Categories
Info Sehat

Penderita Hipertiroid Jangan Salah Makan, Berikut Sejumlah Makanan Penting Bagi Kamu

Hipertiroidisme atau hipertiroid adalah kondisi saat kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif sehingga melepas terlalu banyak hormon tiroid yang dapat memengaruhi kondisi tubuh seseorang.

Seseorang yang mengalami hipertiroid akan menunjukkan gejala seperti detak jantung tidak normal, tremor, kelenjar tiroid membesar atau gondok dan beberapa gangguan kesehatan lainnya. Untuk itu, kamu perlu mengetahui pantangan hipertiroid berikut ini.

Apa saja yang termasuk dalam pantangan hipertiroid?

Setidaknya ada lima jenis makanan yang perlu dihindari atau menjadi pantangan bagi penderita hipertiroid:

1. Makanan beryodium tinggi

Makanan yang mengandung yodium tinggi dapat menyebabkan hipertiroid atau dapat memperparah kondisinya dalam beberapa kasus. Jika dalam kondisi normal, direkomendasikan yodium sekitar 1,1 miligram per hari, maka orang yang mengalami hipertiroid perlu dosis yang lebih rendah.

Untuk menghindari dosis yodium yang tinggi, kamu bisa menghindari makanan seperti:

  • Susu
  • Makanan olahan susu
  • Keju
  • Kuning telur
  • Garam beryodium
  • Air beryodium
  • Beberapa pewarna makanan

2. Hindari nitrat untuk pantangan hipertiroid

Nitrat dapat membuat tiroid menyerap lebih banyak yodium dan ini dapat menyebabkan hipertiroid. Untuk menghindari makanan yang mengandung nitrat, kamu bisa menghindari atau membatasi makanan seperti:

  • Daging olahan seperti sosis dan bacon
  • Seledri
  • Selada
  • Bayam
  • Daun bawang
  • Kubis atau kol
  • Lobak
  • Wortel
  • Timun
  • Labu

3. Makanan mengandung gluten

Diet bebas gluten ternyata juga baik untuk orang yang hipertiroid. Dilansir dari salah satu jurnal, gluten dapat membahayakan tiroid pada beberapa orang. Jadi ada baiknya jika kamu juga mengurangi atau menghindari makanan mengandung gluten seperti:

  • Gandum
  • Ragi
  • Malt
  • Gandum Hitam
  • Triticale

4. Kacang kedelai

Meski bukan termasuk makanan yang mengandung yodium, tapi ternyata kedelai dapat mengganggu beberapa perawatan hipertiroid pada hewan. Karena itu sebaiknya hindari makanan seperti susu kedelai, kecap, tahu atau makanan berbahan dasar kedelai.

5. Kafein termasuk ke dalam pantangan hipertiroid

Makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, soda, dan coklat, dapat memperburuk gejala hipertiroidisme dan menyebabkan peningkatan kecemasan, gugup, mudah tersinggung, dan detak jantung yang cepat.

Jika kafein merasakan efek ini, maka menghindari atau membatasi asupan yang mengandung kafein adalah pilihan tepat. Cobalah mengganti minuman berkafein dengan teh herbal alami atau sari apel.

Jenis makanan yang dianjurkan untuk hipertiroid

Makanan ini dianjurkan untuk bisa mengimbangi fungsi kelenjar tiroid yang berlebihan. Makanan tersebut antara lain:

1. Makanan rendah yodium

Makanan rendah yodium dapat mengurangi produksi hormon tiroid yang terlalu aktif. Beberapa yang termasuk ke dalam jenis makanan rendah yodium antara lain:

  • Garam non-yodium
  • Putih telur
  • Buah segar
  • Kentang
  • Madu
  • Roti yang dibuat tanpa garam, susu dan telur

2. Beberapa jenis vitamin dan mineral

Jenis vitamin dan mineral tertentu dapat menunjang kesehatan tiroid dan membantu menyeimbangkan produksi hormon tiroid. Yang termasuk vitamin dan mineral ini antara lain:

  • Zat besi: Kacang-kacangan, daging merah, ayam kalkun, dan biji-bijian
  • Selenium: Kacang brazil, jamur, biji bunga matahari, daging sapi dan domba
  • Seng: buncis, bubuk kakao, kacang mete, jamur dan daging domba
  • Kalsium dan vitamin D: bayam, kubis, okra, susu almond, sereal kaya kalsium

3. Lemak sehat

Lemak sehat ini bisa yang berasal dari lemak nabati seperti alpukat atau minyak zaitun dan minyak kelapa. Lemak berfungsi untuk membantu melindungi kesehatan tiroid dan menyeimbangkan hormon tiroid.

