Kesehatan Mental

Ramai Komedian Beli Video Porno, Ini Dampak Kecanduan Nonton bagi Kesehatan

April 11, 2022 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Baru-baru ini ramai berita tentang seorang perempuan ditangkap polisi karena memperjualbelikan video syur yang dibintanginya sendiri. Hal ini menjadi semakin disorot ketika pihak berwajib menyampaikan bahwa video-video tersebut rutin dibeli oleh seorang komedian ternama.

Kejadian tersebut kemudian menggiring sebagian orang pada pertanyaan. Apakah kebiasaan menonton video porno memiliki dampak terhadap kesehatan?

Menonton video porno adalah kecanduan

Dilansir dari Medium, para ahli menganggap porno sebagai hal yang bisa menimbulkan kecanduan. Ini sama seperti obat-obatan, perjudian, dan alkohol. Semuanya sama-sama bisa memicu ‘the reward system’ yang ada pada otak.

Fakta bahwa video porno bisa membuat ketagihan, juga semakin terkonfirmasi melalui pencitraan otak yang dinamakan SPECT. Para ahli menggunakan alat ini untuk memindai otak 19 pengguna pornografi adiktif yang merasa dirinya bukan seorang pecandu.

Ketika mereka diperlihatkan konten berbau porno, ternyata otak mereka bereaksi sama seperti otak para pecandu alkohol saat diperlihatkan iklan minuman keras.

Apa yang terjadi pada otak ketika menonton porno?

Otak memiliki dua bagian utama, yakni korteks prefrontal yang bertugas untuk membuat keputusan-keputusan rasional. Dan sistem limbik yang berfungsi membuat kamu lebih menyukai kehidupan yang mudah.

Otak juga memiliki sistem penghargaan yang diperlukan untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Ketika kamu melakukan hal-hal menyenangkan seperti makan, atau hubungan seksual, otak akan menciptakan jalur saraf baru dengan zat kimia yang disebut dopamin.

Nah, ketika kamu menonton porno, dopamin akan langsung menuju sistem limbik dalam jumlah besar tanpa melewati korteks pra-frontal sama sekali. Inilah mengapa kadang penikmat porno merasa tindakannya terjadi tanpa bisa dikendalikan.

Tetapi dopamin tidak bekerja sendiri. Ia memiliki mitra yang disebut DeltaFosB (ΔFosB) yang bila terakumulasi dengan aktivitas menyenangkan alami seperti seks, akan membuat otak terus menerus mengingat aktivitas tersebut. Pada kasus menonton video porno, inilah yang akan mendorong seseorang mengonsumsi pornografi secara berlebihan.

Dampak konsumsi pornografi

Dilansir dari Neuro Science News, menonton pornografi dalam jangka panjang disinyalir bisa menciptakan disfungsi seksual, terutama ketidakmampuan mencapai ereksi atau orgasme dengan pasangan hidup yang sebenarnya. Hal ini akan berdampak lebih jauh terhadap kualitas perkawinan dan komitmen terhadap pasangan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa hal itu terjadi karena ketika bagian otak yang saling terhubung merespons rangsangan seksual dengan lonjakan dopamine. Pada saat yang sama otak juga akan memprogram ingatan dan informasi ke dalamnya.

Artinya ketika tubuh membutuhkan sesuatu, seperti makanan atau seks untuk merasa senang, otak akan mengingat ke mana kamu harus kembali untuk mengalami kesenangan yang sama.

Dalam kasus kecanduan porno, alih-alih pergi ke pasangan untuk mencapai berhubungan seksual, pengguna porno secara alami akan mencari porno untuk mendapatkan kesenangan yang diinginkan. Hal tersebut lama kelamaan akan menimbulkan kebiasaan yang kuat secara tidak wajar di otak.

Efek lain kecanduan menonton porno

Beberapa jenis penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang kecanduan pornografi lebih mungkin mengalami beberapa gangguan kesehatan sebagai berikut:

  1. Brain fog
  2. Disfungsi ereksi
  3. Kurang motivasi
  4. Kelesuan dalam proyek pribadi apa pun
  5. Mati rasa secara emosional
  6. Kehilangan minat pada pasangan
  7. Kecemasan sosial.

Kemungkinan yang terburuk adalah mereka bisa kehilangan minat terhadap video yang ‘lembut’ dan beralih ke tontonan porno yang mengandung kekerasan demi memenuhi kebutuhan seksual yang terus meningkat.

Tips untuk berhenti

Otak dapat dikembalikan ke keadaan normal dengan menahan diri dari porno, masturbasi, orgasme, dan edging selama beberapa waktu. Edging adalah ketika kamu melihat porno tanpa peduli apapun bentuknya, entah itu video ataupun gambar selama berjam-jam.

Standar waktu umum yang disebutkan dalam penelitian untuk me-reboot otak adalah 90 hari. Ya, kamu hanya perlu berkomitmen pada diri sendiri untuk menarik diri dari pornografi selama 90 hari.

Tapi bisa jadi sebagian orang membutuhkan waktu lebih lama dari itu, dan ada juga yang lebih singkat dari itu. Semua tergantung pada tingkat keparahan adiksi kamu terhadap video porno.

Sedikit tips, selain menguatkan tekad, akan lebih baik jika kamu juga mengalihkan keinginan menonton porno dengan melakukan aktivitas lain. Misalnya berolahraga, menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-teman, mengembangkan hobi baru dan sejenisnya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

register-docotr