Info Sehat

Jangan Dibuang! Ini 7 Tips Unik Mengolah Makanan Sisa agar Lebih Bermanfaat

October 16, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Saat mendengar kata ‘makanan sisa’, mungkin yang terlintas di pikiran kamu adalah sampah yang harus dibuang. Padahal itu masih bisa diolah dengan kreatif tanpa harus membuangnya ke tempat sampah.

Hal inilah yang dikampanyekan melalui Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober. Yuk, ketahui cara mengolah makanan sisa agar lebih bermanfaat, tanpa harus membuangnya begitu saja.

Baca juga: Sedang Program Menggemukkan Badan tapi Harus Puasa, Ini 4 Tipsnya

Kecenderungan masyarakat Indonesia membuang makanan sisa

Umumnya, alasan seseorang membuang makanan sisa begitu saja adalah karena makanan tersebut memang rusak, jumlahnya terlalu banyak, atau tidak suka dengan cita rasanya.

Hal ini disampaikan dalam riset yang dilakukan terhadap 500 masyarakat Kota Bandung kelas menengah. Ketika ditanya tentang apa hal yang mereka lakukan dengan makanan sisa, sebanyak 33 persen mengatakan membuangnya.

Fakta ini menunjukkan bahwa setiap pihak perlu saling bekerja sama dalam melakukan pengelolaan sampah makanan dengan lebih baik lagi. Salah satunya adalah dengan mengolahnya lewat cara-cara yang mudah dan kreatif.

Berapa lama makanan sisa masih baik untuk disimpan?

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan agar tidak memakan sisa makanan yang berumur lebih dari empat hari.

Meninggalkan makanan pada suhu kamar selama lebih dari dua jam juga tidak direkomendasikan. Alasannya karena saat itulah bakteri sangat rentan untuk berkembang di dalamnya.

Apa yang kamu lakukan sebelum, selama, dan setelah proses memasak juga akan berpengaruh pada berapa lama sisa makanan tetap aman untuk dimakan.

Jadi jika kamu ragu tentang apa yang akan kamu makan, maka sebaiknya hindari memakannya dan olah saja makanan sisa tersebut dengan cara yang kreatif daripada membuangnya ke tempat sampah.

Cara unik dan mudah mengelola makanan sisa

Yuk, coba beberapa cara mengolah makanan sisa di bawah ini untuk membantu mengurangi limbah pangan di Indonesia.

1. Masak dalam porsi sedikit

Jika membuang sisa makanan adalah hal yang rutin kamu lakukan, maka kemungkinan selama ini kamu memasak terlalu banyak makanan.

Mulai sekarang, cobalah untuk menghasilkan lebih sedikit sampah makanan sisa dengan mengurangi porsi masakan. Bagi satu resep yang biasa kamu buat menjadi dua, atau tiga, sehingga bisa mengurangi risiko makanan yang terbuang sia-sia.

2. Simpan ke dalam freezer

Daripada dibuang, ada baiknya jika kamu menyimpan makanan sisa di dalam freezer. Ya, cara ini adalah jalan pintas untuk mendapatkan hasil maksimal dari sisa makanan yang kamu miliki.

Misalnya, sisa lasagna bisa dibungkus dalam beberapa porsi individu sebelum dibekukan. Kamu bisa memanaskannya kapan saja saat ingin memakannya kembali.

3. Coba buat kaldu tulang

Kaldu adalah makanan lezat dan bergizi yang bisa dibuat dengan sisa-sisa tulang maupun daging.

Jika kamu hendak membuatnya, cukup masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam panci berisi air panas, lalu masak dengan api kecil selama 24-48 jam. Selanjutnya saring kaldu, pindahkan ke toples, dan simpan di lemari es.

4. Membuat crouton menggunakan roti yang basi

Roti adalah jenis makanan yang memiliki masa kedaluwarsa singkat. Nah, jika roti yang ada di rumah sudah basi, jangan dibuang dulu ya. Lebih baik jadikan roti tersebut crouton yang lezat saja.

Crouton secara bahasa diartikan remahan, ini banyak dijadikan taburan di atas salad atau makanan sejenis itu.

Cara membuatnya mudah sekali, pertama-tama potong-potong roti menjadi kubus, lalu taburi dengan minyak zaitun. Kamu juga bisa menambahkan bumbu rempah lain seperti bawang putih, lada hitam, atau daun rosemary.

Kemudian, susun roti tersebut di atas loyang yang telah dilumuri mentega lalu panggang selama 10-15 menit pada suhu 205°C. Voila… kamu sudah bisa menikmati crouton yang renyah dan lezat.

5. Tumbuhkan kembali sayuran di dalam air

Tak banyak yang tahu jika beberapa jenis sayuran seperti kubis, daun bawang, dan seledri bisa ditanam kembali di dalam air.

Cara ini tak hanya akan jadi jalan untuk memanfaatkan batang sayuran sisa memasak, tapi juga bisa menghemat pengeluaran untuk membeli sayur-sayuran.

Kamu hanya perlu memotong bagian bawah batang sayuran tersebut lalu letakkan di mangkuk pendek dengan air secukupnya untuk menutupi akar dan tunggu selama beberapa hari ke depan.

6. Gunakan ampas kopi sebagai pupuk

Dilansir dari Healthline, bubuk kopi ternyata adalah pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman.

Jika kamu ingin menggunakannya untuk membuat tanaman semakin subur, cukup taburkan bubuk kopi sisa tersebut ke tanah di sekitar tanaman. Tapi jangan terlalu banyak ya, karena tanah dapat menggumpal dan mencegah air mencapai tanah.

7. Buat pengharum ruangan DIY dari kulit jeruk

Aromanya yang segar membuat kulit jeruk sering dijadikan bahan pewangi ruangan. Nah daripada membelinya di toko, kenapa tak membuat pewangi ini sendiri saja?

Kamu bisa memilih beberapa jenis kulit jeruk seperti jeruk bali, limau, atau jeruk dan mengisinya dengan kombinasi garam laut, rempah-rempah, dan minyak esensial.

Kamu juga bisa merebus kulit jeruk dengan air dan rempah-rempah, seperti kayu manis atau cengkeh, untuk menambah kesegaran di ruangan di rumah kamu.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Universitas Parahyangan diakses pada 15 Oktober 2021

Healthline diakses pada 15 Oktober 2021

Work week lunch diakses pada 15 Oktober 2021

Foodhero diakses pada 15 Oktober 2021

 

    register-docotr