Info Sehat

Air Liur Berlebihan Bikin Tak Nyaman, Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

June 23, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Air liur berlebihan, atau yang juga disebut dengan hipersalivasi, adalah kondisi ketika kelenjar ludah lebih banyak menghasilkan liur dari biasanya. Jika terjadi penumpukan, air liur bisa saja menetes keluar mulut tanpa disadari.

Pada remaja dan orang dewasa, hipersalivasi mungkin merupakan tanda dari gangguan kesehatan tertentu. Kondisi itu dapat bersifat sementara atau kronis, tergantung dari penyebabnya.

Lantas, apa faktor pemicunya? Simak ulasan lengkapnya berikut!

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Tidur Ngiler, Ketahui Juga Berbagai Faktor Penyebabnya

Berbagai penyebab air liur berlebihan

Meski umumnya tidak berbahaya, air liur berlebihan bisa membuatmu tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas harian yang dikerjakan. Ada banyak hal yang bisa memicu peningkatkan produksi air liur. Mulai dari reaksi alergi, asam lambung yang naik, hingga kekurangan nutrisi.

Berikut 7 faktor yang sering menyebabkan produksi air liur berlebihan:

1. Reaksi alergi

Gejala dari alergi bukan hanya munculnya ruam di kulit yang sering kali disertai rasa gatal, tapi juga mata dan hidung berair serta hipersalivasi. Zat alergen seperti debu bersifat iritatif, dapat memicu produksi air liur berlebihan.

Tak perlu khawatir, reaksi alergi tersebut akan mereda begitu paparan alergen menghilang. Namun, kamu bisa melakukan langkah pencegahan dengan menghindari paparan terhadap zat alergen tersebut.

2. Asam lambung naik

Asam lambung yang naik ke atas atau yang biasa disebut dengan GERD (gastroesophageal reflux disease) bisa memicu produksi air liur lebih banyak. Biasanya, hipersalivasi yang dipicu oleh naiknya asam lambung disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Bau mulut
  • Muncul sensasi atau rasa asam di dalam mulut
  • Sering bersendawa
  • Perut mulas

3. Efek samping obat

Kelenjar ludah manusia dikendalikan oleh sistem saraf parasimpatis, berhubungan dengan respons tubuh terutama saat sedang stres. Saraf tersebut kebalikan dari sistem saraf simpatik, yang berfungsi memberi respons tubuh normal.

Produksi air liur berlebihan bisa disebabkan oleh aktifnya saraf parasimpatis. Hal itu dapat dipicu oleh banyak hal, salah satunya karena obat-obatan medis. Ya, obat tertentu bisa punya efek samping meningkatkan produksi air liur.

Obat-obatan itu di antaranya adalah klonazepam (Klonopin) untuk mengatasi kejang, dan clozapine (Versacloz, FazaClo, Clorazil) antipsikotik untuk mengobati pasien skizofrenia.

Meski punya efek samping meningkatkan produksi air liur, jangan pernah menghentikan konsumsinya tanpa anjuran dokter.

Baca juga: 5 Efek Samping Obat Penenang yang Harus Diketahui Sebelum Meminumnya

4. Paparan bahan kimia

Produksi air liur berlebihan juga dapat dipicu oleh paparan bahan kimia tertentu, lho.

Menurut Sam Huh, MD, asisten profesor di bidang Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) di New York, beberapa bahan kimia yang terkandung dalam insektisida seperti penyemprot nyamuk bisa mengaktifkan sistem saraf parasimpatis.

Seperti yang telah disebutkan, sistem saraf tersebut bisa meningkatkan produksi air liur di kelenjar ludah.

5. Efek dari mual

Salah satu penyebab hipersalivasi yang jarang diketahui adalah karena mual. Kondisi mual sering kali dikendalikan oleh sistem saraf parasimpatis. Mual di sini bisa terjadi karena banyak hal, seperti mabuk perjalanan, sakit, atau kehamilan.

Baca juga: 5 Jenis Obat Mual Muntah yang Bisa Dibeli di Apotek, Ini Daftarnya!

6. Sedang sakit

Orang yang sedang sakit biasanya mengalami peningkatan air liur. Infeksi misalnya, dapat memicu kelenjar ludah menghasilkan lebih banyak air liur untuk mengeluarkan bakteri. Tak perlu khawatir, ini akan berangsur normal setelah infeksi sembuh.

Begitu juga dengan gangguan neuromuskular seperti Parkinson, pengidapnya bisa mengalami penumpukan air liur di mulut karena kesulitan menelan.

7. Kekurangan nutrisi

Penyebab air liur berlebihan yang terakhir adalah karena kekurangan nutrisi tertentu. Orang yang mengalami defisiensi vitamin B3 atau niasin misalnya, biasanya ditandai dengan perubahan warna lidah menjadi merah cerah, muntah, diare, dan peningkatan produksi air liur.

Bagaimana mengatasinya?

Perawatan dan penanganan terhadap kasus air liur berlebihan tergantung dari penyebab dan keparahannya. Meski pengobatan rumahan biasanya cukup efektif, hipersalivasi kronis umumnya membutuhkan bantuan medis.

Berikut beberapa perawatan yang bisa kamu lakukan:

  • Cara rumahan: Menyikat gigi secara teratur dapat mengurangi masalah pada gusi dan iritasi mulut yang bisa menyebabkan penumpukan air liur
  • Obat-obatan: Obat tertentu bisa membantu mengurangi produksi air liur. Glycopyrrolate misalnya, dapat memblokir impuls saraf ke kelenjar ludah sehingga dapat menekan produksi air liur
  • Suntik botulium toxin: Lebih populer dengan istilah botox, suntikan langsung diarahkan ke kelenjar ludah utama untuk melumpuhkan saraf dan otot di area itu agar mencegah produksi air liur. Cara ini biasanya dilakukan untuk kasus hipersalivasi kronis dan hanya atas anjuran dokter
  • Operasi: Pembedahan untuk mengangkat kelenjar ludah utama dilakukan untuk hipersalivasi kronis
  • Terapi radiasi: Teknik ini bertujuan menekan produksi air liur, tapi punya efek samping menyebabkan mulut menjadi lebih kering

Nah, itulah ulasan tentang kondisi air liur berlebihan beserta penyebab dan cara mengatasinya. Untuk mengetahui penyebab pastinya, kamu bisa periksakan diri ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 15 Juni 2021, What Is Hypersalivation and How Is It Treated?
  2. Medical News Today, diakses 15 Juni 2021, Everything you need to know about hypersalivation.
  3. Live Strong, diakses 15 Juni 2021, Too Much Saliva in Your Mouth? Here’s What Your Body’s Trying to Tell You.

    register-docotr