Categories
Diet dan Nutrisi

Tak Kalah dari Daging, Ini 8 Makanan Lain yang Kaya akan Protein

Memenuhi kebutuhan protein sangat penting bagi tubuh. Sumber protein yang paling terkenal adalah daging. Namun ternyata selain daging terdapat beberapa makanan lain yang juga tak kalah memiliki kandungan protein tinggi. Lalu, apa saja makanan yang mengandung protein selain daging?

Baca Juga: Sering Dibuang, Ternyata Ini Manfaat Tersembunyi Air Tajin untuk Kecantikan

Makanan yang mengandung protein selain daging

Protein zat makanan yang memiliki berbagai manfaat bagi tubuh seperti sumber energi dan perbaikan jaringan tubuh, pembentukan antibodi, serta pembentukan hormon dan enzim.

Daging memang merupakan salah satu makanan yang kaya akan protein, akan tetapi sebagian orang memilih tidak mengonsumsi daging atau menjadi seorang vegetarian. Terdapat beberapa makanan yang mengandung protein selain daging, berikut adalah daftarnya.

1. Telur

Telur utuh merupakan makanan paling sehat dan kaya akan kandungan nutrisi. Mereka kaya akan kandungan vitamin, mineral, lemak sehat, antioksidan, serta nutrisi yang dibutuhkan oleh otak.

Telur memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, putih telur merupakan protein murni.

Satu telur besar memiliki kandungan 6 gram protein dan 78 kalori. Akan tetapi, jika kamu memiliki alergi terhadap telur, sebaiknya hindarilah mengonsumsi makanan yang mengandung telur.

2. Almond

Selain memiliki rasa yang gurih dan tekstur yang renyah, kacang almond juga ternyata kaya akan kandungan protein. Satu ons kacang almond mengandung 6 gram protein dan 164 kalori.

Tak hanya kaya akan kandungan protein, kacang almond juga kaya akan kandungan nutrisi lainnya, seperti serat, vitamin E, mangan, dan magnesium.

3. Gandum

Gandum merupakan salah satu biji-bijian paling sehat yang tersedia. Mereka menyediakan serat sehat, magnesium, mangan, thiamin (vitamin B1), dan beberapa nutrisi lainnya. Setengah cangkir (120 ml) gandum kering memiliki kandungan 6 gram protein dan 4 gram serat.

Untuk memenuhi kandungan protein dalam tubuh, kamu dapat memilih mengonsumsi gandung secara utuh atau dengan mengombinasikannya dengan berbagai resep makanan.

4. Keju cottage

Keju cottage merupakan jenis keju yang rendah lemak dan kalori. Mereka kaya akan kalsium, fosfor, selenium, vitamin B12, riboflavin (vitamin B2), dan nutrisi lainnya. Dalam satu cangkir (226 gram) keju cottage rendah lemak mengandung 28 gram protein dan 163 kalori.

5. Makanan yang mengandung protein selain daging yakni termasuk brokoli

Brokoli merupakan sayuran sehat yang menyediakan vitamin C, vitamin K, serat, serta kalium. Tak hanya itu saja, brokoli juga menyediakan nutrisi bioaktif yang dapat membantu melindungi terhadap kanker.

Brokoli merupakan sayuran yang memiliki kandungan protein tinggi dibandingkan dengan sayuran lainnya.

Satu cangkir (96 gram) brokoli cincang memiliki 3 gram protein dan hanya memiliki 31 kalori.

6. Tahu, tempe, dan edamame

Tahu, tempe, serta edamame merupakan produk yang berasal dari kedelai. Kedelai dianggap sebagai sumber protein utuh, ini membuat mereka menyediakan semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh.

Baik tahu, tempe, serta edamame ketiganya mengandung zat besi, kalsium, dan 10-19 gram protein per 3,5 ons (100 gram).

Edamame bahkan juga kaya akan kandungan folat, vitamin K, san serat. Sedangkan tempe juga memiliki kandungan probiotik, vitamin B, dan mineral, seperti magnesium dan fosfor.

