Categories
Kamus Obat

Mengenal Obat Dumolid, Tablet Penenang yang Kerap Disalahgunakan

Mendengar nama dumolid, mungkin sebagian orang akan langsung mengaitkannya dengan obat-obatan terlarang. Pendapat tersebut tak sepenuhnya salah, karena obat dumolid sendiri telah dikategorikan sebagai psikotropika oleh pemerintah.

Meski begitu, sampai saat ini, obat ini masih tetap digunakan untuk urusan medis, terutama bagi pasien gangguan tidur atau insomnia. Lalu, apa saja efek yang mampu diberikan oleh dumolid? Serta, seperti apa konsumsi yang bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal obat dumolid

Dumolid merupakan merek dagang dari obat yang mengandung zat aktif nitrazepam. Istilah dumolid sendiri hanya digunakan di Indonesia. Di luar negeri, obat ini memiliki sebutan berbeda-beda, seperti alodorm, apodorm, insoma, megadon, nitravet, remnos, somnite, dll.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dumolid dikategorikan sebagai psikotropika golongan IV. Obat yang masuk golongan ini umumya masih boleh digunakan untuk urusan medis, tapi dengan kontrol yang ketat.

Dumolid digunakan dalam jangka pendek. Artinya, obat ini tidak boleh sembarangan dikonsumsi dalam kurun waktu yang lama tanpa persetujuan dokter. Penyalahgunaan dumolid bisa berujung pada sanksi hukum.

Kegunaan obat dumolid

kegunaan obat dumolid
Ilustrasi insomnia. Sumber foto: www.helpguide.org

Awalnya, obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan sulit tidur yaitu insomnia. Tapi belakangan, setelah banyaknya riset yang dilakukan oleh para ilmuwan, obat ini juga dikembangkan untuk menangani berbagai gangguan kecemasan, depresi, dan sejenisnya.

Hal tersebut disebabkan oleh sifat yang menenangkan dari dumolid, meski hanya untuk sementara. Di negara-negara benua Amerika, obat dumolid juga umum dipakai sebagai penanganan epilepsi, atau yang lebih dikenal dengan penyakit ayan.

Baca juga: Mengatasi Insomnia, Yuk, Simak 7 Tips Sehat Tanpa Gangguan Tidur!

Cara kerja obat dumolid

Dumolid dikategorikan sebagai obat-obatan benzodiazepin, memiliki efek sedatif atau menenangkan. Nitrazepam yang merupakan kandungan utama dari dumolid bekerja pada reseptor di otak yang disebut GABA (gamma-Aminobutyric acid).

GABA sendiri adalah neurotransmiter yang mampu menghambat reaksi atau tanggapan yang bisa memunculkan rasa gelisah, cemas, stres, dan sejenisnya. Gejala-gejala inilah yang kemudian menyebabkan sulit tidur.

GABA membantu otak dalam menjaga aktivitas saraf agar tetap seimbang. Serta, ikut andil dalam menciptakan rasa kantuk. Saat nitrazepam bekerja memengaruhi GABA, otot-otot pemicu ketegangan mulai mengendur.

Yang perlu diingat, obat dumolid hanya bereaksi pada jangka pendek. Sehingga, ini dapat memicu ketergantungan konsumsi. Oleh karena itu, obat ini biasanya hanya diresepkan dokter untuk pasien insomnia akut.

Konsumsi obat dumolid

Karena rawan disalahgunakan, konsumsi obat dumolid saat ini ditekankan pada resep atau anjuran dokter. Penggunaannya pun diatur ketat agar tidak menyebabkan candu yang dapat berujung pada penyalahgunaan.

Dosis yang umum diberikan dokter adalah 5 mg, diminum sebelum tidur. Takaran ini bisa berubah, baik ditingkatkan menjadi 10 mg atau dikurangi waktu meminumnya. Itu semua tergantung pada pemeriksaan secara berkala yang dilakukan.

Meningkatkan dosis dumolid sangat berisiko menyebabkan candu, karena obat ini memiliki sifat adiktif. Meski begitu, jika ingin berhenti mengonsumsinya, kamu tetap harus meminta persetujuan dari dokter agar terhindar dari sejumlah dampak yang bisa muncul.

Bagaimana jika terlewat meminumnya?

Dalam beberapa kasus, pasien diharuskan mengonsumsi obat ini secara rutin. Tentunya, dengan resep dokter. Usahakan untuk tidak melewatkan dosis yang harus diminum.

Jika itu terjadi, segera minum dosis yang terlewat. Dengan catatan, tidak terlalu dekat dengan waktu minum obat selanjutnya.

Jika sudah mendekati waktu minum berikutnya, tak perlu mengonsumsinya dua kali dalam satu waktu sekaligus. Ini akan meningkatkan risiko overdosis. Lanjutkan dosis selanjutnya dan biarlah dosis sebelumnya terlewat.

Baca juga: Mengenal Alprazolam, Obat Mengatasi Gangguan Kecemasan dan Panik

Efek samping obat dumolid

Penggunaan tidak sesuai anjuran atau resep dokter bisa meningkatkan efek samping. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Pusing setelah minum obat
  • Kebingungan
  • Rasa waspada yang berkurang
  • Gangguan visual seperti penglihatan ganda dan penglihatan kabur
  • Ataksia, yaitu tidak bisa berjalan atau berdiri dengan stabil
  • Otot-otot yang melemah
  • Ruam di kulit
  • Gangguan sistem pencernaan (sembelit, diare, dan mual)
  • Berkurangnya kadar urine di dalam tubuh
  • Menurunnya gairah seksual
  • Tekanan darah menjadi tidak stabil
  • Halusinasi
  • Manajemen emosi yang buruk, misalnya mudah marah
  • Kerusakan saraf dari konsumsi berlebihan

Efek samping di atas biasanya terjadi dalam skala ringan. Tapi jika kondisi tersebut berlangsung secara berulang dan sampai mengganggu aktivitas, tak perlu ragu untuk berkonsultasi ke dokter atau tim medis.

Interaksi dengan obat lain

interaksi obat dumolid
Antidepresan bisa berinteraksi dengan dumolid. Sumber foto: www.promisesbehavioralhealth.com

Dumolid adalah obat yang bisa berinteraksi dengan obat-obatan lain. Artinya, efek yang ditimbulkan bisa saja menurun, atau bahkan membuat efeknya tidak bekerja sama sekali.

Oleh karena itu, sangat penting mendapatkan anjuran dokter untuk mengonsumsi obat ini, agar efeknya bisa bekerja dengan maksimal.

Obat dumolid dapat berinteraksi dengan:

  • Baklofen, yaitu obat untuk mengatasi berbagai masalah otot, seperti kram, tegang, dan kaku.
  • Antipsikotik, yaitu obat untuk meredakan gejala psikosis pada pasien gangguan mental, misalnya skizofrenia. Obat antipsikotik meliputi klorpromazin dan klozapin.
  • Barbiturat, yaitu obat untuk menenangkan pikiran dan otak. Obat ini juga biasa digunakan sebagai bius sebelum prosedur operasi dan mengatasi kejang.
  • Antidepresan, yaitu obat untuk mengatasi berbagai gejala depresi dan gangguan kecemasan.
  • Nabilon, yaitu obat yang dipakai untuk mengatasi mual di perut.
  • Antihistamin, yaitu obat-obatan untuk mengatasi melemahnya daya tahan tubuh serta munculnya gangguan kulit, seperti alergi dan biduran.
  • Tinazidin, yaitu obat untuk mengatasi berbagai gangguan otot, seperti kram, kaku, hingga kejang.