4. Jenis rempah-rempahan

Beberapa rempah dan herbal memiliki sifat anti-inflamasi untuk membantu melindungi dan menyeimbangkan fungsi tiroid. Beberapa di antaranya yaitu kunyit dan lada hitam.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Grab Health. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7. Yuk berkonsultasi sekarang!

Categories
Kamus Penyakit

Pemicu Kambuhnya Epilepsi, Bisa Diakibatkan Kebiasaan Buruk hingga Penyakit Tertentu!

Pemicu kambuhnya epilepsi bisa dikarenakan oleh berbagai faktor, salah satunya kebiasaan buruk lho! Nah, epilepsi sendiri merupakan kejang yang disebabkan oleh aktivitas listrik dan abnormal di otak.

Namun, tidak semua kejang didefinisikan sebagai penyakit epilepsi sehingga perlu pemeriksaan bersama dokter. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan mengenai pemicu kambuhnya epilepsi berikut.

Baca juga: Penyakit Fibroid Rahim Jarang Tunjukkan Gejala, Kenali Sedini Mungkin Sebelum Terlambat

Apa saja pemicu kambuhnya epilepsi?

Ketika epilepsi, tubuh kemungkinan akan mengalami gejala umum seperti hilang kesadaran, mengalami gerakan otot yang tidak terkendali, dan mengalami perubahan persepsi sensorik.

Dilansir dari Healthline, gejala yang dialami selama kejang akan tergantung pada penyebab dan lokasi pada otak. Berbagai perilaku, faktor gaya hidup, dan kondisi medis bisa mendasari penyakit epilepsi.

Dalam beberapa kasus, mengidentifikasi pemicu kambuhnya epilepsi dapat membantu dalam mencegah kejang di masa depan. Nah, berikut beberapa faktor pemicu kambuhnya epilepsi yang perlu diketahui.

Akibat stres

Kejang yang dipicu oleh stres terlihat mirip dengan epilepsi, terutama dengan adanya gejala serupa seperti mati rasa serta kebingungan. Tetapi ada perbedaan aktivitas listrik otak antara kedua jenis tersebut.

Selain itu, orang dengan epilepsi dapat salah diagnosis dan pada kenyataannya kejang dipicu oleh kecemasan atau trauma yang mendasari. Tingkat stres yang tinggi bisa membebani tubuh dan meningkatkan risiko kejang.

Gula darah rendah bisa menjadi pemicu kambuhnya epilepsi

Ketika kadar gula darah turun dan terlalu rendah, keadaan ini disebut dengan hipoglikemia yang menyebabkan otak sulit berfungsi secara normal dan menyebabkan kejang. Hipoglikemia sendiri dapat terjadi akibat mengonsumsi obat diabetes.

Karena itu, penderita penyakit diabetes berisiko tinggi mengalami kejang. Jika kamu memiliki diabetes atau masalah lain yang berkaitan dengan gula darah maka segera ikuti perawatan dari dokter untuk mengatasinya.

Konsumsi alkohol

Faktor pemicu kambuhnya epilepsi salah satunya adalah akibat mengonsumsi alkohol. Bir, anggur, dan minuman beralkohol dapat memengaruhi kinerja otak terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Minuman beralkohol dapat mengganggu aktivitas listrik normal otak sehingga memicu terjadinya kejang. Biasanya, kejang akan kambuh lagi dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi alkohol.

Obat-obatan tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti pil tidur dan obat penghilang rasa sakit turut menjadi pemicu kambuhnya epilepsi. Selain itu, antidepresan seperti bupropion telah dikaitkan dengan kondisi kejang. 

