Covid-19

Benarkah ASI Dapat Menjaga Imunitas Bayi dan Melindunginya dari COVID-19?

August 7, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Salah satu hal yang menjadi pertanyaan di tengah pandemi seperti saat ini adalah manfaat air susu ibu (ASI) terhadap infeksi COVID-19. Disebut-sebut ASI dapat menjaga imunitas bayi dan melindunginya dari COVID-19.

Pada dasarnya, ASI memang memiliki banyak sekali manfaat untuk bayi, di antaranya yakni menyediakan nutrisi ideal untuk bayi hingga menjaga berat badan bayi sehat.

Terkait dengan hal tersebut, apakah ASI juga bisa menjaga imunitas bayi atau melindungi bayi dari infeksi COVID-19? Nah, untuk mengetahui jawabannya yuk Moms simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Agar Tetap Aman, Ini 4 Cara Menjaga Saturasi Oksigen pada Ibu Hamil

Benarkah ASI dapat menjaga imunitas bayi dari infeksi COVID-19?

Perlu Moms ketahui bahwa ASI ternyata mampu menjaga imunitas bayi dari infeksi COVID-19, sehingga memberikan perlindungan untuk si Kecil.

Dokter spesialis anak sekaligus anggota Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Wiyarni Pambudi mengatakan, secara fisiologis, selain makronutrien dan mikronutrien, ASI juga mengandung enzim, hormon, dan faktor bioaktif yang mampu melindungi tubuh.

Wiyarni sendiri merujuk pada riset yang diterbitkan di jurnal Front Public Health mengenai kandungan anti-infeksi, antiradang, dan imunomodulator pada ASI.

Dalam jurnal tersebut, ditemukan bahwa beberapa komponen ASI mampu menjaga imunitas bayi, sehingga memberikan perlindungan kepada si Kecil.

Adapun komponen tersebut di antaranya adalah mucin (proteksi benteng mukus, antimikrobial, modulasi sistem imun), lactalbumin (antimikrobial, modulasi sistem imun), lactadherin (respons inflamasi, modulasi sistem imun), dan casein (antiinflamasi dan proteksi mukus).

Tak hanya itu, ditemukan juga immunoglobulin (modulasi sistem imun), lactoferrin (antimikrobial dan antiparasit, mendorong homeostasis mikrobial), serta asam amino (antimikrobial, modulasi sistem imun dan pembentukan jaringan).

ASI mengandung antibodi penting

ASI mengandung antibodi yang dapat membantu bayi melawan virus dan bakteri. Utamanya, berlaku untuk kolostrum. Kolostrum sendiri menyediakan sejumlah besar immunoglobulin A (IgA) serta beberapa antibodi lainnya.

Ketika Moms terpapar virus ataupun bakteri, Moms mulai memproduksi antibodi yang kemudian masuk ke dalam susu. Antibodi ini membantu sistem kekebalan mengenali dan menghancurkan patogen seperti halnya COVID-19.

Baca juga: Tren Donor ASI saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dan Syaratnya

Lalu bagaimana dengan ibu yang positif COVID-19?

Seperti yang sudah diketahui bahwa ASI memang dapat menjaga imunitas si Kecil dari infeksi COVID-19. Lalu, bagaimana jika ibu terkonfirmasi COVID-19, masihkah dapat memberikan ASI? Terkait dengan hal tersebut, Wiyarni pun memberikan penjelasan.

Pada dasarnya, ibu menyusui yang terkonfirmasi positif COVID-19 tetap bisa memberikan ASI untuk bayinya. Bahkan menurut hasil dari penelitian, ASI pada ibu yang positif COVID-19 memiliki kandungan antibodi yang tinggi.

“Pada ibu yang terkonfirmasi positif ternyata di dalam ASI nya, mengalir antibodi Imunoglobulin A dan G, mengalir pula lactalbumin, lactoferin, dll yang secara spesifik merupakan benteng perlawanan terhadap SARS-CoV-2. Inilah yang disebut imunisasi pasif yang alami, yang diberikan ibu penyintas COVID-19 kepada bayinya,” kata Wiyarni seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aktivitas antibodi tersebut masih dapat bertahan selama 7-10 bulan setelah infeksi.

Peningkatan kekebalan tubuh pada ibu yang telah vaksinasi COVID-19

Di samping hal tersebut, peningkatan kekebalan tubuh juga ditemukan pada ibu menyusui yang telah mendapatkan vaksin COVID-19. Bahkan, kadar antibodinya telah meningkat sejak 14 hari setelah menerima dosis pertama vaksin.

Dengan kata lain, secara tidak langsung ibu yang sudah vaksinasi juga dapat menguatkan imunitas bayi.

“Pada ibu yang telah vaksinasi COVID-19 ditemukan kadar antibodi slgA (secretory Immunoglobulin A) spesifik SARS-CoV-2 dalam ASI meningkat pesat dalam waktu 14 hari pascavaksinasi dosis pertama, semakin kuat setelah minggu ke-4 dan terukur lebih tinggi pada minggu ke-5 dan ke-6,” jelas Wiyarni.

Senada dengan hal tersebut, dilansir laman Cedars Sinai, satu studi terhadap 84 wanita juga mendeteksi produksi antibodi IgA dan IgG yang kuat dalam ASI selama 6 minggu pascavaksinasi.

Para peneliti juga mengamati efek penetralan pada protein kekebalan, yang mana hal tersebut dapat berpotensi menjaga imunitas bayi, sehingga melindungi bayi dari COVID-19.

Dokter spesialis penyakit menular pediatrik, Dr. Priya Soni, mengatakan bahwa kehadiran antibodi IgA sangat menjanjikan, karena protein tersebut merupakan alat utama dalam memerangi virus (COVID-19) yang menempel dan menargetkan selaput lendir.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai apakah ASI dapat menjaga imunitas atau melindungi bayi dari COVID-19 atau tidak. Jika Moms memiliki pertanyaan terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Cedars Sinai (2021). Diakses pada 06 Agustus 2021. Liquid Gold: How Breast Milk Could Pass Along COVID-19 Immunity 

CNN Indonesia (2021). Diakses pada 06 Agustus 2021. ASI, Susu ‘Ajaib’ yang Lindungi Bayi dari Covid-19 

Healthline (2020). Diakses pada 06 Agustus 2021. 11 Benefits of Breastfeeding for Both Mom and Baby 

Sehat Negeriku (2021). Diakses pada 06 Agustus 2021. ASI Eksklusif Bantu Tingkatkan Kekebalan Bayi Dari Paparan COVID-19 

University of California (2020). Diakses pada 06 Agustus 2021. Breast milk could help treat COVID-19 and protect babies 

NCBI (2020). Diakses pada 06 Agustus 2021. Anti-Infective, Anti-Inflammatory, and Immunomodulatory Properties of Breast Milk Factors for the Protection of Infants in the Pandemic From COVID-19

    register-docotr