Selain obat-obatan di atas, beberapa obat lain yang justru dapat merusak atau menghilangkan efek dari nitrazepam di dalam tubuh adalah:

  • Simetidin, yaitu obat yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah pada lambung, seperti maag, tukak lambung, dan GERD (gastroesophageal reflux disease).
  • Pil kontrasepsi, yaitu obat yang mengandung kombinasi hormon progesteron dan estrogen untuk mencegah terjadinya proses ovulasi pada wanita.
  • Disulfiram, yaitu obat yang biasa digunakan untuk mengatasi kecanduan alkohol.
  • Probenesid, yaitu obat yang dipakai untuk mengatasi asam urat.
  • Rifampisin, yaitu antibiotik yang biasa dikonsumsi untuk melawan bakteri patogen pemicu lepra dan tuberkolosis.
  • Teofilin, yaitu obat untuk mengatasi menyempitnya saluran pernapasan. Obat ini biasanya digunakan untuk penderita asma.
  • Levodopa, yaitu obat untuk meredakan berbagai gejala dari penyakit parkinson.

Baca juga: Obat Chloramphenicol: Inilah Cara Penggunaan, Dosis, hingga Efek Samping yang Harus Kamu Ketahui!

Overdosis obat dumolid

Overdosis obat dumolid bisa terjadi saat konsumsi melebihi takaran normal. Oleh karena itu, BPOM selaku otoritas yang berwenang mengawasi peredaran obat-obatan di Indonesia sangat menekankan penggunaan obat ini dengan resep dokter.

Efek overdosis pada obat dumolid sama seperti semua jenis benzodiazepin, yang dapat berujung pada kematian. Meski begitu, penggunaan dosis melebihi takaran yang dianjurkan juga dapat memicu terjadinya berbagai gejala sebagai berikut:

  • Kebingungan
  • Perasaan mengantuk yang ekstrem
  • Keseimbangan tubuh yang terganggu
  • Disorientasi tubuh
  • Meningkatnya tekanan darah
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan pada organ kardiovaskular

Ibu hamil dan menyusui

Obat dumolid sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil dan menyusui. Selain karena dapat membahayakan diri sendiri, kandungan obat ini bisa mengancam keselamatan janin atau bayi yang masih memerlukan ASI.

Jika ibu hamil mengalami gejala sulit tidur atau insomnia, berkonsultasi dengan dokter adalah keputusan yang tepat. Dokter akan memberikan obat lain yang tidak membahayakan janin atau bayi.

Pada kehamilan, terutama pada trimester tiga, obat dumolid harus benar-benar dihindari. Sebab, di periode ini, proses tumbuh kembang janin berlangsung secara masif.

Sedangkan pada ibu menyusui, obat dumolid bisa mengontaminasi ASI dengan kandungan berbahaya.

Baca juga: Waspadai Preeklampsia, Gangguan Kehamilan yang Jarang Disadari

Peringatan penggunaan obat dumolid

Selain ibu hamil dan menyusui, ada beberapa golongan yang tidak disarankan, bahkan dilarang, untuk mengonsumsi dumolid sebagai obat insomnia, di antaranya adalah:

  • Anak-anak di bawah 18 tahun.
  • Orang yang memiliki riwayat atau sedang mengalami penyakit paru-paru.
  • Orang yang memiliki alergi terhadap obat-obatan benzodiazepin.
  • Orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan lain.
  • Orang yang kerap mengalami sleep apnea, kondisi napas berhenti beberapa detik saat tidur.
  • Orang yang memiliki masalah pada lambung.

Penyalahgunaan obat dumolid

Ilustrasi penyalahgunaan obat dumolid. Sumber foto: www.todaysrdh.com

Menurut Kementerian Kesehatan, saat ini, banyak obat-obatan medis yang disalahgunakan sebagai penenang atau untuk menciptakan sensasi tertentu pada tubuh. Kategori penyalahgunaan sendiri mengacu pada pemakaian yang tidak sesuai dari fungsi utama obat-obatan yang digunakan.

Mengutip WebMD, obat-obatan penenang atau benzodiazepin sangat rawan disalahgunakan di seluruh dunia. Ini tak lepas dari efek yang dihasilkan oleh obat tersebut. Penyalahgunaan obat dumolid lebih sering dilakukan oleh seseorang yang ingin menenangkan diri stres dan depresi.

Pemicu penyalahgunaan obat dumolid

Perlu digaris bawahi, penyalahgunaan memiliki makna yang tidak sama dengan ketergantungan. Penyalahgunaan adalah hasrat yang muncul dari dalam diri untuk memakai obat-obatan tertentu demi mendapatkan efek di luar kegunaan yang seharusnya.

Sedangkan ketergantungan, mengacu pada konsumsi terus-menerus pada obat, disebabkan oleh tingkat keparahan penyakit yang diderita.

Untuk penyalahgunaan dumolid sendiri, bisa dipicu oleh dua hal, yaitu:

1. Faktor genetik

Faktor genetik di sini adalah tentang riwayat keluarga yang memiliki masalah kesehatan mental. Sebagian besar pengidap gangguan psikosis membutuhkan obat penenang.

Rasa candu dan penyalahgunaan obat bisa terjadi saat penyakit yang diderita telah sembuh, tapi tetap ingin mengonsumsinya.

2. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan adalah pemicu utama dalam banyak kasus penyalahgunaan obat dumolid. Ini berbanding lurus dengan fakta di lapangan, yang mana menurut BPOM, remaja adalah golongan usia yang paling banyak menyalahgunakan dumolid.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Narkoba dan Bahaya yang Menyertainya

Regulasi obat dumolid di Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan kontrol ketat atas peredaran dumolid. Sebagai obat-obatan yang digolongkan sebagai psikotropika, peredarannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Narkotika.

Mengutip pernyataan BPOM, obat ini tidak bisa didapatkan secara bebas. Masyarakat bisa mendapatkan obat-obatan medis yang masuk dalam golongan psikotropika hanya dengan resep dokter, termasuk dumolid.

Mendapatkan obat dumolid tanpa resep dokter merupakan pelanggaran hukum, yang bisa berujung pada sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang obat dumolid yang perlu kamu tahu. Jika sedang mengalami gejala sulit tidur atau insomnia, tak perlu pikir panjang untuk berkonsultasi ke dokter. Ini akan menghindarkanmu dari dampak buruk dan potensi penyalahgunaan obat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Kamus Obat

Mengenal Obat Attapulgite untuk Mengatasi Masalah Diare

Obat attapulgite adalah obat yang dikonsumsi secara oral untuk mengatasi permasalahan diare. Obat ini bekerja dengan cara menyerap atau mengikat sejumlah besar bakteri dan racun serta meminimalisir kehilangan air saat diare.

Attapulgite membuat feses menjadi lebih padat dan frekuensi diare berkurang. Walau demikian, penggunaannya tidak boleh untuk jangka panjang karena akan menyebabkan konstipasi atau sembelit.

Merek dagang obat attapulgite

Melansir dari Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawasn Obat dan Makanan (Pionas BPOM), terdapat lebih dari 10 merek dagang obat attapulgite di Indonesia. Merek dagang ini ada yang dijual bebas di apotek, ada pula yang harus dengan resep dokter.

Beberapa merek dagang tersebut adalah:

  • Akita
  • Neo Entrostop
  • Arcapec
  • Neo Envios
  • Arcapec
  • Neo Koniform
  • Biodiar
  • New Diatab
  • Coro-sorb
  • Pularex
  • Indo Obat Diare
  • Salfaplas
  • Licopec
  • Selediar
  • Molagit
  • Stodiar
  • Neo Diarex
  • Tagyt
  • Neo Enterodiastop
  • Teradi
  • Neo Enterodine

Peringatan sebelum mengonsumsi obat attapulgite

Sebelum mengonsumsi obat attapulguite, selalu perhatikan aturan yang tertera pada kemasan.