Peningkatan risiko kejang dapat pula terjadi akibat mengonsumsi beberapa antibiotik, seperti penisilin dan kuinolon serta obat pereda rasa nyeri berupa tramadol. Karena itu, untuk mencegah kekambuhan kejang lakukan konsultasi dengan dokter ahli.

Pemicu kambuhnya epilepsi karena kurang tidur

Tidur merupakan salah satu aktivitas yang dibutuhkan tubuh untuk beristirahat. Jika tubuh kurang tidur, maka bisa memicu berbagai masalah serius termasuk kekambuhan penyakit epilepsi.

Kurang tidur bisa membuat otak menjadi stres dan meningkatkan risiko terjadinya kejang.  Karena itu, cobalah untuk mendapatkan cukup istirahat setiap malam dan konsultasikan dengan dokter jika sulit tidur.

Faktor lingkungan

Faktor lingkungan turut menjadi pemicu kambuhnya epilepsi. Misalnya rangsangan visual tertentu, seperti menonton televisi atau bermain video game. Untuk itu, sebaiknya kurangi pancaran sinar dari televisi atau alat elektronik lain karena bisa menyebabkan kejang kambuh.

Hindari juga kebiasaan merokok, konsumsi kafein, penggunaan obat-obatan tertentu, dan ikuti gaya hidup sehat. Jika didiagnosis menderita epilepsi, dokter biasanya akan merekomendasikan perubahan gaya hidup untuk membantu mengendalikan gejala.

Kondisi medis

Kondisi medis, seperti tekanan darah tinggi dan stroke dapat memicu terjadinya kejang. Untuk itu, disarankan mengikuti gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular lainnya.

Selain penyakit kardiovaskular, infeksi menular seperti meningitis, ensefalitis virus, dan AIDS juga bisa mengakibatkan epilepsi atau kejang. Demam tinggi akan berisiko tinggi menyebabkan kejang pada orang dewasa maupun anak-anak. 

Baca juga: Bikin Takut Duduk-Susah Berdiri, Ini Obat untuk Mengatasi Radang Sendi Lutut

Bagaimana mencegah pemicu kambuhnya epilepsi?

Memahami kondisi dan mengetahui faktor pemicu kambuhnya epilepsi dapat membantu mengendalikan penyakit. Bicarakan dengan dokter mengenai dosis obat yang diperlukan dalam perawatan yang sedang dilakukan.

Selain mendapatkan istirahat yang cukup, penderita epilepsi juga dianjurkan untuk rutin berolahraga untuk mengurangi depresi. Jangan pernah berhenti minum obat tanpa bicara dengan dokter. 

Beritahu dokter jika memiliki perubahan suasana hati yang tidak biasa atau mengalami migrain. Dokter mungkin akan meresepkan salah satu obat anti epilepsi untuk membantu mengatasi gejala yang muncul.

Tanyakan masalah kesehatan lainnya bersama dokter di Good Doctor. Konsultasikan juga secara online hanya di Grabhealth Apps, ya!

Categories
Info Sehat

Jauh dari Suatu Pertanda, Ini Arti Kedutan Mata Kanan Atas dalam Dunia Medis

Kedutan mata kanan atas merupakan kondisi yang hampir pernah dialami oleh setiap orang. Banyak orang yang seringkali menganggap kedutan sebagai suatu pertanda tertentu, seperti adanya kabar baik atau buruk. Lalu, apa sih sebenarnya arti kedutan dalam dunia medis?

Kedutan merupakan suatu kondisi yang tidak dapat diprediksi, ini dapat berlangsung sebentar atau bahkan lebih lama. Meskipun sering dikaitkan dengan hal-hal tertentu, kedutan sebenarnya dapat terjadi karena beberapa penyebab.

Baca Juga: Jangan Anggap Enteng, Ini 6 Ciri-ciri Umum Penyakit Kelamin pada Wanita

Arti kedutan mata kanan atas dalam dunia medis

Kedutan mata atau lebih tepatnya kedutan kelopak mata (miokimia) merupakan kejang kelopak mata yang tidak terkendali. Kebanyakan hal ini berlangsung dalam beberapa menit. Bagi kebanyakan orang kejang ini berlangsung ringan dan terasa seperti tarikan lembut pada kelopak mata.

