Kamus Obat

Dexamethasone

February 4, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tahukah  kamu, dunia medis memiliki obat dengan nama Dexamethasone? Obat ini ternyata dapat mengurangi efek dari inflamasi, lho!

Baca Juga: Obat Omeprazole, Adakah Efek Samping Jika Dikonsumsi Berkepanjangan?

Untuk apa obat dexamethashone?

Obat ini mirip dengan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Dexamethasone sering digunakan untuk menggantikan bahan kimia ini ketika tubuh Anda tidak cukup memproduksinya.

Obat ini mengurangi peradangan (bengkak, panas, kemerahan, dan nyeri) dan digunakan untuk mengobati beberapa bentuk arthritis; gangguan kulit, darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus (misalnya, kolitis); alergi parah; dan asma.

Apa fungsi dan manfaat dexamethasone?

Umumnya dexamethasone yang hadir dalam bentuk tablet memiliki kegunaan untuk mengobati kondisi-kondisi yang menyebabkan inflamasi, kondisi yang berkaitan dengan aktivitas imun tubuh, dan kekurangan hormon. Kondisi ini meliputi:

  • Inflamasi
  • Reaksi atas alergi
  • Radang dan beberapa penyakit sendi lainnya seperti radang rematik (ankylosing spondylitis), psoriatis arthritis, juvenile idiopathic arthritis atau penyakit radang sendi yang menimpa anak-anak, lupus hingga asam urat.
  • Penyakit kulit seperti pepmpighus (penyakit autoimun yang menyerang kulit), eritema multiformis, exfoliative dermatitis, dermatitis herpetiformis, seborrheic dermatitis berat, psorialis berat atau mycosis fungoides.
  • Penyakit usus yang membuat nyeri seperti ulcerative colitis.
  • Penyakit yang menyerang saraf pusat seperti multiple sclerosis atau  myasthenia gravis yang menyerang saraf dan otot
  • Pengobatan awal sebelum kemoterapi untuk mengurangi inflamasi dan efek samping dari obat-obatan kanker.
  • Kelenjar adrenal yang tidak bekerja dengan baik.

Begini cara kerja dexamethasone

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dexamethasone adalah tipe obat koristeroid. Itu artinya, obat ini adalah versi kortisteroid buatan manusia yang juga mengandung kortisol dan aldosteron yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal.

Kortisteroid ini memiliki peran penting di dalam fungsi organ tubuh kita, lho. Hormon kortisteroid ini ikut berperan dalam mengatur respons terhadap inflamasi di dalam tubuh.

Lewat dexamethasone, inflamasi akan dikurangi dengan cara menghentikan sel tubuh kita memproduksi senyawa kimia yang normalnya dipakai untuk merangsang imunitas dan respons alergi.

Dexamethasone juga mengurangi kadar darah putih dalam sirkulasi darah kita, dan dengan demikian dapat mengobati penyakit autoimun yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri.

Bagaimana cara minum dexamethasone?

Sebenarnya, setiap dosis, bentuk obat hingga seberapa seberapa sering kamu harus mengonsumsi obat ini tergantung dari beberapa faktor, di antaranya:

  • Usia
  • Jenis penyakit/kondisi yang membutuhkan perawatan
  • Seberapa parah kondisi kesehatan
  • Jenis obat-obatan lain yang kamu konsumsi
  • Bagaimana reaksimu terhadap dosis pertama

Untuk itu, ada beberapa jenis penyakit/kondisi yang membutuhkan perawatan sebagai berikut:

Dosis obat dexamethasone

Untuk obat generik dexamethasone yang berbentuk tablet, kadar yang biasanya hadir adalah 0,5 mg, 0,75 mg, 1,5 mg, 4 mg dan 6 mg.

Jika kamu merupakan orang dewasa dengan usia di atas 18 tahun, dosis khusus yang biasa diberikan adalah 0,75-9 mg per hari, tapi ini masih tergantung pada jenis kondisi yang hendak diobati.

Untuk anak dengan usia 0-17 tahun, dosis awal adalah 0,02-0,3 mg per kilogram berat badan per hari, dan dibagi menjadi 3-4 kali konsumsinya. Dan sekali lagi, semua tergantung dari jenis kondisi yang hendak diobati.

Untuk lansia, atau mereka yang berusia 65 tahun ke atas, perlu perlakuan khusus. Karena ginjal mereka mungkin tidak lagi bekerja dengan baik. Dokter mungkin akan memberikan dosis rendah atau jadwal konsumsi obat yang tidak biasa.

Dexamethasone harus langsung dikonsumsi

Obat dexamethasone ini hadir dengan resep dokter. Untuk itu, penting untuk kamu segera mengonsumsinya sesuai dengan yang sudah diresepkan, karena dexamethasone dengan tablet oral ini digunakan untuk pengobatan jangka panjang.