Selain itu, konsultasikan kondisi medismu dengan dokter apabila kamu memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat apa pun sebelum mengonsumsi obat ini.

Peringatan khusus

Selain dua peringatan umum di atas, terdapat beberapa peringatan khusus yang harus kamu ketahui sebelum mengonsumsi obat ini, seperti:

  • Jika kamu sedang dalam perawatan karena penyakit yang lain, beritahukan dokter bahwa kamu sedang mengonsumsi obat ini
  • Apabila kamu berusia 60 tahun atau lebih serta anak di bawah 12 tahun, konsumsi obat ini dengan hati-hati karena berisiko lebih mudah mengalami efek samping
  • Beri tahu dokter apabila kamu sedang hamil atau sedang dalam perencanaan untuk hamil.
  • Obat ini hanya dikonsumsi untuk jangka pendek. Apabila diare tidak kunjung membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Obat attapulgite bersifat mencegah efek obat lain yang masuk ke dalam tubuh. Jika kamu sedang mengonsumsi obat lain selain obat ini, konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui apakah kamu perlu meminumnya atau tidak.

Petunjuk penggunaan obat attapulgite

Konsumsilah obat attapulgite baik tablet maupun sirup seperti tertera pada petunjuk kemasan atau atas anjuran dokter. Baca semua informasi dan instruksi dengan seksama sebelum menggunakannya.

Secara garis besar, penggunaan obat attapulgite sirup sama dengan obat attapulgite tablet. Namun untuk mengonsumsi attapulgite sirup kamu harus mengocoknya terlebih dahulu sebelum diminum.

Selain itu, kamu perlu mengukur dosis cairan dengan hati-hati. Gunakan alat pengukur yang dilengkapi dengan cairan dan suspensi attapulgite. Jika tidak ada, minta dokter atau petugas apotek untuk mengukur cairan dan suspensi attapulgite yang sesuai.

Jika kamu lupa mengonsumsi obat ini di waktu yang seharusnya, segeralah konsumsi obat tersebut saat kamu ingat. Namun jika dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.

Jika tidak sengaja mengonsumsi obat attapulgite melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Dosis obat attapulgite

Pemberian dosis dilakukan berdasarkan kondisi medis pasien. Namun secara umum, pemberian dosis attapulgite tablet dan sirup tidak berbeda.

Dewasa dan anak lebih dari 12 tahun: 2 tablet atau 1,2 gram hingga 1,5 gram dengan dosis maksimal 12 tablet atau 8,4 gram per hari. Dikonsumsi setelah setiap buang air besar.

Anak-anak usia 6 hingga 12 tahun: 1 tablet atau 600 hingga 750 mg dengan dosis maksimal 6 tablet atau 4,5 gram per hari. Dikonsumsi setelah setiap buang air besar.

Pemberian obat pada anak usia 6 hingga 12 tahun harus dengan hati-hati atau sesuai anjuran dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Attapulgite bukan untuk anak di bawah 6 tahun

Sebuah laman kesehatan Hospital Care for Childreen, mengungkapkan bahwa pemberian obat anti diare yang mengandung attapulgite tidak baik untuk anak, khususnya di bawah 6 tahun.

Hospital Care for Children merupakan laman kesehatan hasil kerja sama antara World Health Organization (WHO) dengan berbagai institut kesehatan anak dan rumah sakit dari Australia, Inggris dan Kenya,

Pengaruh buruk attapulgite pada anak

Saat anak mengalami diare, terjadi peningkatan hilangnya cairan dan elektrolit (natrium, kalium dan bikarbonat) yang terkandung dalam tinja cair anak, sehingga terjadilah dehidrasi.

Penggunaan attapulgite sebagai obat anti diare tidak boleh diberikan pada anak dengan kondisi diare akut atau diare persisten.

Karena obat ini tidak mampu mencegah dehidrasi ataupun meningkatkan status gizi anak. Obat ini malah dapat menimbulkan efek samping berbahaya dan terkadang berakibat fatal pada anak.

Efek samping obat attapulgite

Efek samping obat ini biasanya akan berpengaruh pada saluran pencernaan, sistem saraf dan reaksi alergi.

Efek samping pada saluran pencernaan

Konstipasi atau sembelit merupakan efek samping paling umum yang dialami setelah mengonsumsi attapulgite.

Secara medis, sembelit biasanya diartikan sebagai gangguan pencernaan akibat penurunan kerja usus yang ditandai dengan keluhan susah buang air besar.

Setelah konstipasi, biasanya efek samping lain akan ikut timbul seperti:

  • Dispepsia
  • Perut kembung
  • Perut mual

Efek samping pada sistem saraf

Efek samping attapulgite pada sistem saraf memang masih jarang dilaporkan. Namun jika terjadi, biasanya penderita akan mengalami sakit kepala dan pusing.

Efek samping yang menimbulkan reaksi alergi

Efek samping ini biasanya terjadi apabila kamu tidak mengetahui bahwa kamu memiliki alergi terhadap jenis obat-obatan tertentu seperti attapulgite.

Tanda-tanda reaksi alergi yang biasa terjadi adalah:

  • Muncul ruam merah pada kulit
  • Kulit terasa gatal-gatal
  • Kulit bengkak, melepuh, atau mengelupas dengan atau tanpa demam
  • Mengi atau bersuara dengan nada tinggi saat menghembuskan napas
  • Terasa sesak di dada atau tenggorokan
  • Sulit menelan atau berbicara
  • Terjadi pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Meskipun jarang terjadi, namun pada beberapa kasus, efek samping bisa berkembang menjadi sangat buruk atau bahkan menyebabkan kematian.

Segera pergi ke rumah sakit terdekat atau berkonsultasi dengan dokter apabila kamu mengalami gejala-gejala efek samping di atas.

Interaksi obat attapulgite dengan obat lain

Interaksi attapulgite mungkin akan terjadi apabila kamu juga mengonsumsi obat-obatan lain secara bersamaan dengan obat ini.

Ada baiknya kamu mengetahui beberapa jenis obat yang mungkin akan berinteraksi dengan attapulgite, seperti beberapa jenis obat di bawah ini:

Obat-obatan psikiatri

Obat ini akan mengurangi penyerapan obat-obatan dengan kandungan benztropine, trihexyphenidyl, loxapine dan dicyclomine apabila dikonsumsi bersamaan. Ada baiknya untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut 2 jam sebelum atau sesudah mengonsumsi attapulgite.

Obat penghilang rasa sakit

Attapulgite akan memperburuk konstipasi atau sembelit apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat penghilang rasa sakit. Seperti oxycodone, hydrocodone, propoxyphene, morfin, dan kodein.

Obat antikolinergik

Obat ini dapat menimbulkan efek samping apabila diminum bersamaan dengan obat antikolinergik. Obat antikolinergik adalah obat yang memengaruhi fungsi saraf. Biasanya digunakan untuk obat tidur dan alergi.

Panduan klasifikasi obat yang berinteraksi dengan attapulgite

Klasifikasi interaksi obat yang dikeluarkan oleh drugs.com bisa menjadi panduan dalam mencegah terjadinya efek samping saat akan mengonsumsi attapulgite.