7. Lentil

Makanan yang mengandung protein selain daging lainnya adalah lentil. Mereka dapat digunakan dalam berbagai macam hidangan, mulai dari salad segar, hingga sup yang dibumbui oleh rempah-rempah.

Selain kaya akan kandungan protein, lentil juga kaya akan serat, magnesium, kalium, zat besi, folat, tembaga, serta mangan. Satu cangkir (198 gram) lentil rebus mengandung 18 gram protein dan 230 kalori.

Baca juga: Agar Asupan Gizi Terjaga, Yuk Kenali 8 Fungsi Protein bagi Tubuh!

8. Susu adalah makanan yang mengandung protein selain daging

Meskipun bukan merupakan makanan, susu adalah minuman yang terkenal kaya akan kandungan protein. Tak hanya memiliki kandungan protein yang berkualitas, susu juga tinggi akan kandungan kalsium, fosfor, serta riboflavin (vitamin B2).

Untuk memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh, kamu dapat mengonsumsi makanan yang mengandung protein diimbangi dengan susu.

Satu cangkir susu mengandung 8 gram protein serta 149 kalori. Sedangkan satu cangkir susu kedelai mengandung 6,3 gram protein dan 105 kalori.

Jika kamu ingin memenuhi asupan proteinmu tak ada salahnya lho untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein selain daging. Tak hanya mendapatkan kandungan protein yang baik bagi tubuh, kamu juga akan mendpatkan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Punya pertanyaan lain terkait dengan masalah ini? Silakan chat dokter kami melalui Aplikasi Grab Health. Dokter terpercaya kami akan membantumu selama 24/7.

Categories
Diet dan Nutrisi

Aman dan Mudah, Yuk Simak Cara Mengecilkan Perut Buncit Tanpa Olahraga!

Cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga bisa membuahkan hasil jika komitmen dalam menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat, lho! Nah, perlu diketahui bahwa perut buncit yang disebabkan lemak bisa berbahaya karena berpotensi mengelilingi organ dalam perut.

Karena itu, apabila memiliki perut buncit maka cara terbaik adalah mengurangi jumlah lemak agar mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan. Untuk lebih lengkapnya yuk simak beberapa cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga berikut.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Kenali Penyebab-penyebab Nyeri Saat Buang Air Kecil

Bagaimana cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga?

Dilansir dari Medical News Today, lemak visceral dikenal juga sebagai lemak perut bertugas untuk melepaskan hormon yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya.

Terkadang, lemak ini disebut dengan lemak aktif karena perannya dalam memproduksi berbagai hormon. Lemak satu ini sangat responsif terhadap makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga diet menjadi pilihan terbaik untuk mengurangi.

Namun, beberapa orang terkadang malas untuk melakukan aktivitas fisik untuk mengecilkan perut buncit. Nah, untuk itu simak berikut beberapa cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga yang bisa diikuti.

Konsumsi makanan rendah kalori

Cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga yang paling efektif adalah dengan makan lebih sedikit kalori. Tubuh akan membakar kalori lebih sedikit sehingga menyebabkan hilangnya lemak di seluruh tubuh, termasuk perut.

Makan lebih sedikit kalori daripada yang digunakan tubuh bisa menciptakan defisit kalori sehingga membantu membakar lemak visceral dan kelebihan lemak subkutan. Perlu diketahui, makanan rendah kalori seringkali lebih bergizi daripada makanan berkalori tinggi.

Karena itu, jika memiliki perut buncit maka hindarilah makanan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi misalnya makanan olahan dan gorengan. Ganti dengan makanan yang rendah kalori, seperti buah-buahan, kacang-kacangan, dan makanan gandum.

Cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga yakni dengan stop minuman manis

Mengonsumsi minuman yang mengandung banyak gula bisa menjadi pendorong utama kenaikan berat badan, terutama daerah perut. Asupan gula yang tinggi bisa meningkatkan kadar lemak visceral, menyebabkan resisten insulin, dan memicu peradangan di seluruh tubuh.

Karena itu, lakukan upaya mengecilkan perut buncit tanpa olahraga dengan segera hilangkan kebiasaan minum minuman manis. Jangan lupa juga memeriksakan kandungan gula dalam minuman, seperti soda, teh, dan kopi manis.

Rutin bersihkan sistem pencernaan

Membersihkan sistem pencernaan dengan rutin mengonsumsi minuman detoksifikasi dan jus juga bisa membantu mengecilkan perut buncit tanpa olahraga. Hal ini dikarenakan minuman detoksifikasi akan mengeluarkan racun dari dalam tubuh terutama sistem pencernaan.

Mulailah rutinitas pagi dengan minum segelas besar air hangat segera setelah bangun tidur. Jika rutin dilakukan, maka kamu akan melihat peningkatan tekanan secara instan.

Selain itu, mengecilkan perut buncit tanpa olahraga bisa juga dengan mencoba puasa intermiten atau diet 8 jam untuk membantu menurunkan berat badan.

Makan banyak buah dan sayur

Buah-buahan dan sayur bisa memberikan karbohidrat kompleks yang merupakan alternatif rendah kalori paling mudah didapatkan. Tak hanya itu, buah dan sayur juga dapat menambahkan serat ke dalam makanan.

Salah satu penelitian menunjukkan bahwa serat dalam makanan bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2. Diabetes tipe ini adalah suatu kondisi yang terkait dengan akumulasi lemak visceral dan kelebihan berat badan.

Pilih lemak sehat

Dalam mengonsumsi makanan, kamu perlu memerhatikan kandungan lemak di dalamnya. Nah, untuk membantu mengecilkan perut tanpa olahraga kamu bisa menambahkan makanan dengan lemak sehat ke dalam menu diet.

Perlu diketahui, lemak jenuh dan lemak trans bisa membahayakan jantung, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan stroke. Tak hanya itu, jenis lemak ini juga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan berkaitan erat dengan perkembangan lemak visceral.

Karena itu, segeralah rutin mengonsumsi lemak sehat sebagai gantinya karena dapat membantu mengurangi perut buncit. Beberapa makanan tinggi lemak, di antaranya alpukat, biji chia, kacang, mentega, dan zaitun.

Baca juga: Bayi Mengalami Bingung Puting? Simak, Berikut Tanda-Tanda dan Cara Menanganinya Moms!

Cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga dengan seimbangkan konsumsi suplemen

Langkah mengecilkan perut buncit tanpa olahraga harus diseimbangkan dengan konsumsi suplemen B kompleks dan kalsium. Suplemen ini sangat bermanfaat bagi wanita karena memiliki kadar estrogen berlebih, terutama seusia melahirkan.

Kadar estrogen setelah pubertas juga dapat membantu dalam menampung lemak baik di pinggul dan perut sehingga terkadang menyebabkan buncit. Karena itu, konsumsilah suplemen ini untuk menghilangkan kelebihan estrogen dan memberikan ukuran pinggang serta perut yang ramping.

Jika cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga di atas belum memberikan perubahan, maka bisa segera bicarakan dengan dokter. Dokter biasanya akan memberikan tips lain yang aman untuk membantu menghilangkan perut buncit.

Tanyakan masalah kesehatan lainnya, termasuk sistem pencernaan dengan dokter di Good Doctor. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi secara online hanya di Grabhealth Apps, ya!

Categories
Covid-19

Eucalyptus Bisa Efektif Tangkal Virus Corona? Cek Dulu Faktanya!

Belum lama ini eucalyptus menjadi populer karena dikabarkan dapat menangkal virus corona. Tumbuhan ini diklaim mampu mematikan virus corona.

Namun, apakah benar demikian? Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai eucalyptus agar kamu dapat menyimpulkan secara bijak dalam penggunaannya!