Akan tetapi bagi sebagian orang kejang tersebut dapat berlangsung lebih parah, dan memaksa kedua kelopak mata menutup sepenuhnya. Kondisi ini biasanya disebut dengan blepharospasm.

Dalam dunia medis, kedutan mata kanan memiliki beberapa arti. Berikut adalah arti kedutan mata kanan atas yang telah dilansir dari berbagai sumber.

Tanda alergi

Penderita hay fever dan mereka yang memiliki alergi terhadap debu dapat mengalami kedutan pada mata. Kedutan dapat hilang jika gejala lain alergi juga hilang.

Konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan

Ternyata kedutan mata kanan juga dapat diartikan sebagai konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan. Asupan kafein dan alkohol secara berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf yang menyebabkan terjadinya kedutan.

Sebaiknya hindarilah mengonsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan untuk menghindari terjadinya hal ini serta agar tubuh menjadi lebih rileks.

Kelelahan

Arti dari kedutan mata kanan lainnya adalah kelelahan. Biasanya kelelahan dapat terjadi karena kamu memiliki kegiatan yang padat dan membuat kamu kurang tidur.

Dilansir dari lasikplus.com, Jenepher K. Piper, praktisi perawatan primer di Mercy Medical Center, Baltimore mengatakan bahwa kelelahan dapat membuat otot tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Rendahnya vitamin D atau magnesium dapat menyebabkan otot-otot seseorang menjadi kendur, sehingga menyebabkan kedutan.

Mata tegang akibat telalu lama menatap layar komputer

Menatap layar komputer terlalu lama juga dapat menjadi arti dari kedutan mata kanan atas dan ini seringkali tidak kita sadari.

Menatap layar komputer dalam waktu yang lama atau menghabiskan waktu seharian dengan menatap layar tablet atau smartphone dapat menyebabkan stres pada mata.

Sebaiknya untuk menghindari kedutan akibat hal ini, bersantailah dengan mata tertutup tiga hingga lima menit agar ketegangan pada mata dapat berkurang.

Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi seperti magnesium juga dapat menjadi arti dari kedutan mata kanan. Sebaiknya pastikanlah kamu mengonsumsi makanan yang memiliki nutrisi yang baik, khususnya untuk mata untuk menghindari hal ini.

Jika kamu ingin membeli suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisimu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahululah pada dokter sebelum memilih untuk melakukannya.

Baca Juga: Manfaat Vitamin A, Bukan Cuma Menjaga Kesehatan Mata Lho

Arti kedutan mata kanan atas karena faktor lain

Selain faktor dan penyebab yang telah dijelaskan di atas, kedutan juga dapat disebabkan oleh faktor lainnya.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah arti kedutan mata kanan atas lain yang perlu kamu ketahui.

  • Cahaya terang
  • Iritasi yang terjadi pada permukaan kelopak mata atau kelopak mata dalam
  • Merokok
  • Polusi angin atau udara

Kondisi lainnya yang juga dapat menyebabkan mata berkedut adalah:

  • Blefaritis
  • Abrasi kornea
  • Mata keirng
  • Sensitivitas cahaya
  • Uveitis

Baca Juga: Bye-Bye Ketiak Hitam, Ini Cara Memutihkannya yang Aman dan Patut Dicoba

Bagaimana cara mengobati kedutan mata kanan atas?

Kebanyakan kedutan merupakan kondisi yang umum dan tidak perlu dikhawatirkan.

Akan tetapi pada kasus yang jarang terjadi, kondisi ini juga merupakan pertanda adanya kondisi yang lebih serius misalnya saja blepharospasm (kontraksi yang tidak normal yang menyebabkan kelopak mata sering berkedip).