Sebanyak 71 obat diketahui mampu berinteraksi dengan attapulgite dengan panduan klasifikasi, seperti:

  • 1 interaksi obat mayor atau bahaya yang artinya sangat signifikan secara klinis.
  • 53 interaksi obat moderat atau sedang yang artinya cukup signifikan secara klinis.
  • 17 interaksi obat minor atau ringan yang artinya memiliki risiko interaksi obat minimal secara klinis.

Namun, klasifikasi di atas hanyalah panduan kasar yang tidak bisa dijadikan rujukan secara mutlak.

Kamu tetap harus berkonsultasi dengan dokter terkait apapun risiko yang mungkin terjadi. Khususnya saat kamu mengonsumsi obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain.

Kondisi ketika tidak boleh mengonsumsi obat attapulgite

Konsultasikan kepada dokter saat kamu ingin mengonsumsi attapulgite, apabila jika kamu memiliki riwayat kondisi medis dengan penyakit yang cukup berat, seperti:

  • Gagal ginjal
  • Penyakit asma
  • Kondisi penyakit hati yang parah
  • Obstruksi usus
  • Kondisi hipersensitivitas

Apakah obat ini aman bagi ibu hamil atau menyusui

Penggunaan obat ini diketahui aman bagi ibu hamil dan ibu menyusui karena obat ini tidak diserap ke dalam tubuh.

Namun meskipun begitu, ada baiknya untuk selalu berkonsultasi dengan dokter agar keamanannya bisa dipastikan.

Aturan penyimpanan obat

Untuk menjaga kondisi dan keamanan obat, selalu ikuti panduan penyimpanan obat yang tertera pada kemasan, seperti:

  • Simpan pada suhu kamar
  • Simpan di tempat kering
  • Jangan simpan di kamar mandi
  • Simpan semua obat di tempat aman
  • Jauhkan semua obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan

Informasi tambahan yang harus kamu tahu

Jika setelah mengonsumsi obat attapulgite gejala atau masalah kesehatan kamu tidak menjadi lebih baik atau bahkan menjadi lebih buruk, segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.

Jangan berbagi obat dengan orang lain dan jangan mengonsumsi obat milik orang lain karena kamu tidak tau kondisi kebersihannya.

Selalu berkonsultasi dengan dokter terkait dosis dan takaran yang sesuai dengan kondisi medis kamu. Terlebih apabila kamu sedang dalam penggunaan obat lain atau dalam perawatan kondisi medis tertentu.

Selalu pastikan bahwa tubuh kamu tidak kekurangan cairan selama mengonsumsi obat ini. Segera hubungi dokter apabila terdapat kecenderungan intensitas buang air kecil yang berkurang, mengalami pusing, mulut kering dan gejala dehidrasi lainnya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Categories
Kamus Penyakit

Waspadai 9 Penyakit Menular Seksual yang Sering Terjadi di Indonesia

Penyakit menular seksual (PMS) umumnya terjadi melalui kontak seksual. Seseorang dapat tertular penyakit ini karena melakukan hubungan seksual yang tidak aman dengan penderita. Ada beberapa penyakit menular seksual yang paling sering terjadi dan harus diwaspadai, apa saja?

Apa itu penyakit menular seksual?

Penyakit menular seksual adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Penyakit ini juga sering disebut infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit kelamin (PK).

Menurut data yang dilansir dari World Health Organization (WHO), lebih dari 30 bakteri, virus, dan parasit yang berbeda diketahui ditularkan melalui kontak seksual. Delapan dari patogen ini terkait dengan insiden terbesar penyakit menular seksual.

Penyakit ini tidak selalu menimbulkan gejala, serta dimungkinkan juga untuk tertular penyakit seksual dari orang-orang yang kelihatannya sehat dan bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki infeksi.

Apa penyebab penyakit menular seksual?

Penyakit menular seksual tidak terjadi begitu saja dan memiliki penyebab yang harus diketahui. Penyebab timbulnya penyakit ini dapat disebabkan oleh:

  • Bakteri (gonoroe, sifilis, dan klamidia)
  • Parasit (trikomoniasis)
  • Virus (human papilloma virus, herpes genital, HIV)

Aktivitas seksual berperan dalam menyebarkan berbagai jenis infeksi lainnya, walaupun mungkin saja terinfeksi tanpa kontak seksual. Tak hanya itu saja, penyakit ini juga dapat disebabkan melalui seks oral dan aktivitas ejakulasi lainnya.

Penyebab lainnya seseorang terkena penyakit ini adalah berbagi jarum suntik yang terkontaminasi, seperti yang digunakan untuk menyuntikkan narkoba. Jarum suntik untuk menggunakan alat tindik atau tato juga dapat menularkan beberapa infeksi, seperti HIV, hepatitis B dan C.

Penyebaran non-seksual lainnya adalah melalui transfusi darah. Penyakit ini juga dapat ditularkan oleh ibu kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan.

Faktor risiko penyakit menular seksual

Penyebab terjadinya penyakit ini memang bermacam-macam. Namun, risiko penularan akan lebih tinggi jika kamu melakukan hal-hal berikut ini seperti yang dilansir dari Mayo Clinic.

  • Berhubungan seks secara tidak aman: Penetrasi vagina atau anal oleh pasangan yang terinfeksi yang tidak menggunakan kondom secara signifikan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini
  • Melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan: Seringnya kamu melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan maka makin besar pula kamu tertular penyakit ini. Tak hanya berlaku bagi diri sendiri saja, tetapi ini juga berlaku bagi pasanganmu
  • Memiliki riwayat penyakit seksual: Faktor risiko lainnya yang dapat memperbesar risiko terkena penyakit ini adalah memiliki riwayat penyakit seksual sebelumnya. Memiliki satu penyakit seksual akan membuatnya lebih mudah bagi penyakit seksual lainnya untuk masuk dan bertahan
  • Siapa pun yang dipaksa melakukan aktivitas seksual: Misalnya saja korban pemerkosaan atau penyerangan. Penting untuk mengunjungi dokter sesegera mungkin untuk mendapatkan skrining, perawatan, serta dukungan emosional
  • Penyalahgunaan alkohol dan narkoba: Penyalahgunaan zat-zat yang terkandung dalam alkohol dan narkoba dapat membuat kamu lebih bersedia melakukan perilaku berisiko
  • Obat suntik: Berbagi jarum suntik dapat menyebarkan infeksi serius, termasuk HIV, hepatitis B dan C
  • Anak muda: Setengah dari penyakit menular seksual terjadi pada orang yang berusia antara 15 dan 24 tahun
  • Pria yang meminta obat untuk mengobati disfungsi ereksi: Pria yang meminta resep obat dari dokter mereka seperti sildenafil (Viagra, Revatio), tadalafil (Ciasis, Adcirca) dan vardenafil (Levitra) memiliki tingkat penularan penyakit ini lebih tinggi

Penyakit menular seksual yang paling sering terjadi

Penyakit menular seksual harus sangat diwaspadai dan segera diobati karena beberapa di antaranya dapat menyebabkan kematian. Ada beberapa penyakit seksual yang sering terjadi di masyarakat Indonesia.

Berikut adalah penyakit menular seksual yang sering terjadi yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Klamidia

Klamidia merupakan penyakit menular seksual yang paling umum dapat disembuhkan. Infeksi ini menyerang serviks pada wanita dan uretra penis pada pria. Banyak orang yang menderita penyakit ini tidak mengalami gejala yang nyata, tetapi jika gejala tersebut muncul biasanya meliputi:

  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Keluar cairan hijau atau kuning dari penis atau vagina
  • Sakit perut di bagian bawah

Sangat penting untuk mengobati penyakit ini dengan segera, karena jika penyakit ini tidak segera diobati akan menyebabkan infeksi pada saluran kencing, kelenjar prostat, atau penyakit radang panggul.

