrogen peroksida (H2O2 3%)

Fungsi: obat ini biasanya digunakan untuk melembutkan atau membantu mengeluarkan kotoran atau serumen telinga.

Salah satu obat dengan kandungan aktif hidrogen peroksida yang mudah ditemukan di apotek adalah OneMed perhidrol 3% 100 ml.

Natrium dokusat

Fungsi: natrium dokusat merupakan salah satu bahan yang berfungsi untuk melunakkan kotoran telinga.

Obat ini kadang-kadang dapat menyebabkan kemerahan pada permukaan kulit telinga.

Salah satu obat yang memiliki kandungan natrium dokusat dan mudah ditemukan di apotek adalah forumen tetes telinga 10 ml.

Fenol gliserin

Fungsi: Fenol gliserin memiliki fungsi sebagai pelembab dan zat yang melunakkan. Fenol gliserin aman untuk digunakan dan tidak menimbulkan iritasi ketika digunakan pada kulit yang terkelupas.

Fenol gliserin juga bisa digunakan untuk melunakkan kotoran di dalam telinga.

Salah satu obat yang memiliki kandungan fenol gliserin dan mudah ditemukan di apotek adalah Phenol Glycerol 10 ml.

Baca Juga: Ginkgo Biloba dan Manfaatnya: Meningkatkan Fungsi Otak hingga Mengatasi Nyeri PMS

Macam pilihan obat tetes telinga

Selain obat tetes telinga yang direkomendasikan oleh BPOM di atas, BPOM juga memberikan beberapa rekomendasi obat tetes telinga lain, seperti:

  • Tarivid Otic
  • Reco
  • Ramicort
  • Ramicort
  • Otozambon
  • Otopraf
  • Otopain
  • Otolin
  • Nelicort
  • Erphacort
  • Erlamycetin
  • Colme
  • Akilen

Cara pakai obat tetes telinga

Sebelum menggunakan obat tetes telinga, BPOM juga memberikan rekomendasi cara pakai yang wajib untuk dilakukan.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Hangatkan tetes telinga dengan cara digenggam dalam telapak tangan atau ketiak untuk beberapa menit
  • Jangan menggunakan aliran air panas dari keran, karena suhunya menjadi tidak terkontrol
  • Kepala dimiringkan ke samping atau berbaring dengan posisi telinga ke atas
  • Tarik daun telinga sedemikian rupa sehingga lubang telinga terbuka lebar
  • Teteskan sesuai dosis yang ditentukan
  • Tunggu lima menit sebelum meneteskan obat pada telinga lainnya.

Penggunaan obat tetes seharusnya tidak menyebabkan rasa terbakar atau menyengat lebih dari beberapa menit. Apabila terjadi kondisi seperti itu, segera hubungi dokter terdekat.

Selalu ingat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan telingan kamu agar terhindar dari berbagai infeksi gangguan telinga.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

1. healthline.com (2017). Diakses 29 Mei 2020. https://www.healthline.com/health/ear-infections
2. pionas.pom.go.id. Diakses 29 Mei 2020. http://pionas.pom.go.id/artikel/obat-gangguan-telinga-ringan
3. pionas.pom.go.id. Diakses 29 Mei 2020. http://pionas.pom.go.id/sediaan/tetes-telinga
4. pionas.pom.go.id. Diakses 29 Mei 2020. http://pionas.pom.go.id/ioni/lampiran-6-petunjuk-praktis-penggunaan-obat-yang-benar/petunjuk-praktis-penggunaan-obat

    Berita Terkait
    register-docotr