Info Sehat

Mitos-mitos Tentang Vaksin, Jangan Mudah Percaya!

April 21, 2020 | Ajeng Annastasia | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Oleh dr. Dwi Widyani Rosnia S.

Vaksin atau imunisasi menjadi salah satu kegiatan yang penting bagi kesehatan anak. Namun demikian, masih banyak mitos yang beredar tentang vaksin.

Padahal ada banyak bahaya tidak divaksin terutama bagi tumbuh kembang anak. Salah satunya membuat anak menjadi lebih rentan terserang jenis penyakit tertentu.

Baca juga: Meski Belum Ada Vaksin, Pasien COVID-19 Tetap Bisa Sembuh! Bagaimana Caranya?

Apa itu vaksin?

cara melebatkan rambut bayi
Bahaya tidak divaksin bisa mulai dirasakan sejak bayi (Foto: Shutterstock)

Vaksin merupakan bentuk lemah dari kuman penyakit yang disuntikkan ke dalam tubuh. Tubuh kemudian akan memproduksi antibodi untuk melawannya.

Nah, jika nanti ada kuman penyakit yang sebenarnya datang menyerang tubuh, antibodi yang sudah terbentuk akan langsung menghancurkannya. Oleh sebab itu, tubuh anak rentan kena bahaya tidak divaksin.

Banyaknya mitos yang masih beredar tentang vaksin pun membuat tak sedikit orang tua yang enggan memberikannya pada anak. Berikut daftarnya:

1. Vaksin melanggar aturan agama

Banyak keraguan mengenai kehalalan vaksin, terutama kandungannya yang ditengarai berasal dari gelatin babi.

Pada tahun 2018, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa MUI No. 33 mengenai kehalalan vaksin MR, di mana gelatin pada vaksin telah mengalami transformasi sehingga berbeda dari zat awalnya.

Jika MUI telah mengatakan demikian, tentunya Moms tidak perlu takut akan merasa melanggar aturan agama, khususnya bagi umat muslim.

2. Vaksin menyebabkan autisme pada anak

Penelitian yang dilakukan oleh Institute of Medicine di Amerika Serikat menemukan bahwa 1 juta anak tidak ditemukan satu pun mengalami autisme yang berhubungan dengan vaksin. Begitu pula dengan penelitian-penelitian lain yang telah dilakukan sesudahnya.

3. Imunitas alami anak akan menurun karena vaksin

Mitos ini keliru karena vaksin sebenarnya justru membantu membentuk kekebalan tubuh alami. Nantinya tubuh akan mampu melawan bakteri-bakteri tersebut. Termasuk di antaranya Difteri, Pertusis, Tetanus (DPT), Polio dan Haemophilus influenzae type B.

Baca juga: 3 Tips Beraktivitas saat Flu Menyerang, Olahraga Harus Tetap Dilakukan

Cara lain tingkatkan imunitas tubuh

makanan manis aman untuk diabetes
Selalu makan makanan bergizi demi kesehatan (Foto: Shutterstock)

Perlu diperhatikan bahwa vaksin sebenarnya bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan imunitas. Ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan utnuk menjaga kekebalan tubuh.

Misalnya seperti menerapkan gaya hidup sehat, meningkatkan asupan makanan bergizi, rajin berolahraga, menghindari stres, dan mengonsumsi suplemen. Termasuk suplemen vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, zinc, magnesium, dan lain-lain. 

Dengan menerapkan gaya hidup sehat, plus mendapatkan vaksin sesuai jadwal, diharapkan nantinya tubuh anak akan lebih kuat dan sehat. Selamat menjadi sahabat vaksin!

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya!

Reference

Institute of Medicine (US) Immunization Safety Review Committee. Immunization Safety Review: Vaccines and Autism. Washington (DC): National Academies Press (US); Immunization Safety Review: Vaccines and Autism. (2004) Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK25349/

    Berita Terkait
    register-docotr