Jika penyakit ini tidak diobati akan merusak tubuh dalam jangka panjang. Penggunaan kondom efektif dalam membantu mencegah penyakit ini.

2. Gonore

Gonore atau yang dikenal sebagai “clap” adalah penyakit menular seksual lainnya yang disebabkan oleh bakteri yang paling sering terjadi. Umumnya, penyakit ini menginfeksi organ yang sama seperti klamidia dan memiliki efek jangka panjang yang serupa.

Beberapa gejala gonore meliputi:

  • Keluar cairan berwarna putih, kuning, krem, atau berwarna hijau dari penis atau vagina
  • Rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Lebih sering buang air kecil
  • Gatal di sekitar alat kelamin
  • Sakit tenggorokan

Penyakit ini sangat mungkin ditularkan oleh seorang ibu kepada bayi yang baru lahir saat melahirkan. Ketika hal ini terjadi, gonore dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada bayi.

3. Sifilis

Sifilis merupakan penyakit seksual dengan riwayat yang terkenal buruk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri treponema pallidum, yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati.

Sifilis ditularkan langsung melalui kontak langsung dengan luka sifilis, yang dapat muncul pada alat kelamin, mulut, serta vagina atau dubur. Hal ini berarti bahwa penyakit ini dapat ditularkan melalui seks oral serta hubungan seks vaginal atau anal.

Gejala sifilis dapat meliputi:

  • Luka kecil
  • Ruam
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Berat badan menurun
  • Rambut rontok

Luka kecil pada gejala awal dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi hal ini tidak berarti bahwa penyakit juga hilang.

4. Human papilloma virus (HPV)

HPV merupakan virus yang dapat ditularkan dari seseorang ke orang lain melalui kontak kulit-ke-kulit atau hubungan seksual yang intim. Ada banyak jenis virus, beberapa di antaranya berbahaya daripada yang lain.

Gejala umum dari penyakit ini adalah kutil pada alat kelamin, mulut, atau tenggorokan. Beberapa jenis HPV juga dapat menyebabkan kanker termasuk:

  • Kanker mulut
  • Kanker serviks
  • Kanker vulva
  • Kanker penis
  • Kanker dubur

Tidak ada perawatan untuk penyakit ini. Namun, infeksi HPV sering hilang dengan sendirinya. Ada pula vaksin yang tersedia untuk melindungi dari beberapa jenis yang berbahaya.

5. HIV/AIDS

Human immunodeficiency viruses (HIV) merupakan virus yang terkait dengan AIDS. Penyakit menular seksual ini merupakan penyakit seksual yang paling terkenal di masyarakat.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh, termasuk air mani, cairan vagina, ASI, serta darah.

HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko untuk tertular virus atau bakteri lain dan kanker tertentu.

Gejala awal HIV mirip dengan gejala flu, hal ini dapat meliputi:

  • Demam
  • Meriang
  • Sakit dan nyeri
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Munculnya ruam

Belum ada obat untuk HIV, tetapi pilihan pengobatan tersedia untuk mengelolanya. Pengobatan dini efektif membantu penderita (odha) hidup selama mereka yang tidak terfinfeksi HIV. Perawatan yang tepat juga dapat menurunkan peluang untuk menularkan HIV ke pasangan seksual.

Baca juga: Serba-serbi Tentang HIV dan AIDS yang Perlu Dipahami

6. Kutu kemaluan/kepiting

Kepiting adalah nama lain untuk kutu kemaluan. Mereka adalah serangga kecil yang dapat bertahan di rambut kemaluan. Seperti halnya kutu kepala  dan kutu tubuh, mereka memakan darah manusia.

Penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak seksual, meskipun terkadang dapat ditularkan oleh linen dan pakaian yang terinfeksi. Gejalanya meliputi:

  • Gatal di sekitar alat kelamin atau anus
  • Benjolan merah muda atau merah kecil di sekitar alat kelamin atau anus
  • Demam ringan
  • Kekurangan energi
  • Mudah marah

Kamu dapat melihat kutu atau telur putih kecilnya di sekitar akar rambut kemaluan, kaca pembesar dapat membantu melihatnya. Jika kamu memiliki kutu kemaluan, kamu dapat mengobatinya dengan obat yang beredar di pasaran.

7. Herpes

Herpes merupakan penyakit menular seksual lainnya yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini memiliki dua jenis, HSV1 dan HSV2.

HSV1 sering dikaitkan dengan luka dingin (muncul di bagian luar mulut atau bibir, di dalam mulut, atau lidah) dan HSV2 sering dikaitkan dengan luka genital (muncul di sekitar alat kelamin). Keduanya dapat ditularkan secara seksual. Herpes merupakan penyakit seksual yang paling umum.

Seringkali gejala yang muncul pada penyakit ini adalah luka lepuh. Luka tersebut umumnya mengeras dan sembuh dalam beberapa minggu. Fase pertama biasanya yang paling menyakitkan dan rasa sakitnya akan berkurang seiring dengan waktu.

Gejala herpes dapat diobati dengan obat antivirus, tetapi virusnya tidak dapat disembuhkan. Obat yang sama juga dapat mengurangi risiko penularan pada pasangan seksual.

8. Hepatitis/HBV

Ada beberapa jenis hepatitis. Meskipun berbagai virus ditularkan melalui berbagai rute, mereka semua dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Jenis hepatitis yang sering dikaitkan dengan penyakit menular seksual adalah hepatitis B.  Meskipun demikian, hepatitis C juga dapat ditularkan secara seksual.

Gejalanya dapat meliputi:

  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut terasa tidak nyaman
  • Kulit berwarna kuning

Seiring waktu, infeksi kronis hepatitis B dapat menyebabkan jaringan parut pada hati, sirosis, dan kanker hati. Namun, terdapat vaksin yang dapat melindungi kamu dari penyakit ini.

9. Trikomoniasis

Selain klamidia, penyakit menular seksual yang paling dapat disembuhkan adalah trikomoniasis, dengan infeksi yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penyakit ini disebabkan oleh organisme protozoa kecil yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual.

Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini adalah:

  • Keluar cairan dari vagina atau penis
  • Rasa terbakar atau gatal di sekita vagina atau penis
  • Sakit atau tidak nyaman saat buang air kecil atau melakukan seks
  • Intensitas buang air kecil lebih sering

Pria juga dapat terkena penyakit ini tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik.

Beberapa penyakit menular seksual memang dapat berbahaya dan mematikan, tetapi ada pula yang dapat disembuhkan.

Sangat disarankan jika kamu memiliki gejala awal pada penyakit menular seksual, segeralah periksakan diri ke dokter sebelum penyakit tersebut dapat membahayakan tubuh dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Categories
Kamus Penyakit

Gerogoti Organ Vital, Kenali Sejak Dini Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Hati

Hati adalah salah satu organ penting bagi tubuh. Hati memiliki fungsi untuk menyaring racun dan berperan dalam metabolisme tubuh. Namun apa yang terjadi jika seseorang mengalami penyakit kanker hati?

Sudah pasti kanker akan mengganggu fungsi hati dan juga menimbulkan berbagai gejala yang menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini, yuk simak penjelasan berikut, mulai dari pengertian kanker hati hingga pengobatannya.

Baca Juga: Waspada 7 Penyebab Libido Rendah pada Pria: Stres hingga Krisis Percaya Diri!

Apa itu penyakit kanker hati?

Kanker hati adalah munculnya sel-sel tidak sehat di hati yang kemudian menyebar. Kanker hati membuat fungsi organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini terganggu. Padahal hati adalah organ penting, salah satunya untuk menjaga tubuh dari racun dan zat berbahaya.