Apa itu eucalyptus?

Eucalyptus merupakan pohon cemara yang memiliki beberapa manfaat, termasuk dijadikan sebagai bahan dasar obat atau dijadikan minyak.

Tanaman ini berasal dari Australia, meskipun begitu eucalyptus kini banyak tumbuh di berbagai wilayah dunia.

Baca juga: Benarkah Vitamin D Bisa Turunkan Risiko Terkena Virus Corona?

Bagaimana cara pengolahannya?

Daun eucalyptus dapat dijadikan minyak esensial untuk pengguna topikal dan inhalasi. Daun dikeringkan, kemudian dihancurkan untuk melepaskan minyak esensial.

Kemudian setelah minyak diekstraksi, minyak esensial yang dihasilkan dari daun eucalyptus harus diencerkan sebelum dapat digunakan sebagai obat.

Manfaat ekstrak eucalyptus bagi kesehatan

Seperti dijelaskan sebelumnya, eucalyptus atau minyak kayu putih ini dapat dijadikan sebagai obat dan tentunya memiliki banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Apa saja manfaatnya?

Tinggi antioksidan

Teh yang dibuat dari eucalyptus atau kayu putih mengandung flavonoid tinggi yang merupakan antioksidan dan dapat menurunkan risiko kanker tertentu, penyakit jantung, dan demensia.

Meredakan gejala pilek

Eucalyptus mengandung senyawa yang disebut eucalyptol, yang telah ditemukan untuk mengurangi hidung tersumbat, frekuensi batuk, dan sakit kepala.

Mengobati kulit kering

Ekstrak daun eucalyptus telah terbukti meningkatkan produksi ceramide di kulit yang dapat meningkatkan kulit kering dan ketombe.

Bahan alami penolak serangga

Eucalyptus mengandung senyawa yang telah terbukti mampu mengusir nyamuk dan serangga menggigit lainnya.

Benarkah eucalyptus dapat menangkal virus corona?

Daun eucalyptus yang di ekstrak menjadi minyak esensial ini merupakan cairan tidak berwarna dengan memiliki aroma yang kuat, manis dan mengandung 1,8-cineole yang juga dikenal sebagai eucalyptol.

Daunnya pun juga mengandung flavonoid dan tanin. Flavonoid sendiri adalah antioksidan nabati dan tanin dapat membantu mengurangi peradangan.

Kandungan senyawa 1,8-cineole atau eucalpytol inilah yang disebut-sebut dapat menangkal atau menghambat perkembangbiakan virus corona. Namun, hal ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah dalam skala besar. Untuk memastikannya, diperlukan penelitian lebih lanjut.

Pantau perkembangan situasi pandemi di Indonesia melalui situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Bila kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar virus corona atau masalah kesehatan lainnya, kamu bisa chat dan berkonsultasi langsung di Grab Health. Caranya, buka aplikasi Grab lalu pilih fitur Grab Health, atau langsung klik disini.

Categories
Diet dan Nutrisi

Diet agar Tubuh Langsing Kok Berat Badan Malah Naik? Kamu Pasti Percaya Mitos-Mitos Ini

Banyak orang yang melakukan diet untuk menurunkan berat badan terjebak pada mitos-mitos yang bahkan belum terbukti kebenarannya. Alhasil, mitos-mitos itu justru mengakibatkan efek yang berbalik dan membuat berat badan malah bertambah.

Terkadang, kesalahan pemahaman terhadap mitos diet ini diikuti oleh banyak orang, padahal tidak memiliki fakta nutrisi yang kuat. Berikut beberapa mitos dan fakta untuk membantu kamu memilah informasi yang benar.

Baca Juga: Sering Disepelekan, Ternyata Memakai Krim Mata Itu Penting!

Mitos pertama: Tidak sarapan membantu menurunkan berat badan

Melewatkan sarapan banyak dianggap sebagai pola diet yang mampu menurunkan berat badan karena melewatkan satu waktu makan. Padahal melewatkan sarapan bisa membuat kamu merasa lelah dan lapar berat menjelang siang.