Meskipun demikian, kedutan mata kanan atas yang tidak berarti merupakan kondisi yang serius dapat diobati dengan cara berikut:

  • Mengurangi konsumsi kafein
  • Tidur yang cukup
  • Hindari mata kering dengan menggunakan tetes mata
  • Berikan kompres mata hangat ketika mata mulai kedutan

Kedutan mata kanan atas memang tidak perlu dikhawatirkan dan dapat hilang dengan sendirinya. Meskipun demikian jika kedutan tidak juga hilang sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar masalah ini, yuk konsultasikan dengan dokter kami melalui Aplikasi Grab Health. Dokter kami akan membantumu selama 24/7.

Categories
Kamus Penyakit

Kedutan Mata Kiri Pertanda Ada yang Kangen? Yang Pasti-Pasti Aja, Ini Alasan Medisnya

Pasti banyak orang yang mengatakan bahwa jika mengalami kedutan mata kiri atas ada yang sedang merindukanmu. Kamu percaya? Daripada mengharap yang belum pasti, ternyata begini lho penjelasannya medisnya. Simak ulasannya yuk!

Baca Juga: Benarkah Seks Oral Menyebabkan Kanker Mulut, dan Apa Saja Gejala Kanker Mulut?

Arti kedutan mata kiri atas secara medis

Secara umum kedutan mata kiri atas ditandai dengan perasaan berdenyut atau bergetar di area kelopak mata, bawah mata, hingga alis. Kondisi tersebut terjadi secara berulang dan tidak terkendali. 

Biasanya kamu akan merasakan kedutan mata kiri atas pada satu waktu atau sebaliknya. Kondisi ini jarang terjadi pada kedua mata dalam waktu yang sama.

Pada dunia medis, kedutan mata kiri bagian atas biasa dikenal dengan istilah myokymia. Sensasi berdenyut yang muncul disebabkan oleh saraf kelopak mata bagian atas atau bawah yang menegang dan kejang.

Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya. Namun, bisa jadi sangat mengganggu jika kedutan yang dialami ternyata cukup kuat hingga menyebabkan kelopak mata sampai benar-benar menutup dan membuka kembali.

Penyebab kedutan mata kiri atas

Biasanya ada beberapa hal yang menyebabkan mata kiri atas berkedut, antara lain:

Kelelahan

Biasanya kamu akan mengalami mata menjadi berkedut di area kiri atas, setelah seharian menggunakan mata untuk belajar dan bekerja, maka mata akan kelelahan. Hal tersebut membuat kamu menjadi kurang tidur dan mengakibatkan beberapa gangguan pada mata.

Stres

Biasanya jika kamu sedang mengalami stres, mengakibatkan mengalami kedutan mata di area kiri atas. Namun biasanya setelah stres membaik, masalah kedutan mata ini pun akan berangsur hilang.

Konsumsi kafein

Ketika kafein masuk ke tubuh, zat ini akan merangsang sistem saraf pusat, yaitu otak. Kamu mungkin menyadari salah satu efeknya, yaitu mengurangi rasa kantuk.

Tetapi jika kamu mengonsumsi kafein terlalu banyak juga dapat menyebabkan otot tubuh mengejang dan berisiko menimbulkan mata kamu menjadi berkedut.

Alergi adalah faktor penyebab kedutan mata kiri atas

Jika kamu mengalami mata berkedut di kiri atas dapat menjadi tanda bahwa kamu mengalami konjungtivitis alergi. Kondisi ini dapat menyebabkan mata gatal, sehingga seringkali penderita akan mengucek matanya untuk menghilangkan rasa gatal.

Aktivitas ini dapat memicu pengeluaran histamin yang akhirnya dapat mengiritasi mata, sehingga memicu terjadinya kedutan.

Merokok dan minum alkohol

Minuman alkohol dan asap rokok juga merangsang otot pada tubuh kamu menjadi tegang. Alkohol mengandung kafein dan asap rokok mengandung ribuan zat kimia yang masuk ke tubuh.

Kemungkinan besar senyawa pada rokok dan alkohol bisa memicut terjadinya saraf kelopak mata menjadi tegang.

Mata kering

Ketika mata kering secara tidak sadar kamu akan lebih sering berkedip agar mata tetap lembap. Kedipan itulah yang dapat memicu saraf di sekitar mata untuk berkedut. 

