Covid-19

Agar Lezat dan Tetap Sehat, Ini Tips Memasak Daging Kambing yang Tepat

July 19, 2021 | Arianti Khairina
feature image

Mencicipi daging kambing saat Hari Raya Idul Adha tentu sudah menjadi tradisi bagi sebagian orang. Tapi ingat ya, kamu tak boleh sembarangan saat mengolahnya agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Bagaimana cara mengolah daging kambing agar tetap baik bagi kesehatan? Yuk simak informasinya berikut ini!

Kandungan nutrisi daging kambing

Walaupun sebenarnya menyehatkan, daging kambing juga mengandung banyak lemak tak jenuh yang bisa memicu kolesterol jahat (LDL). 

Daging kambing juga disebut chevon, yaitu daging merah serbaguna yang bisa kamu panggang, dicampur menjadi rebusan atau dibuat menjadi dendeng. 

Menurut USDA, satu porsi 100 gram atau 3,5 ons daging kambing memiliki 109 kalori dan mengandung 20,6 gram protein. Selain itu, takaran ini juga rendah kolesterol, 0 karbohidrat, serta memiliki 2 gram lemak.

Baca juga: Konsumsi Torpedo Kambing Bisa Tingkatkan Vitalitas Pria, Benarkah Demikian?

Tips memasak daging kambing yang sehat 

Melansir laman Global News, ada banyak cara memasak daging kambing. Akan lebih baik jika kamu menggunakan metode slow cooking dengan api kecil guna melunakkan daging. 

Kamu juga perlu memasak sampai matang jika tidak ingin mendapatkan tekstur daging yang keras dan tidak menggugah selera.

Demi menghindari timbulnya bahaya kesehatan setelah mengonsumsi daging kambing, berikut ini ada beberapa tips cara mengolahnya agar lebih sehat untuk dimakan:

1. Hindari menambahkan santan kental ke dalam olahan daging kambing 

Mengonsumsi daging kambing yang dicampur dengan santan kental tentu sangat menggoda selera, misalnya seperti masakan gulai.

Namun, bagi kamu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kolesterol, ada baiknya untuk membatasi asupan makanan ini. Sebagai alternatif, kamu bisa mengolah daging dengan membuat semur atau sop. 

Lalu bila kamu ingin memasak tongseng kambing, sangat disarankan untuk tidak menambahkan santan kental ke dalam olahan daging kambing, ya. Kamu bisa menggantinya dengan santan encer untuk menambah rasa gurih.

2. Kombinasi olahan daging kambing dengan sayuran 

Selanjutnya kamu bisa mencoba kombinasikan sayuran ke dalam olahan daging kambing. Sebab sayuran yang dipadukan dengan daging merah bisa membantu mengurangi senyawa berbahaya saat proses pencernaan. 

Sebagai contoh, kamu cukup mencampurkan sayuran seperti kol, tomat, bayam, atau sayuran hijau lainnya ke dalam olahan daging yang sedang dimasak. Perlu kamu ketahui bahwa kandungan serat di dalam sayuran bisa memperlancar pencernaan dan mengurangi penyerapan kolesterol. 

Tak hanya itu saja, kamu juga bisa menambahkan rempah-rempah dan bumbu lainnya. Beberapa rempah ternyata juga bisa membantu untuk menurunkan kolesterol, seperti bawang putih yang bisa menurunkan LDL dan trigliserida hingga 20 mg/dL.

3. Pastikan memilih daging tanpa lemak

Lemak jenuh dan kolesterol pada daging kambing tergolong tinggi, sehingga asupannya perlu dibatasi.

Maka dari itu, apabila ingin mengonsumsi daging kambing, sangat disarankan untuk memilih bagian tenderloin atau daging has tanpa lemak yang lebih cepat empuk saat dimasak.

4. Hindari menggoreng daging kambing 

Seperti kita ketahui bahwa makanan yang diolah dengan cara digoreng sebenarnya tidak baik bagi kesehatan tubuh. Begitu juga dengan olahan daging kambing.

Sebagai solusinya kamu bisa mengolah daging kambing dengan cara dibuat menjadi satai, dibakar, dipanggang, atau dibuat sup.

5. Siapkan juga asupan minuman dan buah-buahan

Setelah mengonsumsi daging kambing, demi mencegah ancaman kolesterol tinggi, kamu bisa menyertai minuman atau makanan penurun kolesterol ke dalam menu. 

Contohnya seperti menyajikan teh hijau kaya flavonoid yang disebut katekin. Zat ini sebenarnya tidak memengaruhi kerja enzim yang memecah lemak. Namun, katekin bisa mengurangi penyerapan kolesterol dan meningkatkan kemampuan pembuangan kolesterol lewat feses. 

Jadi selain mengolah daging yang benar, penyajian sayur dan buah-buahan (seperti apel dan delima) sesudah makan juga penting.

Buah apel mengandung pektin, yaitu serat larut yang mampu menurunkan kadar LDL. Sementara itu, delima cukup ampuh untuk membantu penurunan penyerapan kolesterol dalam darah.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Globalnews.ca (2018) diakses pada 19 Juli 2021. Goat meat is healthier than beef and chicken — here’s how to cook it 
  2. Livestrong.com (2019) diakses pada 19 Juli 2021. Is Goat Meat Healthy?
  3. Cookslarder.co.uk (2021) diakses pada 19 Juli 2021. 9 Benefits of Goat Meat & Why You Should Be Eating More 
  4. Healthline.com (2018) diakses pada 19 Juli 2021. 12 Health Benefits of Pomegranate
    register-docotr