Kanker hati biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu kanker hati primer dan sekunder. Kanker hati primer adalah kanker yang awal mula kemunculannya di sel-sel hati. Sementara kanker hati sekunder adalah penyebaran kanker dari organ lain atau disebut dengan metastasis.

Penyakit kanker hati primer

Sementara itu, jenis penyakit kanker hati primer masih terbagi lagi menjadi empat jenis. Berikut penjelasan dari keempat jenis tersebut:

Jenis hepatocellular carcinoma

Hepatocellular carcinoma atau karsinoma hepatoseluler adalah jenis kanker hati yang paling umum terjadi. Jenis kanker ini juga biasa disebut hepatoma. Terhitung 75 persen penderita kanker hati mengalami jenis hepatoma dan umumnya sel kanker ditemukan pada hepatosit.

Hepatosit adalah sel yang berperan penting dalam melakukan sebagian besar fungsi hati. Kanker hati hepatoma dapat menyebar ke bagian lainnya, seperti ke pankreas, usus dan perut. Pecandu alkohol dengan kondisi hati yang sudah rusak, memiliki risiko tinggi terhadap kanker jenis ini.

Kanker hati primer jenis cholangiocarcinoma

Kanker hati jenis ini lebih dikenal dengan sebutan kanker saluran empedu. Karena sel kanker ditemukan tumbuh dan berkembang di saluran empedu. Saluran ini adalah jalan empedu menuju ke kantung empedu, sebelum digunakan dalam proses pencernaan.

Kanker jenis ini pun masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu kanker saluran empedu intrahepatik, yaitu sel kanker muncul di bagian dalam hati. Yang lainnya disebut kanker saluran empedu intrahepatik, yaitu saat sel kanker tumbuh di bagian luar hati. Kanker ini dialami 10 hingga 20 persen pasien.

Jenis liver angiosarcoma

Penderita kanker jenis ini tidak sebanyak dua jenis sebelumnya. Umumnya kanker dimulai dari pembuluh darah hati. Kanker jenis ini memiliki perkembangan yang sangat cepat. Umumnya didiagnosis saat sudah di tahap stadium lanjut.

Kanker hati primer jenis hepatoblastoma

Kanker hati jenis ini sangat langka terjadi. Namun hampir selalu ditemukan pada pasien yang masih anak-anak. Terutama anak-anak yang berusia di bawah 3 tahun.

Jika diagnosis dilakukan pada tahap awal, operasi dan kemoterapi dapat berjalan dengan baik pada jenis ini. Jika terdeteksi di tahap awal, tingkat kelangsungan hidup penderitanya lebih dari 90 persen.

Kanker hati sekunder

Sementara itu pada kanker hati sekunder, ada beberapa kanker primer yang biasanya menyebar ke hati. Jenis kanker tersebut antara lain:

  • Payudara
  • Usus Besar
  • Rektum
  • Ginjal
  • Kerongkongan
  • Paru-paru
  • Kulit
  • Ovarium
  • Rahim
  • Pankreas
  • Perut

Apa saja gejala dari penyakit kanker hati?

penyakit kanker hati
Kondisi normal hati dan hati yang diserang kanker. Foto: http://www.zcancerfoundation.org

Di tahap awal, biasanya penderita kanker hati primer tidak menunjukkan gejala tertentu. Namun ketika sudah muncul, maka pasien akan menunjukkan gejala seperti:

  • Nyeri pada perut
  • Menguningnya kulit dan mata atau disebut juga penyakit kuning
  • Mual
  • Muntah
  • Mudah memar atau berdarah
  • Lemah
  • Mudah lelah
  • Nyeri dekat bahu kanan
  • Bengkak di bagian perut
  • Sakit punggung
  • Merasa perut sesak setelah makan meski sedikit
  • Penurunan berat badan.

Selain gejala tersebut, kanker hati juga dapat menyebabkan pembuluh darah bengkak dan terlihat di bawah kulit perut. Kanker hati juga dapat menyebabkan tingginya kadar kalsium dan kolesterol. Juga dapat berpengaruh pada rendahnya kadar gula darah.

Apa yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit kanker hati?

Umumnya kanker terjadi saat sel-sel dalam tubuh mengalami perubahan atau mutasi yang tidak normal. Kemudian sel-sel ini tumbuh di luar kendali dan menjadi kanker.

Namun pada kanker hati, tidak diketahui pasti penyebab utama seseorang mengidap penyakit ini. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang dianggap sebagai faktor risiko terjadinya kanker hati.

Berikut faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker hati primer:

  • Infeksi virus. Umumnya infeksi kronis dari virus hepatitis B dan hepatitis C meningkatkan risiko kanker hati
  • Sirosis. Ini adalah kondisi terjadinya kerusakan pada hati. Umumnya terjadi karena paparan jangka panjang zat beracun atau bisa juga karena kecanduan minuman beralkohol
  • Paparan aflatoksin. Aflatoksin adalah racun yang diproduksi oleh jamur yang tumbuh pada tanaman seperti biji-bijian dan kacang-kacangan dengan kondisi penyimpanan yang buruk
  • Diabetes. Orang dengan diabetes, apalagi jika menderita hepatitis, ditambah suka mengonsumsi minuman beralkohol, memiliki risiko terkena kanker hati
  • Obesitas. Orang dengan berat badan berlebih dapat berisiko terkena kanker hati jenis karsinoma hepatoseluler
  • Jenis kelamin pria. Pria diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan wanita
  • Penyakit metabolisme bawaan. Penyakit yang berhubungan dengan metabolisme tubuh akan berkaitan dengan terjadinya kanker hati
  • Riwayat penyakit hati turunan. Penyakit hati turunan seperti hemochromatosis dan penyakit Wilson meningkatkan kemungkinan kanker hati
  • Merokok. Perokok jangka panjang memiliki risiko kanker hati yang lebih tinggi. Begitu juga orang yang telah berhenti, akan tetap lebih berisiko dibanding yang tidak pernah merokok
  • Terakhir adalah faktor usia. Kanker hati lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun.

Bagaimana mendiagnosis penyakit kanker hati?

Umumnya pemeriksaan tahap awal akan dimulai dengan mengetahui riwayat medis pasien. Dokter melakukan ini untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya. Kemudian dilanjutkan pada pemeriksaan fisik awal yang difokuskan pada pembengkakan perut.

Baru dilanjutkan mengevaluasi jika terjadinya kulit dan mata yang menguning. Jika dokter mencurigai terjadinya kanker hati, maka pemeriksaan akan dilanjutkan dengan beberapa tahapan seperti:

Tes darah

Ini dilakukan untuk memeriksa kadar zat dalam darah dan mengetahui proporsi sel darah putih dan trombosit. Pada tes ini juga akan dilakukan tes pembekuan darah.

Tes hepatitis

Dokter akan memeriksa apakah pasien memiliki virus hepatitis B dan C. Kedua virus ini adalah faktor risiko paling umum yang menyebabkan munculnya sel kanker pada hati.

CT Scan atau MRI

Computerized tomography (CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI) dilakukan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi hati. Jika terjadi kanker, pemeriksaan ini juga dilakukan untuk melihat ukuran dan penyebarannya.

Biopsi

Di tahap ini dokter akan mengambil sampel atau contoh jaringan untuk dianalisis. Pemeriksaan ini yang memastikan apakah pasien benar-benar mengidap kanker atau tidak.

Laparoskopi

Sebelum melakukan tindakan pengobatan, umumnya dokter akan melakukan laparoskopi. Yaitu memasukan alat seperti tabung dengan kamera ke dalam tubuh, untuk melihat seberapa parah kondisi hati pasien.