Sebaiknya hindarilah hal-hal yang dapat membuat mata kamu kering, seperti misalnya terlalu lama menatap layar gadget.

Cara mencegah dan menangani kedutan mata kiri atas

Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah mata berkedut di kiri atas, antara lain:

Mengompres mata

Lakukan hal ini setiap malam menjelang tidur dengan mempelkan kompresan air hangat pada mata yang berkedut. Jika kedutan masih sering muncul, cobalah untuk gonta-ganti kompres air hangat dengan air dingin setiap 10 menit sekali.

Atur jam tidur

Usahakan jangan sampai begadang, karena hal ini dapat menyebabkan mata kamu menjadi kedutan. Usahakan atur jam tidur kamu agar kamu mendapatkan tidur yang cukup.

Akupuntur/pijat

Akupuntur dapat mengurangi mata berkedut di kiri atas caranya dengan menekan dengan jari di area alis dan pijat lembut dengan gerakan memutar selama beberapa menit untuk melemaskan otot-otot mata. Lalu, perlahan bergerak ke sisi luar mata, area bawah mata, dan bagian dalam mata.

Kurangi konsumsi alkohol dan kafein

Usahakan untuk mengurangi konsumsi alkohol, karena alkohol dapat menyebabkan mata berkedut di area kiri atas. Begitu juga kafein, kandungan yang ada di dalam kopi dan teh dapat menyebabkan mata kedutan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Categories
Kesehatan Wanita

Penting untuk Wanita: 6 Penyebab Kista Ovarium yang Harus Diwaspadai

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan di ovarium atau di permukaannya. Penyebab kista ovarium sendiri bervariasi tergantung jenisnya.

Kebanyakan kista indung telur (ovarium) terjadi secara alami dan hilang dalam beberapa bulan tanpa memerlukan perawatan apa pun.

Untuk mengetahui apa itu kista ovarium dan juga penyebab-penyebabnya, yuk simak ulasan di bawah ini:

Apa itu kista ovarium?

Kista ovarium merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya memiliki kantung berisi cairan di dalam ovarium mereka.

Setiap wanita memiliki dua ovarium seukuran kacang almond di sisi kanan dan kiri rahim. Telur (ovum), yang berkembang dan matang di ovarium, dilepaskan dalam siklus menstruasi bulanan.

Kebanyakan kista ovarium hanya menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman atau bahkan tak bergejala sama sekali. Namun kista ovarium terutama yang telah pecah dapat menyebabkan gejala serius.

Gejala kista ovarium

Kebanyakan kista tidak menimbulkan gejala dan hilang dengan sendirinya. Namun, kista ovarium yang besar dapat menyebabkan:

  • Nyeri panggul yang terasa tumpul atau tajam di perut bagian bawah
  • Perut terasa penuh atau seperti ada beban
  • Kembung

Penyebab kista ovarium

Kebanyakan kista ovarium berkembang sebagai hasil dari siklus menstruasi kamu (kista fungsional). Ada banyak penyebab kista ovarium, dan sebagian besar kista ovarium tidak bersifat kanker.

Berikut penjelasan penyebab kista ovarium berdasarkan jenis-jenisnya yang berbeda:

1. Kista folikel

Follicular cysts merupakan jenis kista ovarium yang paling umum terjadi pada wanita. Kista jenis ini disebabkan oleh pertumbuhan folikel.

Folikel adalah kantung berisi cairan normal yang mengandung telur. Kista folikel terbentuk ketika folikel tumbuh lebih besar dari ukuran normal selama siklus menstruasi dan tidak terbuka untuk melepaskan sel telur.

Biasanya, kista folikel sembuh dengan sendirinya selama berhari-hari hingga berbulan-bulan. Kista folikel dapat mengandung darah (kista hemoragik) yang berasal dari kebocoran darah ke dalam kantung telur.

2. Kista korpus luteum

Corpus luteum cysts adalah jenis kista yang berhubungan dengan siklus menstruasi kamu. Korpus luteum adalah area jaringan di dalam ovarium yang muncul setelah sel telur dikeluarkan dari folikel. 