Rasa lapar ini justru akan membuat kamu lebih ingin memakan kudapan atau cemilan. Beberapa kasus, banyak orang yang makan pada saat sarapan justru lebih cenderung mempertahankan berat badan yang sehat daripada mereka yang tidak sarapan.

Mitos kedua: Tidak makan melebihi jam 8 malam

Banyak orang menganggap jika makan terlalu malam, atau hingga jam 8 malam akan menyebabkan kegemukan. Padahal tidak banyak penelitian yang membenarkan hal tersebut.

Melansir dari British Heart Foundation, memang sistem pencernaan akan lebih bekerja dengan baik apabila kamu tidak makan banyak sebelum tidur. Namun, sekalipun kamu makan malam yang yang sedikit terlambat tidak akan membuat kamu menjadi lebih gemuk.

Mitos ketiga: Mengurangi karbohidrat mampu menurunkan berat badan

Tidak mengonsumsi karbohidrat dianggap menjadi bagian dari pola diet yang baik. Padahal, tidak semua jenis karbohidrat itu buruk. Melansir dari medlineplus.gov karbohidrat memiliki dua bentuk, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat sederhana banyak ditemukan dalam makanan seperti kue dan permen. Sedangkan karbohidrat kompleks banyak ditemukan dalam roti gandum, kacang-kacangan, dan buah.

Karbohidrat sederhana minim akan vitamin dan nutrisi, sedangkan karbohidrat kompleks memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kamu. Kamu boleh mengurangi karbohidrat sederhana, namun harus tetap mempertahankan asupan karbohidrat kompleks pada menu diet.

Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi utama dalam yang membantu memberikan energi bagi tubuh. Ada tiga jenis utama karbohidrat yang ditemukan dalam makanan: gula, pati, dan serat. Bagi orang dewasa sehat dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari.

Sedangkan saat menjalani diet, orang dewasa sehat dianjurkan untuk mengurangi jumlah karbohidrat hingga setengahnya, yaitu sekitar 150-200 gram.

Mitos keempat: Percaya pada makanan berlabel “rendah lemak”

Fakta yang terjadi adalah banyak makanan atau minuman kemasan yang dilabeli “rendah lemak” justru mengandung banyak gula, tepung, maupun garam sebagai pengganti lemak yang dikurangi. Makanan dengan label seperti itu memiliki lebih banyak kalori daripada makanan tanpa label tersebut.

Selalu perhatikan label nutrisi pada kemasan untuk melihat berapa banyak kalori dalam satu porsi makanan atau minuman berlabel “rendah lemak tersebut”.

Mitos kelima: Percaya bahwa puasa mampu menurunkan berat badan

Banyak orang percaya bahwa puasa mampu menurunkan berat badan. Untuk jangka pendek mungkin iya. Namun untuk jangka panjang justru tidak direkomendasikan.

Claire MacEvilly, ahli gizi di MRC Human Nutrition Research Center di Cambridge mengatakan bahwa puasa dalam jangka panjang dengan komposisi nutrisi yang tidak teratur justru dapat menghilangkan lemak, massa otot dan jaringan tanpa lemak.

Hilangnya jaringan otot tanpa lemak menyebabkan penurunan tingkat metabolisme basal pada tubuh kamu. Metabolisme basal sendiri adalah jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Puasa yang terlalu ekstrem juga dapat membuat kamu lebih mudah merasa pusing atau lemah.

Mitos keenam: Percaya bahwa minuman berlabel “rendah kalori” baik untuk menurunkan berat badan

Anggapan bahwa minuman dengan label “rendah kalori” mampu menurunkan berat badan ternyata salah. Karena kebanyakan minuman seperti ini menggunakan lebih banyak pemanis buatan dibandingkan gula alami.