Umumnya laparoskopi dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil di perut untuk memasukan alat tersebut. Namun jika diperlukan contoh jaringan dari organ lainnya, dokter mungkin akan membuat sayatan yang lebih besar, dikenal dengan istilah medis laparotomi.

Seperti apa pengobatan penyakit kanker hati?

Terdapat beberapa pengobatan yang dapat dilakukan pasien. Sebelum menjalani perawatan, dokter akan terlebih dahulu menentukan stadium kanker hati yang dialami pasien.

Dilansir dari medicalnewstoday, diketahui terdapat empat tingkatan stadium kanker hati, yaitu:

  • Stadium 1: belum terjadi penyebaran ke kelenjar getah bening dan belum menyebar ke organ lain
  • Stadium 2: Telah berkembang mencapai pembuluh darah
  • Stadium 3: Telah tumbuh membesar dan mencapai pembuluh darah utama
  • Stadium 4: Sudah terjadi penyebaran sel kanker pada organ tubuh lainnya.

Dari tingkatan stadium tersebut, dokter baru akan menentukan pengobatan. Jenis pengobatan yang biasanya dilakukan untuk kanker hati antara lain:

Hepatektomi

Hepatektomi adalah pengangkatan sebagian atau seluruh hati. Ini dilakukan saat kanker masih belum menyebar. Dan jika dilakukan pengangkatan sebagian dari hati maka seiring waktu, jaringan sehat yang tersisa akan kembali membentuk bagian yang hilang.

Transplantasi hati

Jika dokter memutuskan mengangkat seluruh hati maka diperlukan transplantasi hati atau penggantian seluruh hati dengan hati yang sehat, berasal dari donor. Donor hati tidak bisa sembarangan karena itu perlu dilakukan tes kecocokan sebelum dilakukan transplantasi hati.

Setelah dilakukan transplantasi hati, pasien juga harus melakukan perawatan untuk mencegah penolakan organ. Pasien akan diminta meminum sejumlah obat dalam tahap ini. Transplantasi dapat dilakukan jika kanker belum menyebar ke organ lain.

Ablasi

Ablasi adalah tindakan penyuntikan etanol atau obat-obatan untuk menghancurkan sel-sel kanker. Ini dilakukan dengan anestesi lokal. Tindakan ini dapat dilakukan jika pasien belum membutuhkan hepatektomi atau transplantasi.

Kemoterapi

Perawatan ini juga umum dilakukan pada jenis kanker lainnya, selain kanker hati. Prosesnya menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Obat disuntikkan melalui vena.

Perawatan dengan kemoterapi bisa berhasil dengan baik, namun perawatan ini memberikan berbagai efek. Beberapa efeknya antara lain muntah, berkurang nafsu makan, dan kedinginan. Kemoterapi juga meningkatkan risiko infeksi pada pasien.

Terapi radiasi

Penggunaan sinar radiasi diharapkan membunuh sel kanker. Pada kanker hati prosesnya dengan cara menyinari bagian dada dan perut.

Terapi obat

Pasien akan diberikan obat-obatan yang telah dibuat untuk menyerang sel kanker. Obat ini juga dibuat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Imunoterapi

Pengobatan ini biasanya diperuntukkan bagi pasien dengan kanker hati stadium lanjut. Di mana dalam pengobatan ini imun dibuat melawan kanker. Karena sebelumnya sistem kekebalan tubuh dibuat tidak bisa mendeteksi bahaya kanker dan tidak menyerang keberadaan sel kanker.

Kemoembolisasi

Adalah prosedur bedah untuk kanker hati. Prosedurnya berupa penyuntikan obat kemoterapi dan dilanjutkan dengan penyumbatan aliran darah ke sel kanker. Penyumbatan yang dilakukan menjaga obat kemoterapi bisa bertahan lebih lama.

Baca Juga: Yuk, Kenali Perbedaan Usus Buntu dan Batu Ginjal Berikut Ini

Apakah penyakit kanker hati dapat dicegah?

Tidak ada pencegahan yang bisa dilakukan, namun kamu bisa mengurangi risiko terkena penyakit hati. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Melakukan vaksin hepatitis B. Vaksin ini biasanya diberikan dalam tiga suntikan selama enam bulan
  • Menghindari diri dari hal-hal yang bisa menyebabkan infeksi hepatitis C. Seperti jauhi penyalahgunaan obat-obatan terlarang, berhubungan seksual dengan aman karena dapat menular lewat hubungan seksual dan hati-hati dengan tato atau tindikan
  • Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengurangi minuman beralkohol. Minum secukupnya dan jangan jadi pecandu karena dapat mengakibatkan sirosis
  • Jaga berat badan jangan sampai obesitas. Rajin berolahraga dan diet sehat dapat membantu kamu mempertahankan berat badan yang ideal.

Jika kamu merasa memiliki faktor risiko terhadap kanker hati, kamu bisa konsultasikan kepada dokter. Kamu bisa mempertimbangkan dilakukannya skrining kanker hati. Karena deteksi yang dilakukan lebih awal akan membuat perawatan lebih efektif.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Categories
Diet dan Nutrisi

Ampuh Cegah Kanker, Berikut Ragam Manfaat Kunyit Putih yang Jarang Diketahui

Kunyit memang lebih sering digunakan sebagai bumbu dapur untuk melengkapi rasa makanan agar lebih sedap. Namun ternyata kunyit putih memiliki segudang khasiat tersembunyi loh. Berikut ini beberapa manfaat kunyit putih bagi kesehatan yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Manfaat Kunyit Asam: Atasi Masalah Pencernaan hingga Kadar Gula Darah

Manfaat kunyit putih

Dilansir dari Health Benefit Time, kunyit putih memiliki berbagai kandungan kimia yang meliputi tianin, pati, curcumin, minyak atsiri, gula, saponin, resin, flavonoid, hingga protein yang memiliki kemampuan mencegah pertumbuhan sel kanker. 

cacar air
Manfaat kunyit untuk kesehtan. Sumber gambar: https://www.shutterstock.com

Kandungan dalam kunyit putih tersebut membuat suplemen kunyit begitu populer di kalangan banyak orang. 

Kunyit putih atau curcuma zedoaria merupakan tanaman asli yang berasal dari India dan Indonesia. Hanya saja kini telah banyak dibudayakan di Eropa dan juga Amerika Serikat untuk dilakukan pengolahan kembali.

Berikut ini beberapa manfaat kunyit putih bagi kesehatan tubuh:

1. Melancarkan pencernaan 

Sudah menjadi rahasia umum sejak ribuan tahun lalu bahwa kunyit putih menjadi salah satu obat untuk melancarkan pencernaan dengan cara alami. 

Kamu yang memiliki masalah kesehatan seperti cacingan, perut kembung, kejang otot, nafsu makan yang menurun hingga sulit buang air besar sangat dianjurkan untuk mengolah kunyit putih menjadi minyak esensial. 

Selain itu kunyit juga ampuh menjadi pengobatan alami dalam mencegah radang usus.

2. Redakan nyeri 

Tak hanya mampu melancarkan pencernaan, kunyit putih juga ampuh mengatasi nyeri bagi kamu yang menderita arthritis atau radang persendian. Tak hanya itu saja dengan kunyit putih juga mampu mengatasi peradangan yang kamu alami. 

Hal tersebut karena kunyit putih kaya akan kandungan curzenone dan dihydrocurdione. Bahkan kandungan lainnya di dalam kunyit putih seperti curcumenol bisa bertindak meredakan rasa nyeri lebih ampuh ketimbang obat-obatan seperti aspirin. 