Jika sel telur tak dibuahi dan kehamilan tidak terjadi, korpus luteum biasanya rusak dan menghilang. Meski begitu korpus luteum bisa saja terisi dengan darah, menetap di ovarium dan menyebabkan kista.

Biasanya, kista ini hanya ditemukan di satu sisi ovarium saja. Kondisi ini juga tidak menunjukkan gejala dan sembuh sembuh dengan sendirinya.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi di mana sel-sel yang biasanya tumbuh di dalam sebagai lapisan rahim,justru tumbuh di luar rahim atau di lokasi lainnya. Ovarium adalah tempat umum terjadinya endometriosis.

Ketika endometriosis terjadi di ovarium, area jaringan endometrium dapat tumbuh dan menyebabkan pendarahan seiring berjalannya waktu.

Kondisi ini akhirnya membentuk kista berisi darah dengan isi berwarna merah atau cokelat yang disebut endometrioma. Atau kadang-kadang disebut juga sebagai kista cokelat.

4. Polycystic ovarian syndrome

Kondisi yang dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik (PCOS) ditandai dengan adanya beberapa kista kecil di dalam kedua ovarium.

PCOS dikaitkan dengan sejumlah masalah hormonal dan merupakan penyebab paling umum dari ketidaksuburan pada wanita.

5. Dermoid cysts 

Penyebab kista ovarium yang berikutnya adalah kondisi adanya tumor jinak. Kerap juga disebut dengan kondisi dermoid cysts atau benign cystic teratomas.

Tumor ovarium jinak dan ganas juga dapat berupa kistik. Kadang-kadang, jaringan ovarium berkembang secara tidak normal membentuk jaringan tubuh lain seperti rambut atau gigi.

Kista dengan jaringan abnormal ini adalah tumor yang disebut teratoma kistik jinak atau kista dermoid.

6. Tubo-ovarian abscesses

Tubo-ovarian abscesses atau abses tubo-ovarium juga bisa menjadi penyebab kista ovarium. Infeksi organ panggul dapat melibatkan ovarium dan juga tuba fallopi.

Dalam kasus yang parah, ruang kistik yang berisi nanah mungkin ada pada, di, atau di sekitar ovarium. Ini dikenal sebagai abses tubo-ovarium.

Apakah kista ovarium bisa menjadi penyebab kanker?

Kebanyakan kista ovarium tidak disebabkan oleh kanker, dan memiliki kista ovarium juga tidak berarti kamu akan terserang kanker ovarium.

Namun, beberapa jenis kanker ovarium menyebabkan tumbuhnya kista di dalam tumor. Kasus kanker ovarium juga jauh lebih jarang daripada kista tumor ovarium jinak (benign ovarian cysts).

Demikian ulasan tentang kista ovarium dan penyebabnya yang perlu diwaspadai oleh kamu. Jika curiga mengalaminya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter, ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kista ovarium? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Categories
Kesehatan Wanita

Muncul Benjolan Kecil di Depan Vagina? Bisa Jadi Akibat Kista Bartholin

Gangguan kista bartholin sampai saat ini mungkin masih terdengar asing, karena belum terlalu populer di kalangan wanita. Umumnya sebagian besar orang akan bertanya-tanya, kista bartholin apakah berbahaya atau tidak?

Untuk menjawabnya, kamu bisa mencari tahu hal-hal seputar kista bartholin lewat ulasan di bawah ini:

Apa itu kista bartholin?

Kista bartholin terjadi ketika kelenjar bartholin mengalami pembengkakan karena adanya kelebihan cairan.

Letak kelenjar ini sendiri ada di masing-masing sisi mulut vagina, tepatnya di bagian labia. Keberadaan kista di bagian tersebut tidak wajar dan umum terjadi pada wanita dalam usia aktif secara seksual.

Kista bartholin biasanya muncul dalam ukuran yang terbilang kecil. Diameternya kurang lebih sebesar biji kacang polong sampai 1 inci. Dilansir Healthline, sekitar 2 persen wanita dapat mengalami gejala-gejala penyakit ini di usia 20 tahunan.