Mitos ketujuh: sengaja menahan lapar untuk menurunkan berat badan

Sengaja menahan lapar sangat tidak baik bagi kondisi tubuh. Menahan lapar dalam jangka panjang menyebabkan metabolisme tubuh terganggu dan membuat tubuh kehilangan lebih banyak massa otot dibandingkan lemak.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait mitos diet yang justru membuat berat badan naik, silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Categories
Kamus Obat

Tahukah Kamu Jus Lemon Bisa Jadi Obat Ginjal Alami? Yuk, Kenali Apa Saja Bahan Lainnya!

Obat batu ginjal alami bisa didapatkan dengan mudah dan terbukti bisa meredakan gejala penyakit, lho! Batu ginjal sendiri merupakan masalah kesehatan umum yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor penyebab.

Batu ginjal terdiri dari bahan limbah padat dan keras yang menumpuk dan membentuk seperti kristal. Batu-batu ini harus melakukan perjalanan melalui saluran kemih untuk keluar dari tubuh dan menyebabkan rasa yang sangat menyakitkan.

Baca juga: Serba-serbi Penyakit Aterosklerosis: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Apa saja obat batu ginjal alami?

Dilansir dari Medical News Today, sebagian besar kasus batu ginjal dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit, terapi cairan, atau jenis pengobatan lainnya.

Namun ada juga langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena batu ginjal. Umumnya, ada empat jenis utama batu ginjal tetapi sekitar 80 persen adalah batu kalsium oksalat.

Batu yang lebih besar dapat menyebabkan penyumbatan di bagian sistem kemih, sementara batu yang lebih kecil biasanya tidak menjadi masalah. Nah, pengobatan batu ginjal bisa dilakukan dengan cara alami antara lain:

Minum jus lemon

Lemon mengandung sitrat, yakni senyawa yang membantu memecah simpanan kalsium dan memperlambat pertumbuhan batu ginjal. Sebuah studi tahun 2019 juga menyebutkan jika jus lemon bebas gula merupakan obat yang efektif dalam menyembuhkan batu ginjal.

Faktanya, mengonsumsi 4 ons jus lemon dapat membantu meningkatkan kadar sitrat secara efektif. Namun, penting untuk memeriksa label pada produk jus karena biasanya ada yang mengandung pemanis dalam jumlah besar.

Konsumsi cuka sari apel

Cuka sari apel juga memiliki kandungan asam nitrat yang dapat membantu melarutkan simpanan kalsium. Sebuah studi tahun 2019 telah menemukan bahwa konsumsi cuka sari apel bisa mencegah risiko batu ginjal.

Untuk mendapatkan manfaatnya, tambahkan 2 sendok makan cuka sari apel dengan 200 ml air murni. Hindari konsumsi lebih dari satu gelas per hari karena cuka sari apel dalam jumlah besar bisa mengakibatkan peningkatan kadar kalium dan osteoporosis.

Jus kemangi

Obat batu ginjal alami lainnya adalah jus kemangi karena mengandung asam asetat yang dapat membantu memecah batu ginjal dan mengurangi rasa sakit.

Kemangi juga memiliki sifat antioksidan dan zat anti inflamasi sehingga bermanfaat juga sebagai obat gangguan pencernaan. Gunakanlah daun kemangi segar untuk membuat teh dan konsumsi beberapa gelas per harinya.

Namun, perlu diketahui jika jus kemangi tidak boleh dikonsumsi selama 6 minggu berturut-turut karena bisa menyebabkan gula darah rendah, tekanan darah rendah, dan meningkatkan perdarahan.

Air putih

Menambah asupan air putih dapat membantu mempercepat proses saat batu melewati saluran kencing. Dehidrasi merupakan salah satu risiko utama batu ginjal. Karena itu, usahakan untuk mengonsumsi 8 hingga 12 gelas air per harinya.