3. Mencegah kanker

Jika kamu ingin terhindar dari risiko penyakit kanker tak ada salahnya untuk mengonsumsi kunyit putih ini. Dilansir dari Healthline, kunyit putih ini dianggap sebagai bahan alami yang sangat efektif untuk menurunkan potensi kanker.

Tak terlalu rumit, berikut ini cara pengolahan kunyit putih yang bisa kamu lakukan sendiri loh. 

Pertama, pastikan kamu sudah mencuci kunyit putih hingga bersih. Setelah dicuci, langsung saja potong menjadi kecil-kecil dengan bentuk seperti dadu. 

Kedua, jemur kunyit putih yang berbentuk dadu tadi di bawah sinar matahari langsung ya. Pastikan kunyit tersebut sudah dijemur sampai kering. 

Lalu cara terakhir, kamu giling sampai halus menggunakan gilingan obat sebelum dikonsumsi. 

4. Antioksidan dan obati alergi

Belum banyak yang tahu bahwa minyak dari kunyit putih menjadi sumber antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. 

Tak hanya itu saja, kunyit putih yang mengandung curcuminoids dalam ekstrak kunyit putih mampu mengurangi reaksi alergi loh. Ekstrak kunyit putih ini digunakan sebagai obat untuk mengatasi alergi kulit.

Hal ini bisa terjadi karena kunyit putih terbukti ampuh mencegah bertumbuhnya protein penyebab peradangan dan juga mencegah zat kimia pemicu reaksi alergi di tubuh seseorang keluar.

5. Obat maag 

Kamu yang menderita maag akut sebaiknya mencoba terlebih dahulu khasiat kunyit putih sebelum mengonsumsi obat-obatan kimia. 

Kunyit putih memiliki beberapa kandungan yang membantu tubuh untuk mengatasi penyakit maag. Kandungan itu seperti minyak atsin, gula, saponin, protein toksin, damar, flavonoida, amilium, tinanin, kurkumin dan lainnya. 

Bagi kamu yang rutin mengonsumsi kunyit putih, maka akan efektif untuk mengurangi keasaman cairan lambung yang dapat menurunkan risiko kamu terserang penyakit sakit maag. 

6. Redakan nyeri menstruasi 

Mengonsumsi kunyit saat menstruasi tentu sudah seperti obat turun-temurun bukan? 

Memang kunyit putih ini memiliki efek pereda nyeri secara alami yang bekerja dengan melemaskan kontraksi rahim penyebab perut kram. 

Tak hanya itu saja zat ini juga mengurangi hormon yang menciptakan rasa sakit dan peradangan. Sangat tepat jika kamu para wanita yang sedang dalam masa menstruasi, cobalah untuk mengonsumsi kunyit putih untuk meredakan rasa nyeri.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Categories
Diet dan Nutrisi

Jangan Ragu, Ini Manfaat Cokelat untuk Tubuh yang Tak Boleh Dilewatkan

Di samping rasanya yang lezat, ada beragam manfaat cokelat yang seharusnya bisa semakin membuatmu menggemari makanan ini. Beberapa manfaatnya bahkan sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Nah, apa saja ya manfaat cokelat untuk kesehatan tubuh?

Manfaat cokelat bagi kesehatan

Seperti diketahui, cokelat memiliki berbagai nutrisi yang sebenarnya baik bagi kesehatan. Mulai dari antioksidan alami hingga nutrisi lain. Berikut ragam manfaat cokelat untuk kesehatan tubuh kamu:

Membantu menurunkan kolesterol

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition, disebutkan jika konsumsi coklat dapat membantu tubuh menurunkan level LDL atau kolesterol jahat. 

Para peneliti melakukan kajian terkait hal itu dengan melihat apakah kandungan plant sterols (PS) dan flavanol cokelat (CF) yang memberikan efek tersebut.

Penulis studi tersebut berkesimpulan jika konsumsi cokelat yang mengandung PS dan CF secara rutin dapat membantu kesehatan kardiovaskular. Hal ini dilakukan dengan menurunkan kolesterol dan meningkatkan tekanan darah.

Hal ini juga dikonfirmasi dalam penelitian yang dilakukan di University of California San Francisco. Penelitian ini mencatat jika CF dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah.

Meningkatkan fungsi kognitif

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, menyimpulkan jika konsumsi dua cangkir cokelat panas per hari dapat membantu otak tetap sehat dan menurunkan kemunduran fungsi otak pada orang-orang tua.

Para peneliti menemukan fakta jika cokelat dapat membantu dalam meningkatkan aliran darah menuju bagian-bagian otak yang membutuhkannya.

Senada dengan hal itu, penelitian lainnya yang dilakukan di Amerika Serikat juga menemukan hal yang sama. Kali ini peneliti menyebut ekstrak cokelat yang bernama lavado bermanfaat dalam mengurangi kerusakan jaringan saraf pada penderita alzheimer. 

Sebuah publikasi pada 2016 turut memperkuat temuan ini. Dalam jurnal tersebut disebutkan jika kamu memakan cokelat setidaknya seminggu sekali akan meningkatkan fungsi kognitif kamu.

Menurunkan risiko penyakit jantung

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2011 lalu menyebut konsumsi cokelat dapat menurunkan risiko dari perkembangan penyakit jantung hingga sepertiga kali.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh para peneliti, ditemukan kesimpulan jika konsumsi tinggi cokelat dapat dikaitkan dengan penurunan risiko kelainan kardiovaskular.

Sebuah studi yang dilakukan pada 1169 orang di Swedia yang pernah dirawat karena serangan jantung mencatat adanya penurunan 66 persen kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung karena konsumsi cokelat.

Mereka yang melaporkan mengonsumsi cokelat hingga 2 kali seminggu dikatakan memiliki penurunan kematian sampai 8 tahun, dibandingkan mereka yang tidak melaporkan mengonsumsi cokelat.

Menurunkan risiko stroke

Sebuah penelitian di Kanada yang melibatkan 44.489 orang menemukan jika orang yang setidaknya memakan satu sajian cokelat memiliki risiko terkena stroke 22 persen lebih rendah, ketimbang mereka yang tidak memakannya.

Dalam penelitian juga disebut responden yang memakan cokelat hingga 2 ons dalam seminggu memiliki risiko 46 persen lebih rendah mengalami kematian karena stroke.

Penelitian lain yang dilakukan di Brigham and Women’s Hospital di Amerika Serikat menyebut konsumsi suplemen cokelat sebanyak 600 mg sehari dapat menurunkan risiko penyakit jatung, stroke dan kanker.

Baik untuk kesehatan janin dalam kandungan

Cokelat memberikan manfaat untuk janin juga, lho. Hal ini berdasarkan penelitian yang dipresentasikan pada 2016 lalu yang menyebut konsumsi sekitar 30 gram cokelat setiap hari selama masa kehamilan ternyata bermanfaat untuk janin.

Meningkatkan performa fisik

Artikel dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition menyebut dark chocolate dapat meningkatkan ketersediaan oksigen. Ini juga berlaku saat kamu melakukan aktivitas fisik seperti saat sedang fitness.

Hal serupa juga terdapat pada penelitian di Kingston University, Inggris. Penelitian yang dilakukan pada pesepeda ini mencatat ada pengurangan penggunaan oksigen pada mereka yang mengonsumsi cokelat.

Pesepeda yang mengonsumsi cokelat ini juga memiliki daya tempuh yang menjadi lebih jauh, lho.

Demikian informasi tentang ragam manfaat cokelat yang bisa kamu dapatkan. Kamu suka makan cokelat juga?

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!