Jika kamu tidak mengonsumsinya dengan tepat, maka kondisimu akan sulit untuk dikontrol. Apalagi kalau kamu berhenti mengonsumsinya, kamu berpotensi untuk terkena efek samping, di antaranya adalah kelelahan, demam, sakit otot dan radang sendi.

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsinya dengan benar. Jangan langsung berhenti kecuali doktermu berkata demikian. Dan kalau memang berhenti, usahakan dilakukan dengan cara sedikit demi sedikit.

Apabila kamu tidak bisa mengonsumsinya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, kemungkinan obat ini tidak bisa memberikan efek yang diharapkan.

Pemakaian dexamethasone yang tidak sesuai dosis

Karena dexamthasone adalah obat yang dikonsumsi dengan resep dokter, maka kamu tidak boleh mengonsumsinya dengan dosis yang tidak sesuai ketentuan.

Beberapa gejala yang menandakan bahwa kamu overdosis dexamethasone adalah detak jantung yang tidak normal. Serangan jantung, dan rekasi alergi yang berlebihan dengan kesulitan bernapas dan pembengkakan di tenggorokan atau lidahmu.

Sementara kalau kamu tidak minum sesuai dosis akibat tidak meminumnya tepat waktu, lebih baik tunggu dan minum dosis selanjutnya sesuai yang diresepkan.

Jangan sekali-kali kamu malah mengambil dosis yang dobel karena ini berbahaya dan akan memberikan efek samping kelebihan obat. Dan jika gejala dari kondisi sakitmu mulai berkurang, tandanya pengobatanmu berhasil.

Efek samping dexamethasone

Efek samping dari obat ini tidak bisa ditentukan secara pasti. Karena semua tergantung dari dosis yang kamu konsumsi, berapa lama kamu berobat dan kondisi dari jenis keluhan kamu.

Namun secara umum, pemakaian dexamethasone yang dilakukan sesekali saja selama 3 minggu tidak akan memberikan dampak apa-apa. Lain halnya jika pemakaian dilakukan sering dalam waktu panjang dan dosis yang besar.

Beberapa hal berikut ini adalah kemungkinan efek samping yang dihadirkan dexamethasone yang perlu kamu ketahui:

Efek samping yang umum terjadi

Umumnya, efek samping yang dihasilkan oleh dexamethasone oral tablet adalah sebagai berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Pembengkakan
  • Sakit kepala
  • Suasana hati atau mood yang senantiasa berubah, seperti depresi, atau kepribadian yang berubah.
  • Kesulitan tidur
  • Resah dan cemas
  • Level potasium yang rendah sehingga mengakibatkan gejala seperti kelelahan
  • Kadar glukosa darah yang tinggi
  • Tekanan darah yang tinggi

Apabila gejala-gejala ini ringan, biasanya kamu hanya akan merasakannya selama bebrapa hari atau minggu. Namun, apabila yang kamu rasakan mulai berat dan tak kunjung selesai, sebaiknya kamu mengunjungi doktermu, ya!

Efek samping dexamethasone yang serius

Kamu harus segera menghubungi dan pergi ke dokter apabila menderita beberapa gejala efek samping yang serius seperti ini:

  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Pusing yang berat
  • Nyeri pada saluran pencernaan yang tidak bisa. Efeknya bisa berupa sakit perut, pusing hingga muntah-muntah
  • Kotoranmu bercampur darah atau berwarna hitam
  • Urine keluar bersama dengan darah
  • Memar atau pendarahan yang tidak biasa
  • Pembengkakan yang tidak biasa di sekujur tubuhmu, atau kembung di bagian perutmu
  • Infeksi yang hadir dengan gejala demam, otot yang sakit hingga nyeri sendi
  • Perubahan mood  atau mental atau kelainan mood seperti depresi dengan gejala yang melingkupi perubahan suasana hati yang tidak menentu, perasan eforia yang berlebihan, kesulitan tidur hingga kepribadian yang berubah
  • Kelenjar adrenal yang kesulitan bekerja dengan normal. Gejalanya meliputi kelelahan, mual, warna kulit yang menggelap hingga pusing saat berdiri
  • Infeksi yang terlalu sering timbul. Hal ini biasanya dikarenakan penggunaan jangka panjang
  • Maag dengan gejala kesakitan di daearh perut
  • Gagal jantung kongestif dengan gejala berupa napas yang memendek dan berat, kelelahan, pembengkakan di daerah kaki serta detak jantung yang cepat
  • Osteoporosis

