Kehamilan

Aurel Keguguran, Apakah Hamil di Usia Muda Rentan Alami Hal Ini?

May 21, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Beberapa hari terakhir, dunia maya ramai diberitakan oleh peristiwa keguguran yang dialami artis muda Aurel Hermansyah.

Sang ibu, Krisdayanti, kepada JPNN menyebutkan bahwa salah satu penyebabnya adalah kelelahan akibat aktivitas yang terlalu banyak.

Yuk, ketahui hal-hal seputar hamil di usia muda, termasuk risikonya melalui ulasan berikut.

Baca juga: Apa Sih Pentingnya Menghitung dan Mengetahui Siklus Kesuburan bagi Wanita?

Keguguran pada wanita usia muda

Dilansir dari Very Well Family, remaja diketahui memiliki risiko keguguran dan komplikasi kehamilan yang lebih besar daripada rata-rata wanita dewasa.

Ditambah dengan begitu banyaknya remaja yang tidak tahu bahwa mereka hamil sampai menjelang persalinan, risiko mereka mengalami keguguran menjadi semakin besar lagi.

Remaja dan remaja yang lebih tua juga berisiko lebih besar mengalami preeklamsia. Ini adalah kondisi yang biasanya berkembang pada trimester kedua atau ketiga dan dapat menyebabkan bayi lahir mati.

Penyebab dan faktor risiko keguguran pada wanita usia muda

Bisa dikatakan penyebab keguguran pada remaja relatif sama dengan kasus keguguran pada umumnya. Kebanyakan ini terjadi ketika bayi yang belum lahir memiliki masalah genetik.

Adapun beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko keguguran antara lain adalah:

  1. Usia, terutama untuk remaja 15 tahun ke bawah
  2. Infeksi
  3. Kondisi medis pada ibu, seperti diabetes atau penyakit tiroid
  4. Masalah hormon
  5. Respons sistem kekebalan
  6. Kelainan rahim
  7. Merokok
  8. Minum alkohol
  9. Menggunakan narkoba
  10. Paparan radiasi atau zat beracun
  11. Obesitas, masalah yang berkembang di antara anak-anak dari segala usia
  12. Memiliki berat badan yang kurang
  13. Infeksi seksual menular
  14. Kurangnya perawatan prenatal

Kemungkinan diagnosis

Dilansir dari NCBI, seorang wanita berusia 27 tahun mengunjungi dokter setelah mengalami keguguran ketiganya saat kehamilan berusia enam minggu.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kondisi wanita tersebut baik-baik saja, semua kehamilan telah direncanakan dengan baik, di mana konsepsi terjadi dalam dua sampai empat bulan untuk setiap kehamilan, dan ia juga memiliki siklus haid yang teratur.

Beberapa diagnosis yang bisa dipertimbangkan dalam kasus keguguran pada wanita usia muda tersebut di antaranya adalah:

Kelainan anatomi

Hal ini teridentifikasi pada 15 persen kasus keguguran awal berulang. Beberapa kelainan yang diketahui antara lain septa, polip, dan fibroid.

Kelainan hormon

Sebanyak 8 sampai 10 persen kasus keguguran dini berulang pada populasi wanita lebih muda, disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik atau morfologi ovarium polikistik.

Selain itu, kelainan pada kadar hormon prolaktin dan tiroid juga bisa menjadi masalah bagi perkembangan janin di wanita kalangan usia tersebut.

Pemulihan keguguran untuk remaja

Sama halnya dengan wanita dewasa, remaja yang mengalami keguguran juga punya masalah pemulihan fisik dan emosional yang harus dihadapi. Akan tetapi sebagai seorang remaja, mungkin ada kesulitan tambahan dalam mengatasinya, misalnya:

  1. Rasa bersalah
  2. Kurangnya dukungan
  3. Komentar tidak peka
  4. Pengalaman pertama dengan kematian
  5. Kehilangan masa kecil

Dalam kebanyakan kasus, pemulihan fisik dari keguguran hanya membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari. Sementara itu, hubungi penyedia layanan kesehatan jika kamu mengalami pendarahan hebat, demam atau sakit perut.

Untuk mengoptimalkan pemulihan, hindari berhubungan seks atau memasukkan apa pun ke dalam vagina selama dua minggu setelah keguguran

Usia yang aman untuk hamil

Dilansir dari Healthline, secara teknis, wanita bisa hamil dan melahirkan anak sejak masa pubertas. Ini adalah periode di mana wanita mulai mendapatkan periode menstruasi hingga menopause. Tahun reproduksi wanita rata-rata adalah antara 12 dan 51 tahun.

Namun secara alami kesuburan akan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia. Para ahli mengatakan waktu terbaik untuk hamil adalah antara usia akhir 20-an dan awal 30-an.

Rentang usia ini dikaitkan dengan hasil terbaik bagi kamu maupun bayi. Satu studi menunjukkan usia ideal untuk melahirkan anak pertama adalah pada usia 30,5 tahun.

Penting untuk diingat bahwa usia hanyalah salah satu faktor yang harus menjadi pertimbangan untuk hamil. Kamu juga perlu mempertimbangkan kesiapan emosional dan finansial untuk hamil dan memulai sebuah keluarga ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Very Well Family diakses pada 20 Mei 2021

NCBI diakses pada 20 Mei 2021

JPNN diakses pada 20 Mei 2021

Healthline diakses pada 20 Mei 2021

Mayo Clinic diakses pada 20 Mei 2021

Web MD diakses pada 20 Mei 2021

    register-docotr