Perhatikan juga kondisi warna urin yang keluar karena jika berubah menjadi kuning gelap maka biasanya menandakan dehidrasi. Perbanyak konsumsi air putih sangat direkomendasikan karena mampu memperlancar batu ginjal untuk keluar dengan mudah.

Jus seledri

Jus seledri dianggap dapat membersihkan racun yang berkontribusi pada pembentukan batu ginjal. Selain itu, jus ini juga bisa membantu mengeluarkan batu melewati saluran kencing dan mengurangi rasa sakit.

Cukup campurkan satu atau lebih batang seledri dengan air dan minum secara rutin setiap hari. Perlu diperhatikan, jus seledri tidak boleh dikonsumsi jika memiliki kondisi seperti gangguan perdarahan, tekanan darah rendah, dan sedang ingin menjalani operasi tertentu.

Jus delima

Jus delima sudah digunakan selama berabad-abad untuk meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan. Tak hanya itu, delima juga dapat membantu membersihkan batu dan racun lain yang ada dalam sistem pencernaan.

Delima memiliki kandungan antioksidan yang bisa membantu menjaga kesehatan ginjal dan memiliki peran dalam mencegah perkembangan batu ginjal. Konsumsilah jus delima secara rutin setiap hari untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Baca juga: Manfaat Jinten untuk Kesehatan, Cegah Peradangan Hingga Turunkan Berat Badan

Kapan waktu tepat untuk menemui dokter?

Segera temui dokter jika batu ginjal tidak bisa keluar dalam waktu enam minggu atau mulai mengalami gejala yang parah. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai adalah sakit parah, terdapat darah pada urin, mengalami demam, mual, serta muntah.

Dokter biasanya akan menentukan apakah perlu melakukan perawatan lain untuk membantu mengeluarkan batu. Untuk mengurangi rasa sakit, penderita batu ginjal bisa mengonsumsi obat yang dijual bebas, termasuk acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen.

Tanyakan masalah kesehatan lainnya dengan dokter ahli di Good Doctor. Konsultasikan juga secara online hanya di Grabhealth Apps, ya!

Categories
Parenting

Ketahui Pola Asuh Anak yang Tepat agar Tumbuh Kembang Maksimal di Usianya

Moms, mendidik anak agar berkepribadian dan memiliki karakter yang baik memang tidak mudah. Perilaku anak sangat bergantung dari pola asuh yang diberikan oleh orang tua. Lalu sebenarnya, seperti apa pola asuh yang tepat bagi anak?

Sangat penting bagi orang tua untuk memastikan gaya pengasuhan yang diterapkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat dengan cara berinteraksi dengan mereka.

Seorang anak pertama kali belajar dari orang tua dan lingkungan terdekatnya yakni keluarga. Oleh karena itu, jangan sampai salah ya, Moms mendidik dan menerapkan pola asuh anak!

Seperti apa pola asuh yang tepat bagi anak?

Setiap orang tua memang memiliki cara masing-masing untuk mendidik anak. Yang perlu diiingat adalah sebaiknya perhatikan lah terlebih dahulu sifat dan karakter anak sebelum menerapkan suatu pola asuh tertentu.

Ada beberapa jenis pola asuh yang tepat bagi anak yang dapat diterapkan oleh orang tua. Setiap jenis pola asuh mengambil pendekatan yang berbeda untuk membesarkan anak-anak dan dapat diidentifikasi dengan sejumlah karakteristik yang berbeda.

Berikut adalah pola asuh yang tepat bagi anak yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Baca juga: Moms, Yuk Ketahui Apa Saja Perkembangan yang Dialami si Kecil saat Berumur 11 Bulan

1. Pola asuh otoriter

Orang tua yang otoriter biasanya memperlakukan anak-anak harus mengikuti aturan tanpa terkecuali. Mereka menggunakan gaya disiplin yang ketat dengan sedikit negosiasi. Ketika seorang anak mempertanyakan alasan di balik aturan, alasannya “karena ayah/ibu berkata begitu”.

