Info Sehat

Punya Gejala Mirip COVID-19, Bagaimana Malaria di Masa Pandemi?

April 24, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Malaria adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi parasit Plasmodium. Saat menggigit tubuh, parasit akan ikut masuk ke aliran darah. 

Saat parasit sudah di dalam tubuh, akan menuju ke hati. Dalam beberapa hari, parasit akan tumbuh dan mulai menginfeksi sel darah merah. Kondisi ini bisa terus memburuk jika tidak ditangani dengan tepat. 

Malaria di dunia

Malaria biasanya terjadi di iklim tropis dan subtropis di mana parasit dapat hidup. Menurut World Health Organization (WHO), pada 2016 diperkirakan ada 216 juta kasus malaria dari 91 negara. 

Sebagian besar kasus malaria terjadi pada orang yang pernah bepergian ke negara di mana penyakit ini sering terjadi.

Saat parasit masuk ke tubuh seseorang, dalam 48 hingga 72 jam, parasit akan berkembang biak dan menyebabkan sel yang terinfeksi pecah. 

Apa yang terjadi jika seseorang mengidap malaria?

Ada empat jenis malaria yang dapat menginfeksi manusia, yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium falciparum. 

Jenis plasmodium falciparum memiliki risiko kematian lebih tinggi dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah. Namun secara umum, malaria menunjukkan gejala yang sama. 

Biasanya gejala muncul dalam 10 hari hingga 4 minggu setelah terinfeksi. Bahkan beberapa orang baru menunjukkan gejala setelah beberapa bulan. Biasanya gejala yang muncul, seperti:

  • Gemetar kedinginan sedang hingga parah
  • Demam tinggi
  • Banyak berkeringat
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Anemia
  • Nyeri otot
  • Kejang
  • Tinja berdarah
  • Hingga koma

Jika mengidap malaria, seseorang dapat menularkan ke orang lain melalui darah. Sehingga orang dapat tertular jika:

  • Menjalani transplantasi organ yang berasal dari penderita malaria
  • Transfusi darah
  • Penggunaan jarum suntik bersama

Komplikasi malaria

Selain menimbulkan gejala yang sudah disebutkan, malaria juga bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti:

  • Pembengkakan pembuluh darah otak, atau malaria otak
  • Cairan di paru-paru yang menyebabkan masalah pernapasan, atau edema paru
  • Gagal organ ginjal, hati atau limpa
  • Anemia karena kerusakan sel darah merah
  • Gula darah rendah

Malaria terus terjadi di dunia

Menurut data terbaru dari WHO, pada 2019 diperkirakan ada 229 juta kasus malaria di seluruh dunia. Dari kasus tersebut, berasal dari tahun yang sama, terdapat 409 ribu kasus malaria yang menyebabkan kematian.

Masih dari tahun yang sama, diketahui bahwa kelompok usia yang paling rentan tertular adalah anak yang berusia di bawah 5 tahun. Mereka menyumbang 67 persen dari semua kematian yang disebabkan oleh malaria di seluruh dunia. 

Karena itu, pengendalian malaria pun sangat serius. Total pendanaan untuk pengendalian dan eliminasi malaria diperkirakan mencapai 3 miliar US dolar pada 2019. Kontribusi dari pemerintah negara endemis mencapai 900 juta US dolar, mewakili 31 persen dari total pendanaan.

Bagaimana dengan malaria di Indonesia? 

Di masa pandemi, malaria masih tetap menjadi perhatian khusus. Karena pemerintah juga berusaha mencegah peningkatan kasus malaria di saat pandemi COVID-19. 

Apalagi beberapa gejala malaria mirip dengan COVID-19, seperti demam, sakit kepala dan nyeri otot. Apabila seseorang terkena malaria, maka itu dapat memperburuk kondisinya jika orang tersebut juga positif COVID-19. 

Dan di masa pandemi pemerintah menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menjaga jarak. Prokes ini guna membantu menurunkan angka malaria di Indonesia.

Sementara itu, menurut situs kemkes.go.id, pemerintah menargetkan pada 2024 mendatang, sebanyak 405 kabupaten atau kota mencapai eliminasi malaria. Periode 2020 hingga 2024 dianggap periode penting untuk mencapai bebas malaria pada 2030 mendatang. 

Demikian informasi tentang malaria di dunia dan Indonesia. Dalam peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS), yuk sama-sama cegah malaria.

Salah satu cara pencegahan malaria yakni menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan jika kamu tinggal di daerah rentan malaria, tidur menggunakan kelambu bisa membantu mencegah gigitan nyamuk yang terinfeksi. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Kemkes.go.id, diakses 23 April 2021
Waspadai Malaria di Tengah Pandemi Covid-19
WHO, diakses 23 April 2021
Malaria
CDC, diakses 23 April 2021
Malaria
Healthline, diakses 23 April 2021
Malaria

    register-docotr