Penyebab kista bartholin

Secara umum penyakit ini tidak memunculkan gejala serius yang membuat ia bisa dikategorikan berbahaya. Adapun untuk mengetahui penyebabnya, kamu harus menelaah dulu fungsi dari kelenjar bartholin itu sendiri terlebih dulu.

Memiliki fungsi utama menghasilkan cairan pelicin pada vagina, cairan yang dihasilkan kelenjar bartholin ini akan membantu hubungan seksual terasa nyaman dan tidak menyakitkan.

Agar cairan bisa keluar dengan normal, ia harus melalui sebuah celah di bagian bawah mulut vagina yang berukuran sekitar 2 cm. Ketika celah saluran tersebut terhalangi sesuatu, cairan tidak bisa keluar sehingga menumpuk dan membentuk kista.

Apakah kista bartholin berbahaya dan patut dikhawatirkan?

Meski penyakit ini tidak termasuk gangguan kesehatan yang membahayakan jiwa, namun tetap dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini wajar mengingat kista bartholin juga menimbulkan gejala tertentu.

Adapun dilansir Medical News Today, gejala yang akan timbul dari penyakit ini di antaranya adalah:

  1. Muncul benjolan kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit pada bagian depan vagina
  2. Muncul kemerahan di dekat bagian depan vagina
  3. Pembengkakan di dekat bagian vagina
  4. Rasa tidak nyaman saat duduk, berjalan, dan berhubungan seksual

Namun jika kista telah mengalami infeksi, gejala yang muncul akan semakin berkembang. Beberapa di antaranya adalah vagina menjadi kering, demam, dan mengigil.

Cara mengatasi kista bartholin

Mengingat sifatnya yang relatif tidak berbahaya, penanganan kista bartholin khususnya yang masih berukuran kecil dan tidak bergejala, tidak memerlukan tindakan medis serius. Keluhan atas penyakit ini bisa diatasi melalui beberapa cara yakni:

Perawatan rumahan

Duduk di dalam rendaman air hangat secara rutin dapat membantu mendorong cairan kista keluar dan mengering.

Selain itu mengoleskan kompresan hangat yang lembut pada vagina juga bisa memberikan efek yang sama. Sebagian besar kasus kista bartholin akan sembuh dengan penanganan ini.

Obat-obatan

Jika kista sudah menimbulkan rasa sakit, kamu bisa mengonsumsi beberapa jenis obat yang dijual secara bebas. Misalnya pereda rasa sakit seperti acetaminophen untuk meredakan rasa tidak nyaman.

Adapun bila kista telah mengalami infeksi, umumnya dokter akan meresepkan obat antibiotik.

Operasi

Pada beberapa kasus terdapat pula komplikasi penyakit ini yang perlu ditangani secara lebih serius.

Umumnya operasi adalah jalan keluar yang akan diambil untuk mengatasi kista bartholin yang telah menunjukkan gejala khusus, misalnya:

  1. Kista membesar, sehingga dokter akan membentuk celah kecil yang membuat cairan keluar dan mengering
  2. Kista membesar dan disertai gejala yang berulang, dokter akan memasukkan sejenis tabung kecil ke dalam kita dan membiarkannya selama beberapa minggu. Tabung ini berfungsi untuk menjadi jalan keluar cairan dan menjaga saluran vagina tetap terbuka
  3. Marsupialisasi, adalah tindakan yang melibatkan pembuatan celah kecil permanen untuk jalan keluar cairan. Tindakan ini juga menjadi langkah pencegahan agar kista tidak terbentuk lagi

Jika ketiga prosedur di atas tidak berhasil menangani kista bartholin yang kamu alami, langkah penanganan terakhir yang memungkinkan diambil adalah menghilangkan kelenjar bartholin itu sendiri.

Inilah pentingnya kamu melakukan pemeriksaan ke dokter apabila dirasakan ada sesuatu yang tak biasa pada kesehatan organ intim. Pemeriksaan tepat akan membantu meningkatkan peluang kesembuhan.

Jika kamu masih penasaran dengan kista bartholin apakah berbahaya atau tidak, jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut kepada dokter profesional di layanan konsultasi Good Doctor yang dapat diakses melalui aplikasi Grab 24/7 sekarang.