Perhatian dan peringatan obat dexamethasone

Jika doktermu memberikan dexamethasone, maka beberapa hal ini harus kamu perhatikan:

  • Saran umum
  • Konsumsi dexamethasone dengan makanan. Hal ini untuk mengurangi perutmu kaget oleh obat ini.
  • Konsumsi obat ini harus dilakukan sesuai dengan resep dokter baik waktu maupun dosisnya.
  • Untuk obat tablet, kamu bisa mengonsumsinya dengan cara membaginya menjadi dua bagian atau menggerus tabletnya.
  • Media penyimpanan.
  • Simpan tablet dexamethasone yang kamu dapatkan dari dokter dalam suhu ruangan yang berukuran 20° Celsius dan 25° Celsius.
  • Jangan simpan obat ini di tempat yang basah dan lembab seperti kamar mandi, ya!

1. Jika kamu bepergian

Apabila saat kamu mengonsumsi obat ini kamu harus bepergian, maka ada hal-hal berikut ini yang harus kamu perhatikan:

  • Selalu bawa obat ini bersamamu. Saat dalam penerbangan, jangan ditaruh di bagasi, tapi simpan di tas yang kamu bawa ke kabin
  • Jangan khawatir terhadap X-ray di bandara, karena tidak akan berdampak apa-apa terhadap obat ini
  • Jangan meninggalkan obat ini di dalam mobilmu, terutama saat cuaca sedang panas atau bahkan terik

2. Pengawasan klinis

Dokter kemungkinan akan mengawasimu saat kamu dalam pengobatan menggunakan dexamethasone. Dia juga akan melakukan beberapa tes untuk melakukan pengecekan dan melihat apakah kamu terkena efek samping.

Beberapa tes yang dilakukan dokter adalah:

  • Pengecekan berat badan
  • Tes tekanan darah
  • Tes mata (screening glukoma)
  • Tes keadatan mineral pada tulang lewat screening osteoporosis
  • Melakukan X-ray pada saluran pencernaanmu. Hal ini dilakukan jika kamu memiliki gejala tukak lambung seperti nyeri perut, muntah bahkan darah pada kotoranmu

Penggunaan dexamethasone untuk COVID-19

Dexamethasone adalah kortikosteroid yang digunakan karena efek antiinflamasi dan imunosupresannya. Penggunaan dexamethasone untuk COVID-19 sendiri telah diuji di Inggris. Hasilnya, ditemukan hasil bahwa obat itu dapat meringankan gejala pada pasien yang kritis.

Badan Kesehatan Dunia WHO menyatakan, penggunaan dexamethasone terbukti bisa mengurangi angka kematian pada pasien dengan gejala parah yang membutuhkan bantuan pernapasan atau oksigen dari ventilator.

September 2020, WHO menetapkan penggunaan darurat sementara dexamethasone untuk COVID-19. Namun, bukan untuk semua pasien, melainkan hanya pengidap yang memiliki gejala parah. Sebaliknya, pemberian dexamethasone untuk pasien bergejala ringan tidak disarankan.

Dosisnya pun dibatasi maksimal satu kali dalam 24 jam selama 7 hingga 10 hari. Obat tersebut diberikan secara oral atau suntikan intravena (di satu lengan) dengan dosis 6 mg dalam sehari selama sepuluh hari.

Meski begitu, menurut penjelasan dr. Reisa Broto Asmoro, Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dexamethasone tidak bisa dipakai untuk penangkal virus. Namun, hanya berfungsi untuk meringankan peradangan yang terjadi di dalam tubuh.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang dexamethasone yang perlu kamu tahu. Untuk meminimalkan efek samping dan dampak buruk pada tubuh, selalu konsumsi obat dengan takaran atau dosis sesuai yang diresepkan, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline.com (2018) diakses 27 April 2020. https://www.healthline.com/health/dexamethasone-oral-tablet#side-effects
  2. Netdoctor.co.uk (2019) diakses 27 April 2020. https://www.netdoctor.co.uk/medicines/a27277/dexamethasone-side-effects/
  3. Ik.bpom.go.id (2013) diunduh 27 April 2020. http://ik.pom.go.id/v2016/katalog/DEKSAMETASON.pdf
  4. Netdoctor.co.uk (2019) diakses 27 April 2020. https://www.netdoctor.co.uk/medicines/a27265/dexamethasone-uses-and-things-to-know/
  5. Drugs.com (2019) diakses 27 April 2020. https://www.drugs.com/dexamethasone.html
  6. COVID19.go.id, diakses 4 Februari 2021, Dokter Reisa: Dexamethasone Bukan Penangkal COVID-19.
  7. WHO, diakses 4 Februari 2021, Coronavirus disease (COVID-19): Dexamethasone.
    register-docotr