Pola pengasuhan ini tidak mengizinkan anak-anak untuk terlibat dalam masalah. Sebaliknya, mereka membuat aturan dan menegakkan konsekuensinya dengan sedikit memperhatikan pendapat anak.

Biasanya orang tua yang menerapkan pola asuh ini menggunakan hukuman daripada kedisiplinan. Alih-alih mengajari seorang anak cara membuat pilihan yang lebih baik, mereka justru membuat anak-anak lebih merasa bersalah akan perbuatannya.

Kelebihan dari pola asuh ini adalah mengajarkan anak bahwa ada batasan dan harapan yang jelas untuk dicapai. Namun, kelemahannya adalah dapat membuat anak tertekan, kurang percaya diri, atau bahkan dapat berperilaku secara agresif.

2. Pola asuh autoritatif

Pola asuh autoritatif menerapkan aturan dan batasan yang jelas. Tidak seperti orang tua otoriter, pola asuh ini menjelaskan logika dan alasan di balik aturan. Mereka juga bersedia mendengarkan umpan balik, pertanyaan, dan keberatan anak-anak terhadap aturan tersebut.

Orang tua sering menyertakan anak-anak ketika membuat aturan, dan mencoba fokus pada penguatan pribadi anak yang positif ketika harapan terpenuhi, seperti pemberian pujian dan penghargaan.

Anak-anak yang cenderung dibesarkan dengan pola pengasuhan ini cenderung bahagia dan sukses. Mereka juga lebih pandai dalam membuat keputusan dan mengevaluasi risiko dari perbuatan yang mereka lakukan.

Pola pengasuhan ini sangat direkomendasikan karena dapat membuat anak dan orang tua memiliki rasa saling mengerti dan membuat hubungan keduanya lebih dekat.

3. Pola asuh permisif

Pola asuhan ini tidak benar-benar menerapkan aturan untuk anak mereka. Orang tua biasanya tidak memberikan batasan pada anak. Karena mereka toleran, anak-anak tidak memiliki harapan yang jelas untuk dipenuhi, dan jarang menerima konsekuensi dari perilaku buruk anak.

Orang tua yang menerapkan pola asuh ini menganggap mereka sebagai teman bagi anak-anak daripada orang tua.

Pola asuh ini menciptakan anak-anak yang sangat mandiri, tetapi kurang disiplin. Aturan dan batasan menjadi kurang berarti bagi mereka, maka dari itu anak-anak cenderung kesulitan untuk mengikuti aturan dan batasan.

4. Pola asuh tidak terlibat

Orang tua yang menerapkan pola asuh ini biasanya melepaskan anak-anak mereka dan mengharapkan mereka untuk membesarkan dirinya sendiri.

Orang tua juga tidak mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak. Akibatnya, anak-anak mungkin tidak memiliki banyak bimbingan, pengasuhan, serta mendapatkan perhatian dari orang tua.

Ada beberapa alasan di balik pola asuh tidak terlibat ini, misalnya penerapan pola asuh ini merupakan hasil dari tekanan tinggi yang terjadi pada orang tua, beban keuangan, serta terlalu banyak bekerja, sehingga membuat anak-anak kurang mendapatkan perhatian dari orang tua.

Dilansir dari Motherly, para ahli yang sepakat bahwa pola asuh tidak terlibat (pola asuh lalai) dapat membahayakan anak-anak. Pola asuh ini dapat sangat merugikan anak-anak, sehingga mereka sering menunjukkan masalah perilaku serta kurang merasa bahagia.

Menerapkan pola asuh yang tepat memang sangat penting bagi orang tua untuk mendidik anaknya menjadi pribadi yang lain. Pilihlah pola asuh terbaik yang dapat memberikan kepercayaan diri pada anak serta dapat mempererat hubungan orang tua dengan anak.

Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai masalah ini, Moms juga dpaat berkonsultasi dengan dokter kami melalui Aplikasi Grab Health. Dokter terpercaya kami siap membantumu selama 24/7.